Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 23


__ADS_3

Seperti janji Jehan pada zelle kemarin, hari ini rumah zelle sudah terjual, namun zelle tak mengetahui siapa yang membeli rumahnya


Jehan hanya memberitahu bahwa temannya yang membeli rumahnya, dan sudah mentransfer uangnya di rekening zelle


Zelle juga terkejut kala rumahnya di jual dengan harga tinggi, awalnya zelle meminta untuk menurunkan harga rumahnya, karena menurut zelle, rumahnya tidak sesuai dengan uang yang di bayar


Namun Jehan memaksa zelle untuk menerima uang itu, setelah perdebatan panjang, akhirnya zelle mau menerima rumahnya di jual dengan harga tinggi


Kini Jehan dan zelle tengah menuju tempat atau rumah untuk zelle


Zelle memberi arahan pada Jehan untuk mengantarkannya ke suatu tempat


"Lo sebenernya mau beli rumah di mana sih, perasaan jauh amat" Ucap Jehan yang masih fokus menyetir


"Ntar lo juga tau" Jawab zelle dengan wajah sumringah


"Iya deh Iyah" Ucap Jehan


Setelah hampir 3 jam perjalanan kini Jehan dan zelle sampai di suatu tempat yang cukup asri


"Akhirnya" Ucap zelle


Keduanya turun dari mobil dan berjalan melihat lihat tempat


"Terus rumah mana yang mau lo beli" Tanya Jehan penasaran

__ADS_1


"Itu" Tunjuk zelle pada sebuah rumah berlantai dua bergaya kuno dengan halaman yang cukup luas


"Itu rumah yang lo mau beli" Tanya Jehan serius


"Iyah" Jawab zelle singkat


Keduanya berjalan menuju rumah itu, dan ada seorang ibu tua yang menghampiri Jehan dan zelle


"Ini kunci rumahnya nona, semoga anda menyukai rumahnya" Ucap Ibu tua dengan memberikan kunci rumah itu pada zelle


Zelle menerima kunci rumah itu dan berterima kasih pada ibu itu


"Terimakasih bu saya sangat suka rumahnya"


"Kalo begitu silahkan masuk, saya permisi" Ibu tua itupun pergi


"Selera lo gak pernah salah" Ucap Jehan, Jehan mengakui jika rumah pilihan zelle sangat nyaman untuk di tinggali


"Tentu saja" jawab zelle dengan bangganya


jehan mendelik mendengar jawaban zelle


Keduannya pun masuk kedalam rumah


........

__ADS_1


Setelah insiden di restoran, queni tak bisa bertemu dengan kakanya lagi, dia bahkan menghampiri rumah kakanya pagi tadi, namun sudah pindah


"Sebenci itukah kaka padaku" Pikir queni


Flashback on


Queni tengah istirahat jam makan siang di kantor nya, namun tiba-tiba mamahnya menelfon queni, queni pun mengurungkan niatnya yang hendak pergi ke caffe dekat kantor, kini dirinya tengah menelfon ibunya di sudut parkiran kantor


"Iyah mah ada apa"


"Sebaiknya kamu jangan mencari kaka mu" Ucap mamah queni di sebrang telfon


"Maksud mamah gimana" Tanya Jehan bingung


Nyonya Ririn pun menjelaskan panjang lebar pada queni


Queni yang mendengar penjelasan mamahnya dari awal tak henti hentinya dirinya menangis dan tak percaya


"Mamah bohong kan sama queni hikss...mama ini gk bener kan hiksss... Kenapa mama diem ajah hiksss... " Queni menangis histeris di sudut parkiran, beruntung parkiran sedang sepi


Namun queni tak sadar jika dua pria tampan tengah memperhatikan dirinya yang tengah menangis histeris


Kini queni sudah mengetahui kenapa kakanya tak pulang kerumah dan tak memberinya kabar, maka dari itu queni mencari cari zelle dan akhirnya ketemu namun baru saja bertemu dirinya harus kehilangan kakanya kembali"


Flashback off

__ADS_1


"Maafkan queni kak, kaka harus menanggung semuanya sendiri, pasti sangat berat buat kaka" Batin queni


__ADS_2