Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 71


__ADS_3

Seperti janji Lexi kemarin malam, pagi ini Lexi datang menjemput zelle untuk membawanya ke suatu tempat


"Lo mau bawa gue kemana " tanya zelle


"Tar juga lo tau" Jawab Lexi sambil fokus mengemudi


Zelle pun berhenti bertanya


"Mending lo tidur ajah, masih lama sampai nya" Ucap Lexi


Zelle pun dengan nurut memejamkan matanya, jujur saja, zelle memang masih mengantuk karena semalam dirinya tidak bisa tidur


Lexi tersenyum melihat zelle yang nurut saat dia suruh tidur


'Menggemaskan' Bantin Lexi


Dan kini sudah satu jam perjalanan, zelle terbangun


Zelle merenggangkan otot-otot tubuhnya dan menyesuaikan pandangannya


"Masih belum sampe juga" Tanya zelle


"Bentar lagi" jawab Lexi


Dan sekarang, mobil Lexi masuk kedalam sebuah gedung tua yang menjulang tinggi


"Lo ngapain ngajak gue ke sini" Tanya zelle curiga


"Ckk.. gue gak bakal berbuat aneh, santay ajah" Ujar Lexi yang tau fikiran zelle


Kini mobil Lexi berhenti di basement gedung itu


"Ayo turun" Ajak Lexi


zelle dengan nurut keluar dari mobil Lexi dan mengikuti Lexi masuk kedalam gedung itu


Lexi yang jalan lebih dulu dan melihat zelle yang tertinggal jauh darinya pun memberhentikan langkahnya dan menghampiri zelle


"Jangan ngelamun" Ujar Lexi dengan menggaet tangan zelle


"Eh" zelle cukup kaget saat Lexi memegang tangannya


kini Lexi dan zelle berhenti di depan pintu yang cukup lebar


Lexi menjentikkan jarinya dan pintu itupun terbuka lebar


Lexi yang masih memegang tangan zelle pun mengajak zelle masuk kedalam ruangan itu


"Ayo"


Zelle yang sedikit takut dengan situasi ini pun menarik tangannya yang di pegang Lexi


"Lo jelasin ada apa, atau gue pulang" Ancam zelle dengan serius


zelle kini mulai keringat dingin, entah mengapa bayang-bayang saat dirinya dibawa oleh dua pria yang mungkin sudah memperkosa nya makin teringat jelas


Zelle memundurkan langkahnya dengan perlahan saat Lexi mendekat


"Percaya sama gue" Lexi langsung memegang kedua pundak zelle dan menatap zelle dengan lembut


"Tarik nafas, buang perlahan" Perintah Lexi, Lexi yang melihat zelle gugup dan keringat bercucuran langsung menenangkan nya


Zelle pun mengikuti saran Lexi, dan zelle kini mulai masuk keruangan itu dengan Lexi yang memegang tangannya


Ruangan itu benar-benar gelap sekali, dan sekarang Lexi dan zelle menghentikan jalannya, zelle pikir sekarang dirinya berada di tengah-tengah ruangan


dan seketika lampu di ruangan itu menyala terang dan ada lampu yang menyoroti dua pria yang tengah duduk di kursi dengan tangan dan kaki terikat, tak lupa juga mulut yang di tutup


Mata zelle langsung melotot dan langsung bersembunyi di belakang Lexi


zelle juga reflek memeluk tubuh Lexi dengan sangat erat, Lexi tentu cukup terkejut melihat reaksi yang zelle berikan


"Lex gu--gu--e ta--kut" Zelle berbicara dengan tubuh bergetar dan suara yang terbata-bata


Lexi merasakan punggungnya yang basah, zelle sekarang tengah menangis

__ADS_1


Lexi langsung mengelus tangan zelle


"Hey tenanglah" Ucap Lexi


Lexi berusaha untuk membuat zelle menatap dua pria yang tengah terikat itu, namun zelle langsung menggeleng kuat


"Lex gu---"


'BRUK!!! '


Zelle tiba-tiba pingsan, dan tentu saja Lexi terkejut dan langsung membalikan badannya melihat zelle yang sudah terbaring di lantai


Lexi dengan sigap menggendong zelle


'Kurangajar' Geram Lexi


"Lex!! " Ucap dua orang dengan terkejut


"Gue bawa zelle dulu, jangan lakuin apapun sebelum gue dateng" Perintah Lexi


Dua orang itu mengangguk


"Gila, se trauma itu si zelle" Ujar dex


"Wajar sih" Jawab zero


Zero dan dex sedari tadi sudah ada di ruangan yang sama dengan Lexi dan zelle


hanya saja, dex dan zero bersembunyi, dirinya akan keluar jika diberi aba-aba oleh Lexi


namun malah kejadian hal seperti tadi


"Kalian jaga dua orang ini" Perintah dex pada segerombolan pria berbaju hitam


"BAIK TUAN" Jawab mereka dengan kompak


dex dan zero pun keluar dari ruang itu, dirinya ingin menghampiri Lexi


"Emang lo tau si Lexi bawa zelle kemana? " Tanya zero


"Ck.. Kalo orang pingsan dibawa kemana? Kuburan? " Kesal dex


"Yah itu lo tau, pake nanya lagi" Ucap dex


Saat zero hendak berbicara, dex mendahului


"Lexi bawa zelle ke rumah sakit dekat sini, udah stop nanya" Terkadang dex kesal jika zero menunjukkan sisi lemot nya


Dex pun kembali fokus mengemudi


Dan tak lama, dex dan zero sudah sampai di rumah sakit


dex sudah tau Lexi membawa zelle keruangan mana


"Gimana keadaan zelle" Tanya dex pada Lexi yang tengah duduk menunggu zelle sadar


"Kita lakukan sekarang" Lexi berdiri, menatap dex dan zero dengan aura yang menyeramkan


dex dan zero saling tatap, mereka bingung apa yang akan dilakukan Lexi, 'apakah Lexi akan langsung membunuh dua pria itu? ' pikir dex dan zero


"Zero, lo ikut gue, dan lo dex, lo urus persiapan konferensi pers besok, gue gak mau ada kesalahan sekecil pun malam ini dan besok" Perintah Lexi


"Konferensi pers? " Beo dex


"Maksudnya gimana, Lo mau ngumumin apah? " Tanya dex semakin bingung


"Gak usah banyak tanya, lo lakuin ajah" Sarkas Lexi


"Ck.. Iyah Iyah" Pasrah dex


Dex pun langsung meninggalkan ruang inap zelle


"Ayo" Ujar Lexi pada zero


"Zelle? " Tanya zero

__ADS_1


"Dia ada yang jaga" Ucap Lexi


Zero pun mengikuti Lexi, mereka menuju gedung yang dimana Lexi menyandra dua pria tadi


Lexi mengemudi mobil seperti pembalap handal, zero berpegangan dengan sangat erat


Tak butuh waktu lama, kini mereka berdua sudah sampai di gedung tua itu, kedua nya langsung menuju ruangan dimana dua pria itu di ikat


Saat pintu ruangan di buka, Lexi benar-benar menunjukkan aura yang berbeda dari biasanya


Lexi berjalan cepat mendekat pada dua pria yang sedang di ikat


Lexi menarik paksa tutup kepala pada dua pria itu


Kedua pria itu langsung melotot kan matanya kala melihat Lexi di depan mereka


Kepala mereka langsung menggeleng kuat, kedua pria itu benar-benar takut melihat Lexi


Lexi tersenyum bak seorang psikopat, Lexi memakai sarung tangan yang biasa di gunakan dokter untuk membedah


Lexi mengeluarkan suntikan yang ada di dalam saku jas nya


Lexi makin mendekat pada salah satu pria yang terikat, Lexi membisikan sesuatu


"Apakah kau sudah pernah melihat manusia cosplay menjadi ikan yang terkapar di tanah"


pria itu menggeleng kuat, pria itu menggeleng bukan berarti dirinya menjawab bisikan Lexi, melaikan dirinya sangat takut dengan apa yang akan di lakukan Lexi


Lexi pun kembali berbisik


"Akan saya tunjukan seperti apa mereka"


Lexi menyuntikkan suntikan yang dia pegang pada pria itu


setelah menyuntikan suntikan nya, lexi menendang kursi pria itu dengan sangat kuat hingga kursi nya patah


dan tak butuh waktu lama, pria itu langsung kejang-kejang dan terkelepak-klepak seperti ikan yang terdampar di tanah


Lexi tersenyum puas


Kali ini Lexi menatap pria satunya, pria itu langsung menggerakan tubuhnya dengan kuat, dia berusaha untuk terlepas dari ikatan itu, namun nihil


"Temanmu itu sangat payah, hanya satu suntikan langsung seperti itu, ck.. ckk.. ck.. " Bisik Lexi pada pria itu


Lexi menepuk pipi pria itu sedikit kuat


"Tenanglah, saya akan memberikan sesuatu yang berbeda untuk mu, sesuatu yang spesial" Bisik Lexi


Lexi mengeluarkan satu suntikan baru


"Ini hanya akan membuat seseorang seperti mati sekejap, jadi tenang lah"


Lexi langsung menyuntikan suntikan kedua nya pada pria itu, dan Lexi juga melakukan hal yang sama yaitu menendang kursi hingga kursinya patah


Pria itu tak menunjukan reaksi apapun saat tergeletak di lantai, seperti mayat


1.....2......3.....


Saat lexi selesai menghitung, pria itu tiba-tiba muntah darah dan kejang-kejang hebat


'Perfect' Gumam Lexi dengan tersenyum menyeramkan


"Zer sekarang" Perintah Lexi pada zero


Zero yang sedari tadi melongo melihat apa yang di lakukan Lexi langsung tersadar seketika kala mendengar suara Lexi


"Ok" Jawab zero


"Keluar" Ujar Lexi


Semua pria berbaju hitam ikut keluar dari ruangan itu


Zero memasukan selang berukuran sedang di sela jendela ruangan itu, dan tak lama asap tebal keluar dari selang itu, asap itu adalah asap yang sangat beracun


"Bakar" Perintah Lexi pada pria berbaju hitam yang tengah berdiri berbaris

__ADS_1


Semua pria itu langsung melakukan tugasnya


Sedangkan Lexi dan zero pergi meninggalkan gedung tua itu


__ADS_2