
"Jangan telat makan lagi jika tidak ingin merasakan sakit nya kambuh" Omel Lexi
"Gue juga tau, gak usah sok peduli" Sarkas zelle
"Yaudah sanah pulang" Usir zelle pada Lexi yang masih berdiri di depan mobilnya
"Ck.... Gak tau terima kasih banget" Ucap Lexi
"Thanks tumpangannya" Jawab zelle dengan malas
Saat zelle hendak masuk kedalam rumahnya, lexi mencekal tangan zelle terlebih dahulu
"Ini jangan lupa di makan, tadi lo cuman makan siang, lo belum makan apa apa lagi, jangan menolaknya" Ucap lexi dengan memberikan makanan pada zelle
Dengan terpaksa zelle menerima makanan itu
"Iyah makasih, udah sanah pulang" Ucap zelle
Lexi akhirnya pergi dari rumah zelle
*Flashback on
Ternyata Lexi benar-benar datang ke perusahaan Jehan untuk menjemput zelle
Dan sekarang Lexi sedang duduk di sofa ruangan Jehan, dirinya menunggu zelle yang masih tertidur
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya zelle terbangun dan tentu saja zelle terkejut
"Ngapain ada disini" Tanya zelle dengan pandangan menelisik
"Nungguin lo" Jawab Lexi enteng
"Gue nanya serius" Kesal zelle, zelle pikir jawaban Lexi itu bercanda
"Jehan ada urusan mendadak dia nelfon gue buat jemput lo, karena lo sakit, paham? " Terang Lexi
__ADS_1
"Gue udah baik baik ajah, lo bisa pulang" Usir zelle
"Ngeyel banget jadi manusia, udah buru sekarang udah malem, lo mau tidur di sini semaleman" Kesal Lexi dengan sikap keras kepala zelle
"What Malem?!! " Zelle terkejut, dan ternyata benar sekarang sudah jam 7 malam
Tanpa pikir panjang, zelle kembali masuk kedalam kamar untuk mengambil ponsel dan tas nya lalu kembali keluar
"Ayo cepat, gue udah ada janji" Ucap zelle
"Tadi ajah sok soan ngusir sekarang minta buru buru" Gumam Lexi
Keduanya pun keluar dari ruangan Jehan dan menuju mobil Lexi yang sudah terparkir
Selama perjalanan pulang tak ada yang bersuara kedua nya saling diam
*flashback off
Saat zelle masuk kedalam rumah, ternyata sudah ada adik dan juga mamahnya yang tengah duduk di sofa ruang tamu
"Kaka ada urusan" Jawab zelle
"Ini kaka bawa makana, makanlah" Zelle menyimpan makanan pemberian lexi di meja ruang tamu itu
"Mamah tadi masak banyak, kita makan bareng yah ka" Pintar zelle
Zelle diam mematung mendengar permintaan queni
Diam diam zelle melirik mamahnya yang tengah menatap nya dengan tatapan lembut
Zelle langsung memalingkan pandangannya, zelle tak sanggup menerima tatapan itu
"Kaka sudah makan, kalian makan ajah dulu" Tutur zelle
Saat zelle hendak melangkah menuju tangga, queni lebih dulu memegang tangan zelle
__ADS_1
"Ka pleaseee" Pinta queni dengan tatapan memohon
Zelle menghembuskan nafas berat
"Baiklah baiklah, tunggu di meja makan, kaka nanti menyusul" Pasrah zelle
"Jangan lama lama" Ucap queni dengan semangat
Zelle pun melanjutkan langkah nya mnuju kamarnya
"Ayo mah" Ajak queni pada nyonya ririn yang sedari tadi duduk memperhatikan zelle
"Ah Iyah ayo" Jawab nyonya ririn
Saat zelle sudah sampai kamarnya, zelle langsung terduduk di lantai, dirinya memukul mukul dadanya yang amat sesak menahan tangis
"Sakitt hiksss, sakit bangeett hiksss.... " Tangis zelle tak dapat di tahan lagi
"Ka beri zelle kekuatan hikss, zelle butuh kaka sekarang hiksss... " Yang zelle butuhkan sekarang adalah kakanya
Jika dulu zelle sedang butuh seseorang di samping nya, pasti kakanya yang selalu ada di situ tapi sekarang??
"Ka apa zelle sanggup berbicara dengan mamah, zelle rasa zelle tak sanggup ka hikss... Hiksss... Hiksss... "
"Kenapa sesakit ini ka, kenapa hiksss.... " Zelle kembali memukul mukul dadanya yang sungguh sesak
Saat dirasa cukup baik, zelle berdiri dan menatap wajahnya di cermin
"Lo bisa zell, lo harus yakin itu, jangan pernah jadi lemah di hadapan mereka, lo kuat zell, lo kuaatt" Zelle berusaha menyemangati dirinya sendiri
Setelah mengganti pakaian, zelle keluar dari kamar dan menuju meja makan
Saat menatap meja makan, hati zelle kembali bergemuruh hebat, zelle mengepalkan tangannya kuat kuat dan membuang nafas berat
"Bisa bisa bisa" Batin zelle
__ADS_1