
……………
Zero dan jehan masih saling diam, tak ada yang membuka suara zero merasa malu karna dirinya salah berbicara pada jehan, zero fikir jehan adalah karyawan tuan levronka
“khem” akhirnya zero mulai mengeluarkan suara karena dirinya merasa suasana sangat tidak nyaman, dirinya memandang jehan, wanita itu memasang ekspresi kesal
“gue minta maaf, gue gak tau kalo lo itu anak tuan levronka” tutur zero dengan serius
Namun jehan masih saja diam mendengan penuturan zero, dirinya masih merasa kesal dengan pria itu, tapi jehan juga ingin cepat selesai dengan urusannya di sini, dirinyya ingin cepat pulang kenegaranya dan menceritakan masalahnya dengan sahabatnya zelle
“ok lupain kejadian tadi, sekarang kita selesaikan pekerjaan, gue mau cepet pulang”
Zero menghembuskan nafas lega,, “finally” pikirnya
Zero dan jehan pun langsung serius membahas kerja sama keduanya
Hampir satu jam usaha zero untuk meyakinkan jehan mengenai kerjasama ini, akhirnya jehan menyetujui kerjasama ini dan mendatangani kerjasamanya
“selesai kan gak ada lagi yang perlu dibahas” tanya jehan
__ADS_1
“untuk hari ini sih selesai, tapi besok lo harus datang ke perusahaan bopak gue” jawab zero
“lo atur ajah, gue mau pulang” jehan langsung keluar dari ruangan itu meninggalkan zero yang diam mematung melihat kepergian jehan
“gak nyangka gue kalo tuan levronka punya anak yang modelnya kaya dia, aneh” monolog zero
……
“ah siaaaallllll, gara gara tu cowo gue sampe gak jadi makan, selera makan gue langsung ilang” jehan memukul stir mobilnya, kini jehan tengah menuju apartemennya, lebihh baik dirinya membeli makan sambil menuju ke apartemennya
………
Sedangkan kini zelle tengah memandang batu nisan dengan sebuah nama DAVID ALBITO, tangan jehan mengusap lembut batu nisan itu
“lo biarin gue berjuang sendiri, lo tau gak? Gue udah kaya orang gila, gue gk tau harus gimana vid..gue butuh lo hikss…” zelle tak sanggup menahan air matanya, demi apapun dirinya sangat merindukan abangnya ini
“gue beneran capek viidd..hikss…lo kenapa ninggalin bebannya ke gue semua hiskss…hikss.. lo…lo… hikss..hikss..” zelle sudah tak sanggup melanjutkan ucapannya, dirinya menangis tersedu sedu di situ, untung tak ada yang melihatnya dalam keadaan serapuh ini
…….
__ADS_1
“ini si zelle kamana sih, kenapa gak bisa di hubungi sih bikin gue khawatir ajah” entah mengapa perasaan jehan tidak karuan memikirkan sahabatnya ini, sedari tadi dirinya bolak balik di balkon kamarnya
Sudah hampir dua puluh kali dirinya menghubungi zelle namun tak ada tanda tanda sahabatnya ini menjawab telfonnya
“ok kalo sekali lagi gue nelfon masih gak di jawab sama tu anak, gue langsung balik”final jehan, dirinya benar benar sangat khawatir
Kali ini ponsel zelle sudah aktif jehan menunggu dengan cemas dannnn…….
“halo” ucap zelle di sebrang telfon dengan suara serak karena menangis terlalu lama
“zell ya tuhan akhirnya” jehan menghembuskan nafas lega
“lo kemana ajah sih, gue nelfon gk lo jawab, lo baik baik ajah kan, itu suara lo kaya abis nangis, vc gue sekarang” jehan mengoceh seperti ema ema yang khawatir dengan anaknya
Sedangkan zelle yang mendengar ocehan jehan menjauhkan ponselnya dari telinganya
“gue mau pulang, gue lagi jalan mau naik bus, nanti ajah ngobrolnya gue lagi capek banget” jawab zelle dan langsung memutuskan sambungan telfon itu sebelum mendengar jawaban jehan
“ze..” iiiihhhhh ni anak bener bener yah kebiasaan banget
__ADS_1
jehan mesuh mesuh tak karuan di apartemen nya
zelle melanjutkan jalannya menuju halte, semoga bus kali ini tak telat lagi seperti saat dirinya pergi tadi