
Saat semua orang tengah tertawa ria menikmati makanan dan suasana di restoran milik lexi, berbeda di luar sudut meja yang berada di luar restoran
Suasana cukup tegang
“kaka dari mana saja quen rindu”ucap queni yang langsung saja memeluk zelle yang berdiri mematung
Sedangkan jehan juga sama halnya degan zelle, dirinya merasa dikejutkan dengan kondisi yang sedang terjadi
“kaka tau gk, aku tuh nungguin kaka dirumah, eh kakanya malah gk pulang, makanya aku dateng ke kota ini buat nyari kaka” cerita queni dengan semangatnya yang masih saja memeluk zelle yang berdiri mematung tak merespon ucapan adiknya ini
Queni melepaskan pelukannya dan memegang kedua tangan zelle serta memandang kaka tersayangnya ini
“ka, kaka ko diem ajah sih, kaka gk rindu sama aku yah” ucap queni
Namun zelle masih saja diam, sedangkan jehan sudah sadar saat sudah paham situasi, jehan yang melihat zelle masih saja diam mematung, langsung menepuk pundak zelle guna menyadarkannya
Zelle langsung terkesiap dan memandang seorang gadis yang kira kira usianya sekitar 19 tahun
Dirinya memandang cukup lama hingga meneteskan air mata dan langsung menghapusnya
Zelle berusaha bersikap biasa saja, meskipun kenyataannya dirinya tak baik baik saja
“kamu dateng ke kota ini sama siapa”Tanya zelle dengan memandang adiknya ini
“sama mamah, tapi mamah udah pulang ke kota lagi” terang queni
__ADS_1
Zelle mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti, zelle pun memperkenalkan jehan pada adiknya
“je, ini queni adik gue”
Jehan mengulurkan tangannya pada queni, queni pun menyambut ulurang tangan jehan
“jehan, sahabatnya zelle”
“queni adiknya ka zelle”
“kaka harus pulang sekarang, kaka baru ingat ada urusan penting”tiba tiba saja zelle berbicara seperti itu
Jehan yang paham maksud zelle langsung membuka suara juga
“ah begitu baiklah” ucap queni dengan suara lemah
Zelle dan jehan pun pergi dari restoran itu meninggalkan queni yang tengah berdiri memperhatikan kepergian dua wanita itu
Setelah zelle dan jehan sudah benar benar pergi, queni mendudukan bokongnya di kursi yang tadi di duduki oleh kakanya
Queni menjatuhkan kepalanya di atas meja dengan sandaran kedua tangannya
……..
“gue mau keluar sebentar dulu, perhatiin adek gue” ucap lexi pada dex
__ADS_1
‘baiklah baiklah”jawab dex
Lexi pun keluar dari dalam restorannya menuju meja yang berada di luar restoran
Namun langkahnya terhenti kala melihat seorang wanita yang dipikirnya tengah tertidur
Lexipun menghampiri meja wanita itu dan mengetukan tangannya di meja itu
“hey kalo mau tidur bukan di sini tempatnya, pulang sana”
Merasa ucapannya tak di gubris, lexi menendang cukup kuat meja itu,hingga membuat meja itu sedikit bergeser dan itu berhasil membuat orang itu mengangkat kepalanya, dan langsung marah marah tanpa memandang siapa pelakunya
“haisshhh sialan udah tau or….”queni langsung menghentikan aksi marah marahnya karena melihat siapa yang sedang dia marahi
“t-u-tu—an”ucap queni dengan tergagap
“kenapa berhenti, ayo lanjutkan” tantang lexi setelah tau siapa wanita yang dipikirnya tengah tertidur di meja restorannya
“karena ini di luar kantor jadi saya lanjutkan,,, tuan kenapa menggangu saya, apa tuan tidak punya kerjaan hingga menendang meja ini” queni yang perasaannya sedang tidak menentu ini merasa kesal atas aksi boss nya ini
Lexi tersenyum smirk mendengar grutuan karyawannya ini
“terserah apa yang mau lo omongin gue gk perduli, jangann tidur di sembarang tempat” lexi langsung pergi setelah berbicara itu
“aahhhh, sialannn”grutu queni
__ADS_1