
Dan kini, kedua keluarga sudah berkumpul di rumah Lexi
Jehan sangat dag dig dug, sebenarnya apa yang akan di bicarakan zelle pada kedua keluarga ini
"Kenapa zelle ikut pertemuan Keluarga ini? " Tanya tuan levronka
"Saya yang menyuruh nya datang" Celetuk Lexi
"Untuk apa kamu mengundang zelle kedalam pertemuan ini" Tuan levronka sedikit tidak suka dengan kehadiran zelle
"Karena dia wanita yang saya maksud waktu itu--" Lexi menjeda ucapannya karena zelle yang menggenggam tangannya dengan erat dan menggeleng
Namun Lexi tetap melanjutkan ucapan nya
"Saya menyukai zelle sudah lama, dia wanita yang ingin saya nikahi, bukan Jehan" Lexi berbicara dengan sangat yakin dan tegas
Kedua keluarga sangat terkejut apalagi keluarga levronka, bagaimana tidak, zelle sangat dekat dengan anaknya dan bisa-bisanya zelle menikung temannya sendiri, itu yang ada di pikiran tuan levronka
Tuan levronka memandang berang zelle
"Cih wanita tidak tau malu" Cibir tuan levronka
"Papah" Sarkas Jehan
"Jehan tidak keberatan sama sekali jika Lexi mencintai zelle, lagian Jehan tidak punya perasaan dengan Lexi, jadi biarkan mereka berdua menjalani kehidupan nya"tutur Jehan
" Saya tidak menyukai Lexi"Zelle bersuara dengan tegas
Lexi dan Jehan agak kaget dengan ucapan zelle
"Kedatangan saya di sini hanya ingin memberitahu jika Lexi dan Jehan tidak setuju dengan perjodohan ini, Lexi meminta saya untuk menjadi pasangan palsunya--" Zelle melihat ekspresi orang yang ada di ruang tamu, mereka terkejut dengan apa yang di ungkapkan zelle
__ADS_1
"Dan saya hanya ingin memberi pendapat saya kepada tuan dan nyonya agar menyudahi perjodohan ini, apa kalian tidak berfikir bagaimana perasaan anak-anak kalian, pernikahan ada hal yang sakral dan tentu saja semua orang ingin menikah sekali se umur hidup nya"
"Apa kalian bisa jamin setelah kedua nya menikah, kehidupan keduanya akan bahagia? Urusan hati tidak bisa di paksa, jadi biarkan mereka yang menentukan pilihan" Zelle ingin rasanya berbicara lebih banyak, namun dirinya tidak ingin terlalu ikut campur lebih dalam lagi, hanya sampai sini saja zelle mampu menyampaikan apa yang ingin di sampaikan nya
"Kita pulang sekarang" Setelah lama semua nya saling diam, suara tuan levronka membuat semuanya tersadar
"Kau juga ikut" Ucap tuan levronka pada jehan
Saat jehan hendak menolak nya, zelle lebih dulu menggeleng menatap jehan
"Pulang lah dulu" Bisik zelle
Mau tak mau jehan ikut pulang
Dan kini keadaan makin hening setelah kepergian keluarga jehan
"Saya rasa saya juga harus pamit, maaf sudah merusak pertemuan ini" Suara zelle terdengar tulus
"Menikahlah dengan Lexi"
"Menikah? Siapa yang mau menikah" Tiba-tiba seseorang bersuara di antara suasana tegang dan hening
"Quinsha" Seloroh nyonya aleta
"Kapan kamu datang" Tanya nyonya aleta
"Siapa yang mau menikah, dan siapa dia" Quinsha balik bertanya dan menunjuk zelle
"Mom" Tutur Lexi dengan menatap mommy nya
"Kita ke kamar, nanti mommy ceritakan" Nyonya aleta menarik paksa tangan quinsha
__ADS_1
"Mah tapi---" Quinsha masih penasaran dengan situasi sekarang
"Sudah ayooo"
"Maaf tuan, saya tidak berhak memberi jawaban atas pernyataan tuan tadi" Setelah cukup lama terdiam zelle pun bersuara
"Saya permisi" Zelle melanjutkan langkahnya dan tak memperdulikan dua pria yang tengah berdiri menatap nya
Tuan Roderic langsung memberi tatapan perintah pada Lexi
Tanpa di perintah pun, Lexi berniat mengejar zelle
Zelle kini tengah menunggu taksi yang di pesannya
"Kenapa lo gak mau nikah sama gue" Tiba-tiba Lexi sudah berdiri di samping zelle
Zelle masih saja diam dan seperti tak memperdulikan kehadiran Lexi di samping nya
Melihat zelle yang diam saja, tiba-tiba Lexi mencium pipi zelle
Zelle tentu saja terkejut dan langsung menatap Lexi dengan amarah yang Menggebu-gebu
Zelle mengepalkan tangannya dengan kuat
PLAK!!
Lexi terkejut?!!... 'Gue di tampar' bisik hati lexi
Dan tepat setelah zelle menampar pipi Lexi, taksi yang di pesan zelle datang
Tanpa pikir panjang, zelle langsung masuk kedalam taksi dan menyuruh supir untuk segera jalan
__ADS_1