
"Pokonya gue gak ngizinin lo masuk kerja dulu" Kekeh Jehan
Sebenarnya zelle belum di perbolehkan untuk pulang dari rumah sakit
Namun karena zelle memaksa dengan amat terpaksa Jehan mengabulkannya
Dan sekarang zelle dan Jehan sudah berada di rumah zelle
"Je pleaseee gue gak bisa diem terus" Mohon zelle
"Seminggu dulu zel, cuma seminggu, lo bisa jalan jalan atau baca buku favorit lo, atau ngelakuin hal yang lo suka gitu" Tutur Jehan
"Gue cuma mau kerja gak mau yang lain, yah pleaseee" Zelle harus bisa membujuk Jehan
Jehan menghembuskan nafas kasar "sungguh sangat keras kepala" Batin Jehan
"Ok, lo boleh masuk kerja, tapi dengan satu syarat" Ucap Jehan
"Apah" Tanya zelle penasaran
"Lo harus tinggal di apartemen gue untuk beberapa saat, kalo lo nolak gue bakal pecat lo sekalian" Final jehan, ucapan terakhir Jehan hanya ancaman saja agar zelle mau
Jehan hanya ingin memantau kondisi Sahabat nya ini
Mungkin banyak segelintir orang berfikir jika Jehan terlalu lebay memperhatikan zelle
Namun bagi Jehan penyakit zelle tidak bisa di anggap remeh, dia sangat senang menjaga zelle, dia tidak merasa terbebani sama sekali
Jehan sudah memanggap zelle seperti kakanya sendiri, meskipun umur mereka sama hanya beda bulan saja, tapi tetap saja, Jehan sangat menyayangi zelle
Dia akan sangat marah jika ada yang berbicara buruk tentang zelle, masa bodo jika orang berbicara buruk tentangnya tapi tidak untuk zelle
Meskipun orang berfikir zelle seperti wanita kuat namun itu hanya fikiran orang saja
Zelle sangat spesial baginya, kenal zelle adalah anugrah yang indah bagi Jehan
Jehan juga berharap agar setiap orang bisa menjaga orang tersayang nya dengan baik, apalagi jika orang tersebut memiliki kelebihan yang spesial
"Oke oke gue mau" Pasrah zelle
"Nah gitu dong" Senang Jehan
"Ok sekarang kita siapin baju baju lo yang mau di bawa ke sana" Sambung Jehan dengan semangat
"Sekarang? Jeeee gak sekarang juga kali" Kesal zelle
Jehan langsung melotot kepada zelle, zelle langsung mencebikan bibir
Dengan kesal zelle menuju kamarnya
__ADS_1
Setelah selesai packing barulah keduanya keluar dari rumah zelle dan langsung menuju apartemen Jehan
🤍🤍🤍🤍🤍
"Kapan kita bisa ketemu sama kaka kamu quen? " Tanya nyonya Ririn
"Mah please, jangan nanya itu terus, quen pusing" Jawab queni
"Apa mamah juga gak liat keadaan kak zelle tadi, sebenarnya apah yang udah mamah sama papah lakuin ke kak zelle sampai sampai kak zelle seperti itu" Tanya queni penasaran
Nyonya Ririn terdiam cukup lama sebelum menjawab pertanyaan queni
"Mamah gak berbuat apa-apa sama kakak kamu, papah hanya bersikap mendisiplinkan kakak kakak kamu, tapi mungkin terlalu berlebihan" Terang nyonya Ririn
Queni meraup wajahnya dengan kasar, sungguh dirinya seperti orang bingung saja
Saat queni tengah duduk dengan kebingungan yang melanda, ponselnya berdering
Queni melihat ponselnya dan tidak ada nama yang tertera
Queni tak menggubris dering ponselnya namun ternyata tak berhenti juga, dengan kesal queni langsung menjawab panggilan itu dengan marah marah
"Ck... Siapa sih yang ganggu orang, gak tau orang lagi---"
"Lagi apa hah" Potong orang di sebrang telfon
DEG!!!
"T--uu-an" Ucap queni gagap
"Dimana kamu sekarang, temu saya diruangan saya sekarang" Perintah lexi
"Tapi tuan saya kan ngambil izin, jadi sa--"
"Sekarang atau saya pecat" Ancam lexi dan langsung memutuskan sambungan telepon nya
"iiiiihhh kesel bangeeettt" Grutu queni
"Mah aku mau ke kantor, mamah disini ajah, dan ingat jangan samperin kak zelle tanpa aku" Ucap queni
"Iyah kamu hati hati" Jawab nyonya Ririn
"Aku berangkat" Pamit queni
Selama perjalanan menuju kantor, queni tak henti hentinya mengomel
Bahkan sampai di parkiran kantor pun queni masih saja mengumpat
Queni memandang gendung tinggi itu dengan perasaan dongkol
__ADS_1
Dan saat queni masuk kedalam perusahaan dengan pakaian santainya semua pegawai menatap bingung
"Quen, bukannya lo izin gak masuk yah" Tanya salah satu karyawan
"Ada orang gila yang nyuruh gue dateng ke kantor" Kesal queni
Queni melanjutkan langkah nya menuju ruangan big boss nya
Saat sudah sampai di depan pintu ruangan lexi, queni langsung merapalkan doa doa
Saat pintu ruangannya di buka, queni melihat lexi yang tengah serius menatap kertas di meja nya
"Duduk" Ucap lexi tiba-tiba masih dengan posisi menunduk menatap berkas
Queni agak kaget, namun queni langsung duduk di sofa ruangan lexi
Lexi menutup berkasnya dan menghampiri queni
Lexi duduk di depan queni yang hanya terhalang meja
"Tuan ada keperluan apa menyuruh saja untung datang dan menemui tuan? " Tanya queni dengan tidak sabar dan penasaran
Bukannya langsung menjawab pertanyaan karyawan nya ini, Lexi malah menatap intens queni
Dan tentu saja itu membuat queni tak nyaman
"Haissss... Ni orang kenapa malah ngeliatin gue sampe segitunya sih" Batin queni
"Apa dia akan menjawab bohong pertanyaan gue" Pikir lexi
"Tujuan kamu kerja di perusahaan saya apah? " tanya lexi tiba-tiba
"Hah? dia nyuruh gue ke kantor mau nanya itu" batin queni dengan kesal, namun sebisa mungkin queni bersikap biasa saja
"Kerja pak" Jawab queni
"Yakin hanya itu? " telisik lexi
"Iyah hanya itu" jawab queni lagi
"Kamu datang dari kota A dan datang ke sini hanya untuk bekerja saja? " Lexi makin mencecar queni
"Tuan sebenarnya kenapa menanyakan saya dengan pertanyaan itu, jika saya ada tujuan lain selain bekerja, apa urusan nya dengan tuan" Queni yang tidak bisa menahan emosinya akhirnya meluapkan nya
Lexi tersenyum smirk mendengar kekesalan queni
Queni makin meradang melihat Lexi yang tertawa
"Kalo tidak ada yang ingin tuan tanyakan lagi saya ingin--"
__ADS_1
"Apa karena zelle" Celetuk Lexi
DEG!!