Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 54


__ADS_3

Baik Jehan dan juga Lexi, kedua nya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pagi tadi


Pikiran kedua orang itu masih larut dalam perjodohan


"Lama-lama gue mati gantung diri nih" Monolog Jehan dengan kesal


"Sanah gantung diri" Celetuk zelle


Ternyata zelle mendengar apa yang di ucapkan oleh Jehan


"Dari kapan lo ada di sini" Tanya Jehan


"Dari semenjak lo marah-marah gak jelas" Jawab zelle


Zelle mendekat pada Jehan dan memberikan beberapa laporan di meja Jehan


"Oh Iyah tadi Lexi nelfon gue, dia bilang, kita di suruh ke kantor nya sekarang" Ucap zelle


"Astaga gue sampe lupa" Jehan lupa jika Lexi mengajaknya untuk bertemu


"Yaudah ayo, lo juga ikut" Ucap Jehan


Keduanya pun keluar dari ruangan Jehan dan menuju parkiran mobil


"Sebenernya ada apa sih je sama lo, dari pagi mood nya gak baik banget" Tanya zelle


"Ntar juga lo tau" Jawab Jehan


Setelah beberapa menit, mobil Jehan sudah sampai di parkiran mobil perusahaan Lexi


Keduanya keluar dari mobil dan berjalan masuk perusahaan Lexi


Melihat anak dari tuan levronka datang, hampir semua orang menunduk hormat


Namun Jehan dan zelle tak menggubris sama sekali, keduanya langsung saja masuk kedalam lift khusus, yang hanya boleh di gunakan untuk orang-orang penting saja


Lift pun berhenti dan langsung berhadapan dengan ruangan Lexi

__ADS_1


Jehan dan zelle langsung masuk kedalam ruangan Lexi


Ternyata di ruangan Lexi tidak hanya ada Lexi saja, di situ juga ada dex dan juga zero


"Jehan" Ucap zero


Jehan tak menanggapi, dirinya fokus menatap Lexi


Lexi ikut bergabung duduk di sofa


"Apa yang mau lo omongin ke gue, kalo lo mau bilang mau nerima perjodohan itu, gue gak akan mau sampe kapan pun" Cerocos Jehan


Semua orang di ruangan Lexi kaget dengan ucapan Jehan kecuali Lexi yang santai dengan ucapan Jehan


"Perjodohan? Kalian di jodohin? " Celetuk zero


"Gue nyuruh lo dateng ke sini buat minta bantuan lo dan juga zelle" Lexi menjawab ke khawatiran Jehan


"Minta tolong apah" Tanya Jehan penasaran


Zelle yang di pandang seperti itu membuatnya kikuk dan bingung


"Dan untuk zelle, lo harus jadi pasangan palsu gue" Lexi berbicara dengan gamblang nya


"APAA?!!! " Semua orang di ruangan itu terkejut dengan ucapan Lexi


"Gak, gak bisa, lo gak bisa ngomong kaya gitu ke zelle lex, lo ko egois banget" Sungut dex


"Kenapa lo bawa-bawa zelle ke masalah ini, gue gak setuju" Celetuk Jehan


"Lo sehat lex" Saut zero


Lexi tak menggubris ucapan Jehan, zero dan juga dex, pandangannya sedari tadi tak teralihkan pada zelle yang juga tengah menatap Lexi dengan pandangan yang sulit di artikan


"Atas dasar apa gue harus nerima permintaan konyol lo itu, sorry gue gak bisa" Tolak zelle dengan suara tegas nya


Lexi tersenyum smirk mendengar jawaban zelle yang menolaknya

__ADS_1


"Kalo gue bilang, gue Benar-benar suka sama lo gimana? " Tutur Lexi dengan serius


Tiba-tiba dex langsung menarik kerah baju Lexi dan membuat Lexi berdiri dari kursinya


"Lo kenapa maksa zelle buat suka sama lo hah?!! " Dex tersulut emosi dengan pengakuan Lexi barusan


Zero panik langsung memisahkan dex dan juga Lexi


Lexi merapihkan kembali jas nya yang tadi di tarik oleh dex


Lexi sama sekali tak tersulut emosi dengan ucapan dex


"Gue gak maksa zelle, gue hanya ingin dia jadi pasangan gue, kalo pun zelle menolak gue pastiin zelle tetap jadi pasangan gue" Ucapnya Lexi dengan percaya diri


Dex yang hendak membogem Lexi di tahan lebih dulu oleh zero


"Sabar, lo kenapa emosi gini sih" Sarkas zero


"Karena dia juga suka sama zelle" Celetuk Lexi


"STOPP!!!! " Teriak zelle


Semua orang langsung memandang zelle


"Bawa gue ketemu sama orang tua lo dan juga orang tua Jehan" Tutur zelle dengan serius


"WHAT?!! " Kaget Jehan


"Gak, gak bisa, lo kalo ngasih saran yang bener kali zel, lo mau bilang ke orang tua gue kalo lo itu pasangan Lexi gitu, gak gue gak bisa, nanti yang ada orang tua gue bakal berfikir buruk tentang lo zel" Jehan tak habis fikir dengan ucapan zelle


"Gue gak akan ngomong gitu je, lagian gue gak mau terlibat dengan urusan keluarga kalian berdua, bawa ajah gue ke keluarga kalian, ada yang harus gue omongin ke mereka" Tutur zelle


"Oke nanti malem dirumah gue" Saut Lexi


"Terserah deh, terserah gue udah pusing" Pasrah Jehan


Sedangkan dex dan zero ikut pusing dengan pembicaraan ke tiga orang itu

__ADS_1


__ADS_2