
zelle sudah duduk di kursi meja makan, dirinya duduk di samping queni, sedangkan mamahnya duduk di hadapan nya hanya terhalang meja saja
Saat zelle hendak mengambil nasi, tangan zelle di pegang lembut oleh mamah nya
"Biar mamah ajah" ucap nyonya Ririn
reflek zelle langsung menarik tangannya yang di pegang oleh sang mamah
zelle masih kurang nyaman akan hal itu
zelle hanya diam saja melihat mamahnya yang mengambilkan makanan untuk dirinya
setelah piring zelle, queni dan nyonya Ririn terisi, Mereka pun mulai makan bersama dalam hening, zelle makan dengan pikiran dan perasaan yang berkecamuk
Selera makannya sungguh hilang, perutnya terasa kenyang, namun zelle tetap memaksakan makan meski sedikit sedikit
Makan malam bersama pun selesai, zelle hendak mengangkat piring piring kotornya, namun di tahan oleh queni
"Kaka sama mamah duduk ajah, biar queni yang beres beres, mamah sama kaka bisa tunggu di depan, nanti queni menyusul kalo udah beresin nya" tutur queni
queni sengaja melakukan itu, karena dirinya ingin memberi ruang untuk kaka dan mamahnya
Nyonya Ririn pun berdiri dan jalan menuju ruang tamu di ikuti zelle
Perasaan dan pikiran zelle tetap tidak bisa tenang
nyonya Ririn pun duduk di kursi single sedangkan zelle duduk di kursi panjang sendiri
Melihat zelle yang duduknya agak jauh darinya, nyonya Ririn langsung berdiri dan duduk di samping zelle
sontak zelle terkejut akan tindakan mamahnya ini
"Lo bisa zell, harus yakin" batin zelle
"Zell" Panggil nyonya Ririn dengan memegang tangan zelle
zelle yang di panggil tak bergeming sedikit pun, pandangannya tetap lurus kedepan
"Zell, maafkan mamah" Tutur nyonya Ririn dengan suara bergetar dan sangat lembut
Perasaan zelle makin tak karuan, dadanya teramat sesak dan sakit, matanya begitu berat
Jujur zelle saat ini ingin memeluk seseorang, untuk menyalurkan perasaan tak karuannya ini
zelle mengepalkan tangan satunya yang tak di pegang nyonya Ririn
zelle mengepalkan dengan sangat keras hingga urat urat tangannya terlihat
SREK!!
DEG!!!!
Tubuh zelle benar benar menegang matanya terbuka lebar tak percaya kala mamahnya memeluk dirinya
"Maafkan mamah zell, maafkan mamah hiksss... " Runtuh sudah air mata nyonya Ririn yang sedari tadi di tahan
Zelle sudah tidak tahan, kala mamahnya menangis di pelukannya
zelle langsung melepaskan pelukan itu dan langsung menghapus air mata yang sempat jatuh tadi
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya mau mamah katakan" Tutur zelle dengan tak memandang mamahnya
tangan zelle masih setia dipegang oleh nyonya Ririn
"Maafkan mamah zell, maafkan atas sikap mamah yang kurang memperhatikan kamu dan kaka kamu hikss... mamah salah zell, mamah salah hiksss... Mamah minta kamu jangan benci mamah, apalagi kamu sampai membenci adik kamu, queni gak salah zell, dia sayang sama kamu begitupun mamah, dia----"
"STOP MAH" Pinta queni dengan suara sedikit keras dan bergetar
"Zelle mohon stop hiksss.... " Zelle menyerah, zelle tak sanggup menahannya
"Mamah kemana ajah selama ini mah, mamah kemanaaaa hiksss ss..... " Zelle lost control, entah mengapa semua emosinya bergejolak tiba-tiba, dan zelle tak bisa menahan itu semua
zelle berdiri dan memandang mamahnya
"Zelle capeekk mah zelle capeeeekkk hikss... Zelle hidup tapi seperti gak punya nyawa hiksss..."
"Mamah bilang maaf sekarang? Dulu mamah kemana, mamah kemanaa? hiksss..... "
"Zelle berjuang hidup sendiri mah hikss... kemana mamah dan queni saat zelle butuh seseorang buat bantu zelle keluar dari trauma zelle? Kalian kemana?? hiksss... "
"Mah sakit banget mah sa--k--it mah sa--k--it hiksss....... Zelle capek mah, zelle capeeekk hiksss"
zelle menangis tersedu sedu dan terduduk di lantai
queni yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan antara mamah dan kakanya juga ikut menangis
nyonya Ririn dan queni saat melihat zelle menangis histeris dan terduduk di lantai queni dan nyonya Ririn langsung berjalan hendak memeluk zelle
namun zelle lebih dulu berteriak histeris
"Menjauuuhhhhh jangan sentuh sayaaa hiksss.... saya mohonnn..... "
"Zelle ini mamah sayang hiksss... jangan seperti ini sayang hiksss.... "Dada nyonya Ririn begitu sakit melihat keadaan zelle seperti ini
" Mah kaka mah hiksss.... "queni langsung memeluk nyonya Ririn
namun pikiran queni langsung tertuju dengan temannya kak zelle, yaitu jehan
Beruntung nya queni mempunyai no jehan karena dirinya sempat mencari tau sebelum nya
queni sangat takut dengan kondisi kakanya, jujur queni tidak tau jika kakanya mempunyai luka sampai seperti ini, dan queni pikir jehan bisa membantu, karena queni pikir hanya jehan yang dekat dengan kaka nya
"Queni mau menghubungi teman kaka dulu mahh" Ucap queni sambil menangis
panggilan pertama tidak tersambung, panggilan kedua juga tidak tersambung, dan saat mencoba yang ketiga kalinya barulah tersambung, queni langsung berbicara
"Ka, tolong datang kerumah ka zelle kak, queni mohon hiksss..... "
jehan yang sudah tau apa yang terjadi langsung berbicara panik
"tolong buat zelle tenang dulu dan jangan biarin dia megang benda tajam, gue ke situ sekarang"
jehan langsung memutuskan sambungan telfon, dan siap siap dengan terburu buru
Namun jehan harus keluar rumah tanpa ketauan oleh mamah dan papahnya
apalagi papah nya juga sedang sakit sekarang
Jehan berjalan dengan mengendap endap, dirinya tidak mungkin menggunakan mobilnya, nanti mamahnya pasti tau
__ADS_1
saat sudah keluar pagar, zelle bingung harus pergi menggunakan apah, kalo pesan taxi online pasti akan lama nunggu
saat jehan tengah memainkan ponselnya dan hendak memesan taxi online, Tiba-tiba ada mobil yang berhenti tepat di depannya dan membuka kaca spion guna berbicara dengan jehan
"Hey ngapain lo malem malem ada di sini" Ucap pria itu
jehan langsung mengangkat kepala dan melihat pria itu
"Penyelamat" Ucap jehan lega
Dengan gerakan cepat, jehan langsung masuk kedalam mobil pria itu
"Please kerumah zelle sekarang lex, gue mohon" Pinta jehan serius
"zelle? zelle kenapa? " Tanya Lexi tak sabaran, Lexi yang hendak memaki maki jehan tak jadi saat mendengar nama zelle
"Jalan ajah dulu mobilnya, ngebut kalo bisa" Ucap jehan tak sabaran
Lexi pun langsung menancapkan gas mobilnya dengan cepat
"Lex, gak usah kebut kebutan juga, gue masih sayang sama nyawa gue" Teriak jehan di dalam mobil
Lexi pun sedikit menurunkan kecepatan nya
"Ck.. tadi lo sendiri yang minta buru buru" kesal Lexi
"Yah gak usah kaya orang lagi balapan juga dong" Sarkas jehan
dirinya lagi panik di buat kesal oleh Lexi
"Oh Iyah tadi lo ko bisa ada di sekitar rumah gue" Jehan tiba-tiba teringat kenapa Lexi bisa berada di sekitar rumahnya
"Gue abis kerumah zero" Jawab Lexi
jehan hanya mengangguk saja, dirinya kadang suka lupa jika dirinya tetanggaan dengan zero (Baca bab 1 yang waktu jehan nganter paket yang ketuker sama tetangganya, nah tetangganya itu ternyata zero)
Setelah beberapa menit di perjalanan, mobil Lexi sampai di depan halaman rumah zelle
dengan panik jehan langsung keluar dari mobil Lexi dan berlari masuk kedalam rumah zelle
Lexi pun yang penasaran akhirnya mengikuti jehan
saat jehan membuka pintu rumah zelle, dirinya terkejut melihat ruang tamu yang berantakan dan melihat zelle yang tengah menangis histeris di pojokan
jehan langsung berlari dan memeluk zelle
"Zelle ini gue, tenang yah" jehan berusaha menenangkan zelle
zelle yang tengah menangis histeris reflek langsung membalas pelukan jehan
"Me--r--reka ja--hat je, mereka jahat hiksss" Ucap zelle dengan tergugu karena menangis histeris
Lexi yang berdiri di depan pintu melihat kejadian itu sungguh terkejut dan bingung
"Iyah Iyah, sekarang lo tenang yah" jehan berusaha untuk tidak menangis
dan saat jehan hendak membantu zelle berdiri, zelle langsung tumbang di pelukan jehan
"Zelle" Teriak semua orang yang ada di situ kecuali Lexi
__ADS_1
Lexi yang melihat zelle pingsan dengan sigap langsung menggendong zelle dan membawa nya ke mobil nya
"Kita bawa zelle kerumah sakit" Ucap lexi