
Seperti janji Lexi kemarin malam, pagi ini Lexi datang menjemput zelle untuk membawanya ke suatu tempat
"Lo mau bawa gue kemana " tanya zelle
"Tar juga lo tau" Jawab Lexi sambil fokus mengemudi
Zelle pun berhenti bertanya
"Mending lo tidur ajah, masih lama sampai nya" Ucap Lexi
Zelle pun dengan nurut memejamkan matanya, jujur saja, zelle memang masih mengantuk karena semalam dirinya tidak bisa tidur
Lexi tersenyum melihat zelle yang nurut saat dia suruh tidur
'Menggemaskan' Bantin Lexi
Dan kini sudah satu jam perjalanan, zelle terbangun
Zelle merenggangkan otot-otot tubuhnya dan menyesuaikan pandangannya
"Masih belum sampe juga" Tanya zelle
"Bentar lagi" jawab Lexi
Dan sekarang, mobil Lexi masuk kedalam sebuah gedung tua yang menjulang tinggi
"Lo ngapain ngajak gue ke sini" Tanya zelle curiga
"Ckk.. gue gak bakal berbuat aneh, santay ajah" Ujar Lexi yang tau fikiran zelle
Kini mobil Lexi berhenti di basement gedung itu
"Ayo turun" Ajak Lexi
zelle dengan nurut keluar dari mobil Lexi dan mengikuti Lexi masuk kedalam gedung itu
Lexi yang jalan lebih dulu dan melihat zelle yang tertinggal jauh darinya pun memberhentikan langkahnya dan menghampiri zelle
"Jangan ngelamun" Ujar Lexi dengan menggaet tangan zelle
"Eh" zelle cukup kaget saat Lexi memegang tangannya
kini Lexi dan zelle berhenti di depan pintu yang cukup lebar
Lexi menjentikkan jarinya dan pintu itupun terbuka lebar
Lexi yang masih memegang tangan zelle pun mengajak zelle masuk kedalam ruangan itu
"Ayo"
Zelle yang sedikit takut dengan situasi ini pun menarik tangannya yang di pegang Lexi
"Lo jelasin ada apa, atau gue pulang" Ancam zelle dengan serius
zelle kini mulai keringat dingin, entah mengapa bayang-bayang saat dirinya dibawa oleh dua pria yang mungkin sudah memperkosa nya makin teringat jelas
Zelle memundurkan langkahnya dengan perlahan saat Lexi mendekat
"Percaya sama gue" Lexi langsung memegang kedua pundak zelle dan menatap zelle dengan lembut
"Tarik nafas, buang perlahan" Perintah Lexi, Lexi yang melihat zelle gugup dan keringat bercucuran langsung menenangkan nya
Zelle pun mengikuti saran Lexi, dan zelle kini mulai masuk keruangan itu dengan Lexi yang memegang tangannya
Ruangan itu benar-benar gelap sekali, dan sekarang Lexi dan zelle menghentikan jalannya, zelle pikir sekarang dirinya berada di tengah-tengah ruangan
dan seketika lampu di ruangan itu menyala terang dan ada lampu yang menyoroti dua pria yang tengah duduk di kursi dengan tangan dan kaki terikat, tak lupa juga mulut yang di tutup
Mata zelle langsung melotot dan langsung bersembunyi di belakang Lexi
zelle juga reflek memeluk tubuh Lexi dengan sangat erat, Lexi tentu cukup terkejut melihat reaksi yang zelle berikan
"Lex gu--gu--e ta--kut" Zelle berbicara dengan tubuh bergetar dan suara yang terbata-bata
Lexi merasakan punggungnya yang basah, zelle sekarang tengah menangis
__ADS_1
Lexi langsung mengelus tangan zelle
"Hey tenanglah" Ucap Lexi
Lexi berusaha untuk membuat zelle menatap dua pria yang tengah terikat itu, namun zelle langsung menggeleng kuat
"Lex gu---"
'BRUK!!! '
Zelle tiba-tiba pingsan, dan tentu saja Lexi terkejut dan langsung membalikan badannya melihat zelle yang sudah terbaring di lantai
Lexi dengan sigap menggendong zelle
'Kurangajar' Geram Lexi
"Lex!! " Ucap dua orang dengan terkejut
"Gue bawa zelle dulu, jangan lakuin apapun sebelum gue dateng" Perintah Lexi
Dua orang itu mengangguk
"Gila, se trauma itu si zelle" Ujar dex
"Wajar sih" Jawab zero
Zero dan dex sedari tadi sudah ada di ruangan yang sama dengan Lexi dan zelle
hanya saja, dex dan zero bersembunyi, dirinya akan keluar jika diberi aba-aba oleh Lexi
namun malah kejadian hal seperti tadi
"Kalian jaga dua orang ini" Perintah dex pada segerombolan pria berbaju hitam
"BAIK TUAN" Jawab mereka dengan kompak
dex dan zero pun keluar dari ruang itu, dirinya ingin menghampiri Lexi
"Emang lo tau si Lexi bawa zelle kemana? " Tanya zero
"Ck.. Kalo orang pingsan dibawa kemana? Kuburan? " Kesal dex
"Yah itu lo tau, pake nanya lagi" Ucap dex
Saat zero hendak berbicara, dex mendahului
"Lexi bawa zelle ke rumah sakit dekat sini, udah stop nanya" Terkadang dex kesal jika zero menunjukkan sisi lemot nya
Dex pun kembali fokus mengemudi
Dan tak lama, dex dan zero sudah sampai di rumah sakit
dex sudah tau Lexi membawa zelle keruangan mana
"Gimana keadaan zelle" Tanya dex pada Lexi yang tengah duduk menunggu zelle sadar
"Kita lakukan sekarang" Lexi berdiri, menatap dex dan zero dengan aura yang menyeramkan
dex dan zero saling tatap, mereka bingung apa yang akan dilakukan Lexi, 'apakah Lexi akan langsung membunuh dua pria itu? ' pikir dex dan zero
"Zero, lo ikut gue, dan lo dex, lo urus persiapan konferensi pers besok, gue gak mau ada kesalahan sekecil pun malam ini dan besok" Perintah Lexi
"Konferensi pers? " Beo dex
"Maksudnya gimana, Lo mau ngumumin apah? " Tanya dex semakin bingung
"Gak usah banyak tanya, lo lakuin ajah" Sarkas Lexi
"Ck.. Iyah Iyah" Pasrah dex
Dex pun langsung meninggalkan ruang inap zelle
"Ayo" Ujar Lexi pada zero
"Zelle? " Tanya zero
__ADS_1
"Dia ada yang jaga" Ucap Lexi
Zero pun mengikuti Lexi, mereka menuju gedung yang dimana Lexi menyandra dua pria tadi
Lexi mengemudi mobil seperti pembalap handal, zero berpegangan dengan sangat erat
Tak butuh waktu lama, kini mereka berdua sudah sampai di gedung tua itu, kedua nya langsung menuju ruangan dimana dua pria itu di ikat
Saat pintu ruangan di buka, Lexi benar-benar menunjukkan aura yang berbeda dari biasanya
Lexi berjalan cepat mendekat pada dua pria yang sedang di ikat
Lexi menarik paksa tutup kepala pada dua pria itu
Kedua pria itu langsung melotot kan matanya kala melihat Lexi di depan mereka
Kepala mereka langsung menggeleng kuat, kedua pria itu benar-benar takut melihat Lexi
Lexi tersenyum bak seorang psikopat, Lexi memakai sarung tangan yang biasa di gunakan dokter untuk membedah
Lexi mengeluarkan suntikan yang ada di dalam saku jas nya
Lexi makin mendekat pada salah satu pria yang terikat, Lexi membisikan sesuatu
"Apakah kau sudah pernah melihat manusia cosplay menjadi ikan yang terkapar di tanah"
pria itu menggeleng kuat, pria itu menggeleng bukan berarti dirinya menjawab bisikan Lexi, melaikan dirinya sangat takut dengan apa yang akan di lakukan Lexi
Lexi pun kembali berbisik
"Akan saya tunjukan seperti apa mereka"
Lexi menyuntikkan suntikan yang dia pegang pada pria itu
setelah menyuntikan suntikan nya, lexi menendang kursi pria itu dengan sangat kuat hingga kursi nya patah
dan tak butuh waktu lama, pria itu langsung kejang-kejang dan terkelepak-klepak seperti ikan yang terdampar di tanah
Lexi tersenyum puas
Kali ini Lexi menatap pria satunya, pria itu langsung menggerakan tubuhnya dengan kuat, dia berusaha untuk terlepas dari ikatan itu, namun nihil
"Temanmu itu sangat payah, hanya satu suntikan langsung seperti itu, ck.. ckk.. ck.. " Bisik Lexi pada pria itu
Lexi menepuk pipi pria itu sedikit kuat
"Tenanglah, saya akan memberikan sesuatu yang berbeda untuk mu, sesuatu yang spesial" Bisik Lexi
Lexi mengeluarkan satu suntikan baru
"Ini hanya akan membuat seseorang seperti mati sekejap, jadi tenang lah"
Lexi langsung menyuntikan suntikan kedua nya pada pria itu, dan Lexi juga melakukan hal yang sama yaitu menendang kursi hingga kursinya patah
Pria itu tak menunjukan reaksi apapun saat tergeletak di lantai, seperti mayat
1.....2......3.....
Saat lexi selesai menghitung, pria itu tiba-tiba muntah darah dan kejang-kejang hebat
'Perfect' Gumam Lexi dengan tersenyum menyeramkan
"Zer sekarang" Perintah Lexi pada zero
Zero yang sedari tadi melongo melihat apa yang di lakukan Lexi langsung tersadar seketika kala mendengar suara Lexi
"Ok" Jawab zero
"Keluar" Ujar Lexi
Semua pria berbaju hitam ikut keluar dari ruangan itu
Zero memasukan selang berukuran sedang di sela jendela ruangan itu, dan tak lama asap tebal keluar dari selang itu, asap itu adalah asap yang sangat beracun
"Bakar" Perintah Lexi pada pria berbaju hitam yang tengah berdiri berbaris
__ADS_1
Semua pria itu langsung melakukan tugasnya
Sedangkan Lexi dan zero pergi meninggalkan gedung tua itu