Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 57


__ADS_3

Pagi pagi sekali zelle sudah keluar dari apartemen jehan


Dia menuliskan sebuah surat dan meletakkan nya di meja


Kini zelle tengah duduk di halte menunggu bus


Zelle duduk melamun, banyak yang dia pikirkan hingga membuat dirinya seperti orang bodoh


"Huh" Lenguh zelle


"TIINN" Suara klakson mobil mengagetkan zelle


Zelle melihat orang yang ada di kemudian dan langsung membuang muka


"Masuk, gue anterin" Ujar orang itu


Zelle tetap diam tak bergeming


Karena cukup gemas dengan zelle yang diam saja, orang itu keluar dari mobil dan menghampiri zelle


Dengan gerakan cepat, orang itu merampas koper zelle dan memasukannya di bagasi mobil


"Lex" Geram zelle


Lexi hanya tersenyum tanpa dosa


"Sayangnya koper sudah tidak bisa di keluarin lagi" Ujar lexi


"Masuk atau gue gendong" Ancam lexi


"Please jangan bikin masalah lagi" Zelle sedang tidak ada tenaga untuk ribut


'SRET'


'AAA' Zelle terkejut karena lexi benar benar menggendong nya, beruntung halte tengah sepi hanya ada dirinya


Lexi menurunkan zelle di kursi samping kemudinya

__ADS_1


Lexi langsung memutari mobilnya dan masuk


Mobil Lexi langsung melesat meninggalkan halte bus


Zelle membuang nafas kasar, benar benar lelah sekali rasanya


Selama perjalanan, Lexi terus saja berbicara namun zelle tak menanggapi sama sekali


Hingga sampai di depan halaman rumah zelle, zelle tetap saja diam


Namun karena pintu mobil tak kunjung di buka oleh Lexi, barulah zelle bersuara


"Buka" Ucap zelle dengan suara lemah


"Kenapa lo nolak buat nikah sama gue" Kali ini ucapan Lexi terdengar serius di telinga zelle


Zelle memejamkan matanya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Lexi


"Gue gak mau masuk kedalam kehidupan lo" Jawab zelle dengan serius


"Terserah apa yang mau lo omongin" Ujar zelle dengan malas


Pintu mobil pun akhirnya bisa zelle buka


Lexi mengeluarkan koper zelle dari bagasi nya


Saat zelle hendak masuk kedalam rumah, Lexi berteriak cukup keras dan membuat zelle berhenti sejenak


"GUE BAKAL BUAT LO MASUK KEDALAM KEHIDUPAN GUE, GUE PASTIKAN ITU" Ucap Lexi dengan lantang


Setelah mendengar kan ucapan Lexi, zelle masuk kedalam rumahnya, dan menutup pintu rumah sedikit keras


"Menarik" Gumam Lexi dengan tersenyum seperti orang sinting


Lexi pun pergi dari rumah zelle menuju apartemen nya


🤍🤍🤍🤍

__ADS_1


' jangan temui gue beberapa hari ini atau beberapa minggu ini, sekalipun lo memohon buat ketemu gue gak akan datang'


"Cih sifat nya seperti batu yang sulit di hancurkan 'keras kepala'"gumam jehan saat membaca setengah surat zelle


'Hiduplah dengan nyaman dan bahagia, gue bakal dateng tanpa lo suruh, terimakasih sudah jadi adik yang baik buat gue'


" Hey apa-apaan ini, dia bilang adik? Cih menyebalkan, mana ada kaka yang meninggalkan adiknya sendiri"Jehan sungguh kesal saat membaca bagian akhir surat zelle


"Hey kakak zelle yang amaaattt menyebalkan, adikmu ini akan tetap datang buat ketemu, kalau bisa, adikmu ini akan mengebom rumah kakak agar kakak mau keluar" Jehan mencibir sambil menunjuk nunjuk surat yang dia pegang


"Ahhhhhh menyebalkaaaannnn" Jehan merebahkan tubuh nya di kasur sambil berguling guling


'Dia pikir dia bisa bikin gue gak bisa buat ketemu sama dia' Batin Jehan


🤍🤍🤍🤍


"Lo beneran suka yah sama zelle" Tanya dex dengan selidik dan sedikit tidak suka


Dex berharap Lexi menjawab 'TIDAK'


"Entahlah" Jawab Lexi dengan acuh


"Heyyyy jawaban macam apa itu"


Dex mendekat pada Lexi yang tengah memakai jas nya


"Kalo lo benar-benar cuma mainin zelle, gue pastiin hidup lo ancur" Ancam dex dengan serius


"Cihh... Jangan samain gue kaya lo" Balas Lexi


Dex memasang wajah kesal pada Lexi, kalau saja Lexi bukan sahabat sudah di pastikan dex akan berduel dengan sengit


"Udah buru ke kantor, gak usah masang wajah lo kaya gitu" Cibir Lexi


Kedua nya pun berangkat ke kantor menggunakan mobil dex


Dex sengaja datang ke apartemen Lexi untuk meminta jawaban, namun apa yang dia dengar malah membuatnya emosi

__ADS_1


__ADS_2