
Baik Jehan dan juga Lexi, kedua nya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pagi tadi
Pikiran kedua orang itu masih larut dalam perjodohan
"Lama-lama gue mati gantung diri nih" Monolog Jehan dengan kesal
"Sanah gantung diri" Celetuk zelle
Ternyata zelle mendengar apa yang di ucapkan oleh Jehan
"Dari kapan lo ada di sini" Tanya Jehan
"Dari semenjak lo marah-marah gak jelas" Jawab zelle
Zelle mendekat pada Jehan dan memberikan beberapa laporan di meja Jehan
"Oh Iyah tadi Lexi nelfon gue, dia bilang, kita di suruh ke kantor nya sekarang" Ucap zelle
"Astaga gue sampe lupa" Jehan lupa jika Lexi mengajaknya untuk bertemu
"Yaudah ayo, lo juga ikut" Ucap Jehan
Keduanya pun keluar dari ruangan Jehan dan menuju parkiran mobil
"Sebenernya ada apa sih je sama lo, dari pagi mood nya gak baik banget" Tanya zelle
"Ntar juga lo tau" Jawab Jehan
Setelah beberapa menit, mobil Jehan sudah sampai di parkiran mobil perusahaan Lexi
Keduanya keluar dari mobil dan berjalan masuk perusahaan Lexi
Melihat anak dari tuan levronka datang, hampir semua orang menunduk hormat
Namun Jehan dan zelle tak menggubris sama sekali, keduanya langsung saja masuk kedalam lift khusus, yang hanya boleh di gunakan untuk orang-orang penting saja
Lift pun berhenti dan langsung berhadapan dengan ruangan Lexi
__ADS_1
Jehan dan zelle langsung masuk kedalam ruangan Lexi
Ternyata di ruangan Lexi tidak hanya ada Lexi saja, di situ juga ada dex dan juga zero
"Jehan" Ucap zero
Jehan tak menanggapi, dirinya fokus menatap Lexi
Lexi ikut bergabung duduk di sofa
"Apa yang mau lo omongin ke gue, kalo lo mau bilang mau nerima perjodohan itu, gue gak akan mau sampe kapan pun" Cerocos Jehan
Semua orang di ruangan Lexi kaget dengan ucapan Jehan kecuali Lexi yang santai dengan ucapan Jehan
"Perjodohan? Kalian di jodohin? " Celetuk zero
"Gue nyuruh lo dateng ke sini buat minta bantuan lo dan juga zelle" Lexi menjawab ke khawatiran Jehan
"Minta tolong apah" Tanya Jehan penasaran
Zelle yang di pandang seperti itu membuatnya kikuk dan bingung
"Dan untuk zelle, lo harus jadi pasangan palsu gue" Lexi berbicara dengan gamblang nya
"APAA?!!! " Semua orang di ruangan itu terkejut dengan ucapan Lexi
"Gak, gak bisa, lo gak bisa ngomong kaya gitu ke zelle lex, lo ko egois banget" Sungut dex
"Kenapa lo bawa-bawa zelle ke masalah ini, gue gak setuju" Celetuk Jehan
"Lo sehat lex" Saut zero
Lexi tak menggubris ucapan Jehan, zero dan juga dex, pandangannya sedari tadi tak teralihkan pada zelle yang juga tengah menatap Lexi dengan pandangan yang sulit di artikan
"Atas dasar apa gue harus nerima permintaan konyol lo itu, sorry gue gak bisa" Tolak zelle dengan suara tegas nya
Lexi tersenyum smirk mendengar jawaban zelle yang menolaknya
__ADS_1
"Kalo gue bilang, gue Benar-benar suka sama lo gimana? " Tutur Lexi dengan serius
Tiba-tiba dex langsung menarik kerah baju Lexi dan membuat Lexi berdiri dari kursinya
"Lo kenapa maksa zelle buat suka sama lo hah?!! " Dex tersulut emosi dengan pengakuan Lexi barusan
Zero panik langsung memisahkan dex dan juga Lexi
Lexi merapihkan kembali jas nya yang tadi di tarik oleh dex
Lexi sama sekali tak tersulut emosi dengan ucapan dex
"Gue gak maksa zelle, gue hanya ingin dia jadi pasangan gue, kalo pun zelle menolak gue pastiin zelle tetap jadi pasangan gue" Ucapnya Lexi dengan percaya diri
Dex yang hendak membogem Lexi di tahan lebih dulu oleh zero
"Sabar, lo kenapa emosi gini sih" Sarkas zero
"Karena dia juga suka sama zelle" Celetuk Lexi
"STOPP!!!! " Teriak zelle
Semua orang langsung memandang zelle
"Bawa gue ketemu sama orang tua lo dan juga orang tua Jehan" Tutur zelle dengan serius
"WHAT?!! " Kaget Jehan
"Gak, gak bisa, lo kalo ngasih saran yang bener kali zel, lo mau bilang ke orang tua gue kalo lo itu pasangan Lexi gitu, gak gue gak bisa, nanti yang ada orang tua gue bakal berfikir buruk tentang lo zel" Jehan tak habis fikir dengan ucapan zelle
"Gue gak akan ngomong gitu je, lagian gue gak mau terlibat dengan urusan keluarga kalian berdua, bawa ajah gue ke keluarga kalian, ada yang harus gue omongin ke mereka" Tutur zelle
"Oke nanti malem dirumah gue" Saut Lexi
"Terserah deh, terserah gue udah pusing" Pasrah Jehan
Sedangkan dex dan zero ikut pusing dengan pembicaraan ke tiga orang itu
__ADS_1