
"Zelle lo ada di dalem gak, zell, zell, zell" Jehan sudah berulang kali mengetuk pintu rumah zelle namun tak ada suara dari dalam
Jehan sudah pulang dari luar negeri dari kemarin, kini Jehan mengunjungi rumah zelle, namu seperti nya zelle tak ada di dalam
"Ni anak kemana sih, ponselnya mana gak aktif lagi" Monolog Jehan
"Dari kapan lo berdiri di situ" Tiba-tiba zelle muncul di belakang Jehan dengan membawa kantung belanja
Jehan langsung membalikkan badan dan memeluk zelle dengan erat tanpa memperdulikan zelle yang kesulitan bernafas dan bergerak karena Jehan memeluk nya terlalu erat
"Gu--e gak b--i--sa nafas" Zelle berbicara dengan terbata bata
"Ah sorry sorry... Hehe" Jehan langsung melepaskan pelukannya dan menggaruk tengkuknya yg tak gatal sambil tersenyum manis
"Minggir gue mau masuk" Ucap zelle
Jehan cemberut dan langsung memiringkan badannya guna memberi jalan untuk zelle
"Lo gak kangen gitu zell sama sahabat lo yang satu ini, lo tau gak sih gue di sana mikirin lo terus tapi lo nya mal---"
"Ngomel nya nanti ajah, bantuin gue bawa barang nih" Zelle memotong ucapan Jehan dan memberikan sedikit belanjaannya pada Jehan kemudian langsung masuk kedalam rumah nya
Mulut Jehan langsung komat kamit seperti mbah dukun, dirinya amat kesal dengan zelle yang always bikin stok sabarnya berkurang
Jehan mengikuti zelle masuk kedalam rumah dan menaruh barang belanjaannya di dapur
"Lo udah sarapan" Tanya zelle
"Udah" Jawab Jehan
Keduanya masuk kedalam kamar zelle dan duduk di balkon
"Kesibukan lo sekarang apah zell setelah resign dari Caffe" Tanya Jehan serius
"Ngelamun" Jawab zelle agak ngawur meskipun terkadang memang suka melamun
Jehan langsung memasang ekspresi cengo
__ADS_1
"Cih terserah lo deh"
Terjadilah obrolan timur ke barat alias obrolan yang tak jelas
.........
"Mamah mohon sama kamu, untuk waktu dekat jangan cari kaka kamu dulu" Ucap nyonya Ririn pada queni
Setelah bersusah payah membujuk putrinya untuk berbicara akhirnya queni mau di ajak bicara
"Mah please yah, aku mau ketemu mamah bukan buat cegah aku untuk ketemu sama kaka" Queni tak habis pikir dengan apa yang di ucapkan Mama nya ini
"Aku mau ketemu mamah untuk denger penjelasan mamah bukan malah larang aku untuk ketemu sama kaka" Sambung queni
"Akan ada waktunya mamah cerita semua ke kamu tapi gak sekarang,, kamu tau sendiri kaka kamu sekarang makin jauh dari kamu setelah kamu bilang sudah ketemu sama kaka,, please mama gak mau kamu jauh dari mama juga, mama udah gak punya siapa siapa selain kamu sama kaka kamu" Nyonya Ririn memberikan penuturan cukup panjang pada queni
Bukannya queni luluh mendengar penjelasan Mama nya ini, queni malah tersenyum smirk
"Yang buat aku jauh dari mamah sekarang itu bukan aku, tapi mamah sendiri!!"
Nyonya Ririn menundukkan kepalanya dengan tangan terkepal menahan agar tidak nangis kala mendengar ucapan putri bungsu nya ini
"Mah please hiksss.. Aku butuh penjelasan mamah hikss... " Queni sudah tak sanggup menahan air mata yang sedari tadi di tahan dadanya sungguh sesak seperti terhimpit beban berat
Tak jauh beda dengan queni nyonya Ririn pun menangis melihat queni menangis, hati nya pun sungguh sakit dirinya sungguh tak sanggup untuk berbicara
Namun nyonya Ririn harus kuat demi Putri nya, nyonya Ririn menarik nafas dalam dalam dan memandang queni yang masih menangis tertunduk
Nyonya Ririn memegang kedua tangan queni dengan lembut dan berbicara
"Bawa kaka kamu untuk ketemu sama mamah disitu kamu akan tau apa yang terjadi"
Queni langsung mengangkat Kepala nya dan memandang mama nya dengan air mata yang tak berhenti
Kemudian queni berdiri dan meninggalkan mamahnya sendiri
Melihat queni yang tiba-tiba pergi disitu tangis nyonya Ririn pecah
__ADS_1
"Maafkan mamah sayang hikss.. Hikss"
......
"Ah gila capek banget gue" Keluh dex
Dex dan Lexi baru saja selesai dengan pertemuan pertemuan para petinggi perusahaan dari luar
Keduanya kini duduk di sofa ruangan Lexi
"Jadwal selanjutnya apah" Tanya Lexi dengan duduk tegak dan memegang ponselnya
"Gak ada jadwal lagi" Jawab dex dengan posisi masih sandaran di sofa
"Gue mau keluar, gue mau liat restoran gue sekalian ketemu sama zero" Ucap Lexi
"Terserah lo deh, gue mau istirahat bentar, gue kurang tidur semalem" Dex tak peduli apa yang ingin dilakukan Lexi, dirinya benar benar ingin tidur sebentar karena selama dirinya begadang
Lexi pun jalan keluar dari ruangan nya meninggalkan dex yang tiduran di sofa
Lexi langsung masuk kedalam lift, lift pun berhenti, Lexi pun keluar dari lift
Karena Lexi tadi menaruh mobilnya di depan pintu utama perusahaan alhasil Lexi pun mau tak mau lewat pintu utama
Melihat pemimpin perusahaan jalan keluar dari dalam lift semua karyawan langsung menundukkan Kepala dan cukup terkejut
Karena biasanya Lexi tidak lewat pintu utama
Lexi tak menghiraukan respon karyawannya dirinya lanjut jalan, namun saat hendak keluar dari pintu, Tiba-tiba tak sengaja ada yang menabrak Lexi
"Maaf maaf gue gak sengaja" Ucap queni yang menundukan Kepala tanpa melihat siapa yang di tabraknya dan langsung lari masuk kedalam perusahaan
Berbeda dengan Lexi, Lexi agak terkejut melihat queni dengan wajah sembab dan mata merah, Lexi tak sengaja menatap wajah queni, niatnya Lexi ingin mengumpat namun tak jadi karena melihat wajah karyawan nya itu
Tak mau ambil pusing Lexi langsung lanjut jalan dan masuk kedalam mobilnya
Jangan lupakan para karyawan yang melihat kejadian itu, mereka cukup terkejut namun tak berani untuk merumpi
__ADS_1