Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 72


__ADS_3

*Flashback Saat zelle berusia 18thn*


Saat ini zelle tengah duduk di bangku taman di kotanya, zelle masih menggunakan seragam Sekolah nya, dirinya enggan untuk pulang ke rumah


Zelle sudah tebak pasti saat ini tengah ada keributan di rumahnya, dan zelle ingin menghindari itu


Zelle tersenyum miris melihat beberapa orang yang tertawa riang bersama keluarganya


Di usia yang sudah dewasa ini, zelle semakin merasa enggan untuk berinteraksi dengan orang-orang


Zelle juga tak terlalu memikirkan orang-orang yang menggunjingnya jika dirinya tak mempunyai teman satu pun


Jika ada seseorang yang menawarkan dirinya ingin berteman dengan zelle, zelle tak merespon sama sekali, dia hanya diam saja


Zelle selalu berfikir, jika dirinya bisa melakukan segalanya sendiri kenapa kita harus butuh seseorang?


Zelle tidak pernah menceritakan kehidupannya kepada siapapun kecuali David kaka nya


Zelle merasa cukup hanya punya David, dirinya tak butuh seorang teman lagi ataupun sahabat


baginya, jika seorang kaka bisa menjadi teman sekaligus sahabat, kenapa harus orang lain?


Teman di luar sana hanya bisa memanfaatkan kita, tidak sepenuhnya tau tentang siapa kita, mereka bahkan hanya bersikap baik didepan kita tapi tidak di belakang?


Kehidupan zelle sudah sangat rumit, dirinya tak ingin dirumitkan lagi soal pertemanan..


Zelle yang terlalu nyaman duduk di bangku taman tak sadar jika matahari mulai terbenam


Haruskah dirinya pulang sekarang?


Tentu saja tidak!!


Tunggu 2 jam lagi, baru dirinya bisa pulang, itulah yang menjadi kebiasaan zelle sekarang saat pulang sekolah


Dirinya akan sampai dirumah saat jam 7 atau 8 malam, di saat itu papahnya sudah pergi entah kemana


*Dirumah Zelle


"Anak itu ke mana, selalu saja pulang terlambat" Oceh tuan Arbito


"Zelle kan sudah kls 12, dia sibuk belajar untuk masuk kuliah" Ujar nyonya Ririn


"Ck.. alasan saja, paling-paling nongkrong sama temennya" Tuduh tuan arbito


Nyonya Ririn menghela nafas berat, percuma jika dirinya berbicara apapun itu, suaminya ini tak pernah berfikir positif mengenai anaknya sendiri


"Zelle tak seperti itu" Celetuk seseorang


"Tau apa kamu, kamu juga sama seperti zelle, makanya kamu sampai sekarang menganggur, laki-laki macam apa kamu ini" Sarkasnya


"Dan papah, orang tua seperti apa papah ini? " Sarkas balik David


"DAVID?!! " Ucap nyonya Ririn dengan lantang


"Anak kurang ajar"


PLAK?!!!


HAAA!!!


"PAPAH?! " Teriak nyonya Ririn


Ternyata ada seseorang yang sedari tadi melihat keributan itu, dia adalah zelle


Zelle langsung keluar dari rumah saat melihat David di tampar oleh papah nya

__ADS_1


Zelle berlari tak tau arah sambil menangis


Zelle yang lelah karena terus berlari, dirinya menjatuhkan tubuhnya dia atas jalanan beraspal


Zelle memukul-mukul tangannya di atas jalanan aspal


"GUE BENCI, GUE BENCI, GUE BENCIIIIIIIIII HISKK....... " Zelle berteriak sangat lantang di tengah jalan


Karena sekarang sudah pukul 10 malam, jalanan sudah sepi, zelle yang tengah menangis tersedu-sedu tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya


sontak zelle terkejut dan langsung membalikan badannya


Ada 2 pria dengan perawakan yang menyeramkan bagi zelle


Zelle langsung berdiri dan hendak pergi dari tempat itu, namun dua pria itu langsung menahan zelle


"Mau kemana, ayo kita anter pulang" Ajak salah satu pria itu dengan memegang tangan kanan zelle


Zelle yang hendak menepis tangan pria itu namun gagal karena zelle langsung jatuh pingsan, bagian leher belakang zelle di pukul oleh pria satunya


"Bagus"


salah satu pria itu langsung menggendong zelle membawanya menuju rumah yang tampak kosong yang tak jauh dari tempat itu


Namun baru saja beberapa langkah menuju rumah kosong itu, dua pria itu di cegat menggunakan mobil


Orang yang berada di dalam mobil itu langsung keluar


"Mau di bawa kemana cewe ini" Tanya seorang pria yang keluar dari mobil


"Mau kita bawa pulang, iyakan" Ucap pria yang membopong zelle


"Kita anter pulang ajah kalo gitu, ayok" Ajak seorang pria yang berada di dalam mobil


"Ahhhh... gak, gak perlu, makasih, rumah gak jauh ko, gak papa" Tolaknya cepat


Dengan gerakan cepat, salah satu pria yang tengah berdiri di depan pria yang membopong tubuh zelle langsung mengambil zelle dari gendongan nya dan memasukan zelle kedalam mobil


"DEX SEKARANG" Teriak pria yang berada di dalam mobil


pria yang bernama dex itupun langsung menendang satu persatu pria yang membawa zelle


Dua pria itu langsung terpental di jalanan aspal dengan memegang perutnya


"Zer, bawa cewe ini ke hotel om gue yang deket sini, nanti lo balik lagi ke sini jemput kita" Perintah pria yang tadi memasukan zelle kedalam mobil


"Oke, Hati-hati" Jawab zero


Mobil pun tancap gas, dan sekarang duel satu lawan satu


"Lexi" Dex memberikan kode kepada Lexi


Lexi pun menganggukan kepala nya


Baku hantam pun terjadi, dan tak butuh waktu lama, Lexi dan dex sudah melumpuhkan dua pria itu


"MANTAP" ucap dex dan Lexi bersamaan


"Si zero kemana? " Tanya dex


"Bawa cewe itu ke hotel om gue" Jawab Lexi


"Lah ngapain lo bawa hotel bego" Ucap dex


"Gue gak tau alamatnya bodoh, udah biarin, nanti juga kalo sadar bisa pulang sendiri" Ujar Lexi

__ADS_1


"Terserah loh deh terserah" Pasrah dex


Dan kini mobil yang membawa zelle ke hotel datang


"Wah wah wah wah gilaaaaa" Zero terkejut melihat dua pria terkapar di atas aspal


"Mau di gimanain dua pria ini? " Tanya zero


Saat dex hendak menjawab, datang mobil dan berhenti di depan Lexi, dex dan zero


Dua pria bertubuh kekar keluar dari dalam mobil itu


"Maaf tuan saya terlambat" Salah satu pria kekar itu mendunduk di depan Lexi


" Ck.. sudahlah, bawa dua pria gila ini"Perintah Lexi


"Baik tuan" Jawab dua pria bertubuh kekar


"Ayo balik" Ajak lexi


"Lah cewe itu gimana? " Tanya zero


"Udah biarin, nanti juga kalo sadar balik sendiri, masih syukur kita tolong" Ujar Lexi


"Gak gitu juga kali lex, tu cewe pasti syok banget nanti kalo sadar" Omel dex


"Astaaagaaaa.... yaudah ayo ke hotel om gue" Pasrah Lexi


Ketiganya pun pergi menuju hotel itu


Dan saat sudah sampai di hotel itu baru saja Lexi, dex dan zero hendak menuju kamar zelle, Staff hotel memberhentikan mereka


"Maaf tuan, tuan tuan mau menghampiri gadis yang tadi tuan zero bawa? " Tanya staff wanita itu


"i--i--iyah" Jawab zero gagap


zero tau pasti Lexi dan dex akan marah marah pada dia selepas ini


"Wanita itu sudah pergi tidak lama ini, tapi barang barang nya masih ada di dalam kamar" Jelas staff itu


"Ah gitu, baik terimakasih" Jawab Lexi dengan bersikap biasa


Namun setelah staf itu pergi, Lexi langsung menarik zero dan dex menuju kamar zelle


dan saat sudah di kamar yang di tepati zelle, Lexi langsung mengomel


"Jelasin ke gue, gimana staf tadi bisa ngenalin lo" Cecar Lexi


Pasalnya, mereka bertiga sangat menutup identitas mereka


"Gue nunjukin kartu nama gue, lagian gak mungkin di umur gue yang 20 thn ini bawa cewe make baju sekolah mana penampilan tu cewe berantakan lagi, pasti staf hotel gak akan ngizinin gue masuk" Terang Lexi


"Ah bodoh" Kesal Lexi


"Lo urus jangan sampe itu staf bilang ke om gue atau ke daddy gue" Sambung Lexi


"Iyah Iyah" Jawab zero


"Dex bawa barang barang cewe tadi, kita balik" Ucap Lexi


Dex pun membawa barang barang milik zelle yang tertinggal, kemudian mereka pulang


TO BE CONTINUED


Belum selesai yah guys flasback nya, so tunggu cerita selanjutnya

__ADS_1


Please, like, coment, and vote guysss


THANKS ❤❤


__ADS_2