
Keadaan dirumah jehan cukup tegang sekarang
"Kamu pecat dia dari perusahaan atau tidak perlu berteman dengan dia" Tuan levronka memberi pilihan sulit untuk jehan
"Pah, papah kenapa kaya gini sama jehaann, jehan ini anak papah atau boneka papah" Suara jehan terdengar bergetar
Saat nyonya levronka ingin bersuara, tuan levronka memberi kode agar tak perlu ikut campur
sedangkan jehan yang melihat itu tersenyum geli
"Mamah tak perlu menjadi Hiro sekarang, bila mamah ingin melakukan itu, seharusnya lakukan saat kaka masih hidup" Ujar jehan dengan tersenyum smirk
"Tak perlu bahas itu" Ketus tuan levronka
"Itulah kenyataan nya" Sarkas jehan dengan emosi
"Papah akan memecat wanita itu sekarang, tak ada penolakan atau bantahan dari kamu, karena ini keputusan papah"
Sudah jehan tebak, itulah keputusan pada akhir nya
"Kalau sudah papa putuskan untuk apa papah meminta jehan memilih?? Benar- benar MEMUAKAN"
"Lakukan apa yang ingin papah lakukan,, sekalipun jehan bunuh diri pa--"
PLAK!!!
Tuan levronka langsung menampar pipi jehan sebelum jehan selesai dengan kata-kata nya
Karena tamparan tuan levronka cukup keras, pipi jehan langsung merah dan bibir nya sedikit robek
bukannya merasa sakit karena tamparan itu,, jehan malah tertawa dan langsung menatap tuan levronka dengan sinis
"Ada yang salah dengan ucapan jehan? " Tanya jehan dengan terus menatap papahnya
"Bicaralah lah dengan sopan terhadap orang tua" Ujar tuan levronka dengan mengalihkan pandangan dari putri nya itu
Jehan langsung membuang muka dan tertawa dengan keras
HAHAHAHAAHA!!!!
"Sopan? papah ingin di hargai sebagai orang tua? " Tanya jehan dengan nada mengejek
__ADS_1
"Tapi papah tidak pernah menghargai anaknya sedikit pun,, tanpa papah beritau, jehan pun bisa bersikap sangaaaatt sopan terhadap papah jika papah bisa menghargai putri nya meski sedikit" Sambung jehan dengan emosi yang terus membuncah
"Jehan pergi" Jehan pun keluar dari rumah sebelum suasana makin buruk
Namun saat Jehan keluar dari pintu pagar rumahnya dirinya di kejutkan oleh kehadiran zelle yang tengah berdiri di depan pagar rumahnya
"Astaga" Jehan mengelus dadanya
"Udah selesai" tanya zelle seperti orang polos
"Haissshh... Udah bikin orang kaget malah nanya hal gak penting" kesal Jehan
"Udah selesai? " Tanya zelle kembali
Jehan membuang nafas berat, dan menatap zelle
"ayo balik" Ujar Jehan dengan menggaet tangan zelle
"Tapi ntar dulu, pesan taxi dulu" Ucap Jehan
setelah menunggu beberapa menit taxi pun datang
Taxi langsung meluncur menuju apartemen Jehan
sebenarnya Jehan sedikit bingung dengan diamnya zelle, dan mengapa orang ini bisa ada di rumah nya
Dan lebih baik Jehan menanyakan itu di apartemen saja
Sekitar 30 menit perjalanan, mereka pun sampai di apartemen
"Lo kenapa sih zell" Tanya Jehan saat sudah berada di dalam apartemen
"Lo yang kenapa" Ujar zelle balik
"Lah gue mah baik-baik ajah" Jawab Jehan dengan bingung
Zelle menggeleng dan memijit keningnya
"Je lo kenapa gak mau ikutin ke inginan orang tua lo" Tanya zelle serius
"Je please, lo mau ngebiarin hidup gue ancur ngikutin ke inginan mereka? " tutur Jehan sedikit kesal
__ADS_1
"Gak gitu maksud gue je.. huh.. yaudah lupain ajah" Balas zelle
"Besok gue udah gak kerja sama lo lagi dan besok gue mau balik kerumah gue" Sambung zelle
"Lo denger apa yang di omongin keluarga gue yah? " Selidik Jehan
"Ngomong apa sih lo nih, masuk kerumah lo juga gak, udah lah gue mau istirahat, capek gue" Memang zelle tak menguping pembicaraan keluarga Jehan, namun zelle sudah pastikan tuan levronka tidak akan mengizinkan zelle untuk bekerja di perusahaan nya lagi
Jehan pun akhirnya tidur juga, dirinya juga merasakan cape seharian ini
🤍🤍🤍🤍🤍
"Kaka beneran suka sama cewe tadi" Tanya quinsha penuh selidik
Lexi masih saja diam tak menjawab pertanyaan adiknya ini, dirinya masih memikirkan kejadian tadi
Memang Lexi sedikit bersalah karena mencium pipi zelle tanpa izin
'Aahhhhh' Lexi tiba-tiba memukul meja yang ada di ruang keluarga
"Ihhh kakaaaa... kaget tau gak sih" Kesal quinsha dengan mengelus elus dadanya
"Kamu jangan sekali-kali mempermainkan daddy lagi, jika kamu memang suka dengan wanita itu, bicarakan baik-baik dengan wanita itu" Tutur tuan Roderic yang sedari tadi melihat gerak gerik putra nya ini
"Kamu gak boleh mempermainkan perasaan wanita itu, mommy lihat dia wanita yang baik" Ujar nyonya aleta
"Quin juga setuju kalo kaka memang suka sama cewe tadi, cantik orangnya" Celetuk quinsha
Lexi memijit keningnya, 'Benar-benar menambah beban saja"Batin Lexi
"Biar Lexi yang urus semuanya" Jawab Lexi tiba-tiba
Kemudian Lexi langsung pergi dari ruang keluarga menuju kamarnya
"Lagian mommy sama daddy main jodoh jodohin kaka, seharusnya tanya dulu sama kaka , kaka punya pacar apah gak, kan jadinya gini, mana gak ngasih tau quin dulu lagi" Cerocos quinsha setelah kepergian Lexi
"Kaka kamu nya ajah yang gak pernah ngenalin cewe tadi ke mommy sama daddy, kan kita kira dia gak punya cewe" Jawab nyonya aleta
"Sudah-sudah, ini sudah larut, lebih baik istirahat" Ujar tuan Roderic
Dengan perasaan gondok mau tak mau quinsha pergi dan menuju kamarnya
__ADS_1
🤍🤍🤍🤍🤍
Guys please like, vote dan juga coment karya author yah, sampe sekarang masih sepi lapak author 😭😭😭😭