Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 62


__ADS_3

Jovan kini sudah menunggu zelle sekitar 7 jam, zelle masih saja belum sadarkan diri


Dan dokter juga memberitahu jika zelle hanya kelelahan, syok dan banyak fikiran


Jovan merasa bersalah karena memberitahu zelle terlalu terburu buru dan tanpa melihat kondisi zelle


Jovan masih setia duduk di kursi roda memandangi wajah zelle


Saat tengah menunggu zelle, ponsel jovan berdering, jovan melihat, ternyata jehan yang menelfon


"iyah apah je" Tanya jovan


"Lo beneran kecelakaan jo, ko lo gak ngasih tau gue sih, lo sekarang gimana? Baik baik ajah kan? Dirumah sakit mana lo dirawat, kasih tau gue cepet" Desak jehan


"Nanyanya satu satu kali je, gue udah baik baik ajah, sekarang gue lagi nunggu zelle siuman" Tutur jehan


"ZELLE PINGSAN?" Jehan sedikit teriak dan membuat jovan menjauhkan ponselnya dari telinga


"Gak usah teriak je astaga, iyah zelle pingsan" Ujar jovan


"Yaudah kasih tau gue ada dirumah sakit mana buru" Desak jehan kembali


"Iyah gue kirimin nih lokasinya" Ucap jovan


Saat selesai menelfon dengan jehan, zelle ternyata sudah sadar dan kini matanya menatap jovan dengan bingung


"Zell, huh... Syukur lo udah sadar, masih pusing atau ada yang sakit, mau gue--"


"Ceritain semuanya" Potong zelle cepat


Jovan menundukan kepala dalam dalam dan menarik nafas nya dengan cepat


"Tunggu di sini sebentar" Ucap jovan

__ADS_1


Jovan pun keluar dari ruang rawat zelle dan menuju ruangannya yang ada di sebelah ruang rawat zelle


Jovan mengambil sesuatu dari dalam laci dan membawanya menuju zelle


Saat sudah berdiri di samping brankar zelle yang tengah duduk menyandar, jovan menyerah kan sebuah surat pada zelle


"Bacalah" Ujar jovan


Zelle menerima surat dari jovan dengan tangan gemetar


Perlahan lahan zelle membuka suratnya


...'Teruntuk adik abang yang manis.. Zeze'...


Baru saja zelle membaca awalnya, zelle sudah meneteskan air matanya, zelle sangat merindukan abangnya ini


apalagi saat abangnya menuliskan namanya dengan nama kesayangan abangnya ini, abangnya ini lebih suka memanggil zelle dengan sebutan zeze, terdengar manis alasanya, zelle pun tak mempermasalahkan nya


'Abang' Gumam zelle dengan suara bergetar


...'Sudah abang pastikan, kamu sedang menangis bukan? Berhenti lah menangis, kamu sekarang sudah dewasa, bukan lagi anak kecil yang selalu abang jaga... ...


...Tapi... kamu boleh menangis jika kamu memang tidak sanggup untuk menahannya, tapi abang sangat yakin, sekarang kamu tumbuh menjadi wanita yang kuat bukan? bukan lagi zelle yang sering merengek pada abangnya ini hehe... '...


zelle berhenti sejenak membaca suratnya, karena zelle benar-benar merasa sesak sekali


Zelle memukul-mukul dada nya yang amat sesak dan sesekali zelle juga terisak, zelle mengelus suratnya dengan lembut


Dan setelah merasa lebih tenang, zelle pun melanjutkan membaca Surat nya, dan terlihat, lanjutan suratnya lebih serius kali ini


...'Bagaimana kabar kamu sekarang? Apakah lebih baik atau malah sebaliknya? Maafkan abang yang terlalu cepat meninggalkan zeze, abang terlalu bodoh saat itu, tolong, tumbuhlah menjadi wanita kuat, wanita yang sulit untuk di tumbangkan oleh lawannya'...


...'abang tau, mungkin sekarang kamu membenci mamah dan juga quen, Tolong jangan benci mereka, mereka hanya patuh terhadap aturan papah, meskipun zeze tidak ingin lagi hidup dengan mamah dan juga quen, setidaknya maafkan mereka, kaka tau kamu bukan pendedam yang bodoh'...

__ADS_1


...'Hidup lah dengan baik, sekarang biarkan zeze menikmati hidup dengan beban yang lebih ringan, abang akan sangat bahagia di surga jika zeze juga hidup dengan baik di sana, Dan juga..Menikahlah dengan pria yang bisa menjaga, menghargai dan pastinya mencintai adik abang yang manis ini, Abang sangat merindukan zeze'...


Zelle langsung memeluk surat itu dengan erat dan air mata yang terus mengalir dengan cepat


Jovan yang melihat zelle selesai membacanya, langsung mendekat pada zelle dan memeluk zelle dengan erat


"Menangislah, keluarkan semuanya" Hati jovan juga bergemuruh, dirinya merasa bersalah karena baru mengingat zelle sekarang


sudah jovan pastikan, zelle pasti mengalami kesulitan selama ini, ahh betapa bodohnya jovan


Tapi jovan sedikit berterimakasih akan kecelakaan ini, karena berkat kecelakaan ini, jovan mengingat zelle, mungkin dokter salah akan bicara jika kecelakaan sekarang malah memperparah ingatannya


"HIKS... HIKSS... HIKSS.... Abang...... " Zelle semakin terisak dalam pelukan jovan, dan jovan pun semakin erat memeluk zelle


Saat jovan tengah menenangkan zelle, Jovan mendengar suara pintu ruangan zelle dibuka oleh seseorang, jovan memalingkan wajah sedikit untuk melihat siapa yang masuk


Ternyata itu jehan dann??? Lexi?? 'Untuk apa pria itu datang dengan jehan kesini' Pikir jovan


Jovan langsung memberi isyarat agar jehan diam terlebih dahulu


jehan yang awalnya syok melihat zelle yang menangis tersedu sedu dan terus memanggil 'Abang'


Jehan dan Lexi pun duduk di sofa ruangan itu, membiarkan keadaan lebih baik dahulu


Namun Lexi merasa tak suka melihat jovan yang memeluk zelle dengan begitu erat, Dan entah mengapa Lexi merasakan sakit melihat zelle yang menangis seperti itu


🤍🤍🤍🤍


Dari kalian yang bertanya tanya siapa sih sebenarnya jovan itu dan apa kaitannya jovan dengan zelle dan abangnya zelle?


Nanti author ceritain di bab selanjutnya yah, sooooo tunggu yahhh


Dan jangan lupa like, coment, vote juga yahhhh

__ADS_1


Terimakasih 🙏🤍🤍


__ADS_2