
"Zelle lo gak papa kan" Tanya jehan memastikan kondisi sahabatnya ini setelah bertemu dengan adiknya
Kini jehan dan zelle tengah duduk di kursi taman kota
"Gue baik baik ajah, gue cuma syok ajah" Jawab zelle dengan menatap lurus kedepan
"Gue harus cepet jual rumah itu, gue gak peduli dengan harga murah, yang terpenting gue harus pergi dari tempat itu, seperti nya adik gue udah tau tempat tinggal gue" Sambung zelle
"Gue punya temen, dia lagi nyari rumah, siapa tau temen gue mau, besok gue kabarin lagi yah" Ucap jehan
"Serius" Tanya zelle dengan antusiasnya
"Iyah gue serius" Jawab jehan dengan wajah serius
"Thanks yah je, lo selalu ada saat gue butuh, sorry gue belum bisa jadi sahabat yang baik buat lo, gue cuma bisa nyusahin lo ajah" Ucap zelle dengan sendu
Jehan langsung menatap zelle dengan lembut, tiba tiba saja air matanya tumpah, sontak zelle terkejut melihat Jehan menangis
"Sorry je, ada yang salah yah sama omongan gue" Ucap zelle
Jehan langsung menggelengkan kepalanya
"Gue cuma ke inget kaka gue hikss... " Jehan menutup wajahnya dengan kedua tangannya kala mengingat itu, dan dirinya semakin menangis
Flashback
"Pah hikss...Jehan mohon pah jangan bawa kaka ke rumah sakit jiwa, kaka gak gila pah hikss.., kaka hanya tertekan saja, Jehan mohon pah hikss..."
Jehan menangis tersedu sedu di hadapan kedua orang tua nya, Jehan tidak akan tinggal diam jika kaka tersayang nya harus di bawa kerumah sakit jiwa
Tuan levronka tak menggubris permohonan Jehan, dirinya kini menatap dua orang yang tengah berdiri memakai seragam serba hitam, tuan levronka memberi intruksi dengan mengangkat tangannya, dua pria berseragam hitampun langsung keluar dari ruang keluarga dan langsung menjalankan intruksi tuan levronka
Sontak saja, jehan yang melihat dua pria itu keluar dari ruang keluarga langsung berdiri dari posisi duduk di lantai hendak menahan pria itu untuk membawa kakanya, namun tuan levronka langsung menahan jehan dengan memegang lengan jehan dengan erat
"Pah lepasin jehan, mereka akan bawa kaka hikss.. Hiksss" Jehan meronta ronta seperti orang gila
__ADS_1
"Kenapa kalian tega berbuat seperti ini pada kaka hikss.. Hiksss,, mama kenapa diem ajah, hikssss.." Kini sura jehan melemah
Nyonya levronka juga merasa sakit hatinya kala melihat putrinya harus dibawa kerumah sakit jiwa, namun dirinya tak bisa membantah suaminya
"Kalian semua jahat, kaka kaya gini karena sifat kalian, kalian tak pernah mengerti perasaan anaknya, orang tua macam apa kaliaaann, aku benci kaliaaaaannnn" Ucap jehan dengan penuh penekanan dan tubuh jehan langsung merosot ke lantai, jehan menangis dengan histeris
Jehan kala itu menjadi orang yang sangat pendiam dan dingin, dirinya akan tersenyum kala bertemu dengan kakanya di rumah sakit jiwa
Hatinya selalu sakit kalau menjenguk kakanya
Dan sudah 5 bulan kakanya berada dirumah sakit jiwa, Jehan selalu rutin menjenguk kakanya
Namun tiba tiba Jehan mendapatkan kabar bahwa kondisi kakanya drop
Sontak saja Jehan syok dan langsung menuju rumah sakit, pada saat sampai dirumah sakit, Jehan terpaku melihat kakanya yang tengah terbaring dengan lemah di brankar
Jehan memegang tangan kakanya dengan lembut
"Ka aku mohon kaka sadar, apa kaka tega meninggalkan Jehan sendiri, kaka bilang kaka sayang dengan Jehan hiksss... " Jehan tak kuasa menahan tangisnya yang sedari tadi di tahan
"Je--han" Ucap friska kakanya Jehan
Jehan yang tengah menangis langsung mendongak dan menatap kakanya dengan haru, Jehan langsung memeluk kakanya dan makin menangis dengan histeris
Friska mengelus lembut rambut adiknya yang tengah menangis di pelukan nya
"Berhenti lah menangis, jangan menjadi wanita lemah" Tutur friska dengan lembut
Jehan melepaskan pelukannya dan menatap kakanya dengan sayang
"Mana bisa aku menjadi wanita kuat jika penguat jehan tengah terbaring disini" Ucap Jehan
Friska tersenyum lembut memandang adik tersayang nya.
"Berjanjilah pada kaka" Ucap Friska tiba-tiba
__ADS_1
"Berjanji? Berjanji untuk apah? " Tanya Jehan bingung
"Berjanjilah jika kaka sudah tidak ada jangan menjadi wanita lemah, jangan pernah membenci papah dan mamah" Tutur Friska dengan suara melemah
"Kenapa kaka berbicara seperti ini" Jehan syok mendengar ucapan kakanya, mana bisa dirinya harus kuat jika ditinggal oleh orang yang di sayangi
"Berjanjilah kaka mohon" Friska kembali berbicara namun dengan suara yang makin melemah.
Jehan mengangguk
"Jehan janji ka"
Friska tersenyum lembut kala mendengar jawaban adiknya
Namun tiba-tiba saja Friska langsung tak sadarkan diri
Jehan panik bukan main dan langsung memanggil dokter, dokter langsung memeriksa kondisi Friska, dan memberitahu pada Jehan jika Friska sudah tiada
Kalian mungkin bisa merasakan bagaimana hancur nya Jehan kala itu
Naahhh itu lah kisah Jehan, kenapa Jehan bisa sesayang itu sama zelle, karena Jehan ingat sama kakanya yang punya kondisi seperti zelle, Jehan merasa ingin menjaga zelle, dan membantu zelle untuk sembuh
Flashback off
Zelle memeluk Jehan yang masih menangis, zelle membiarkan Jehan menangis agar lebih tenang
Setelah lama mangis kini Jehan ternyum menatap zelle
"Thanks ya zell"
Zelle mengangguk dan tersenyum.
"Yaudah sekarang pulang yu" Ajak zelle
Jehan dan zelle pun pergi meninggalkan taman kota
__ADS_1