Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 39


__ADS_3

"gila lo cantik banget zel" puji jehan pada Zelle


"gak nyaman gue make baju ini je" kesal zelle


kedua kini berada di kamar jehan


"Oh Iyah, lo kenapa nyuruh jovan buat jemput gue sih" tanya zelle dengan kesal


"Yah emang kenapa sih, lagian lumayan ada tumpangan, selagi jovan nya mau kenapa gak coba" jawab jehan se enak nya


"tau lah terserah lo ajah, capek gue debat sama lo" pasrah zelle


"Nah gitu dong" tutur jehan


saat kedua nya tengah asik berbincang, kamar jehan di ketuk


"Non, non jehan" ternyata itu suara mbok


"Iyah mbok sebentar" saut jehan dari dalam


jehan pun membuka pintu kamarnya


"Iyah mbok kenapa" tanya jehan


"non jehan di panggil tuan sekarang" ucap mbok


"Iyah ini saya mau turun, makasih yah mbok" jawab jehan


"Iyah non mari"


jehan kembali masuk kedalam kamar


"Ayo turun" ajak jehan


"lo ajah dulu tar gue nyusul, gak enak kalo turun barengan" ucap zelle


"yaudah kalo gitu, gue tunggu di bawah" tutur jehan


zelle mengangguk


jehan pun keluar kamar dan berjalan turun ke bawah untuk menghadiri pestanya


saat jehan turun dari tangga, semua mata memandang nya, jehan kali ini terlihat sangat anggun dan elegant


"cantik" gumam seseorang


"lo tadi bilang apah" tanya dex yang mendengar gumaman zero


"gak bilang apah apah" kilah zero


dex ingin kembali berbicara namun suara jehan menghentikan nya


"Selamat malam semuanya" ucap jehan


"Selamat malam" jawab para tamu yang hadir


"Terimakasih banyak atas kehadiran kalian di pesta saya kali ini, terimakasih juga untuk dukungan dan ucapan dari kalian, mari nikmat pestanya dengan nyaman, silakan di nikmati hidangannya" jehan hanya membuka pesta dengan sedikit berbicara karena dirinya sangat malas

__ADS_1


kemudian jehan menyambut uluran tangan dari para tamu, dan sudah di pastikan ini akan lama, ingin rasanya jehan menghilang sekarang juga


dirinya enggan berbasa-basi dengan para tamu yang mengajaknya kerja sama


jehan hanya menjawab dengan senyuman saja


saat dirinya sudah mulai bosan dan hendak pergi, seseorang menghentikan nya


"Udah mau pergi ajah" ucap seseorang itu


jehan membalikan badan dan ternyata itu zero dan tak lupa dengan dex dan Lexi


"congrats atas usaha lo selama ini, all the best for you" ucap zero sambil memberi kan kado yang sedari tadi di pegang nya


jehan menerima kado itu dengan enggan


"thanks" jawab jehan


"congrats" ucap Lexi dan dex kemudian menyalami tangan jehan


"je, zelle mana" ucap seseorang tiba-tiba pada jehan, orang itu tak memperdulikan kehadiran Lexi, zero dan dex


"ada di kamar gue" jawab jehan


"bisa lo panggil" tanya seseorang itu


"tar juga turun ko jo" tutur jehan


"nah itu dia" ucap jehan dengan menunjuk zelle yang sudah turun dari tangga dan menuju dirinya


"ze kayanya gue harus pulang cepet deh" bisik zelle pada jehan


"Zel acara baru mulai loh, please temenin gue bentar lagi" pinta jehan


"je---oke oke gue bakal di sini sampe acara selesai" putus zelle


"nah gitu dong" jehan langsung memeluk zelle dan tak lama langsung melepaskan pelukannya juga


"Zel mau ikut duduk di taman belakang" tawar jovan


"Udah sanah, gue tau lo gak betah di sini" ucap jehan


akhirnya zelle ikut dengan jovan untuk duduk di taman belakang rumah jehan


baik Lexi dan dex sedari tadi melihat gerak gerik zelle dan saat jovan meminta zelle ingin duduk berdua rasanya ingin sekali melarang namun yah begitu


"zero gue mau duduk di sana yah" ucap Lexi dengan menunjuk kursi Bar Stool


dex juga ikut duduk dengan Lexi, kini tinggal lah jehan dan zero


"Gue mau ke kamar ajah deh, capek gue make baju ginian berat" keluh jehan dengan memegang bajunya


"ganti ajah kalo gak nyaman" saran zero


"Dahlah saran lo gak guna" sarkas jehan


namun seperkian detik, tiba-tiba tubuh jehan melayang dirinya di gendong oleh zero

__ADS_1


sontak semua tamu melihat itu begitupun dengan kedua orang tua jehan


"lo merem ajah" perintah zero


karena jehan masih cukup terkejut dirinya mengikuti perintah zero


"sorry om tante dan para tamu, jehan pingsan tadi bilang kurang enak badan" ucap zero


"Ya ampun, bawa ajah ke kamarnya ada di lantai dua" ucap mamah jehan dengan panik


"Baik tante" jawab zero


zero langsung membawa tubuh jehan menuju kamarnya


saat sudah berada di depan kamar jehan, jehan langsung memberontak dan meminta turun


"Turunin gue sekarang"


zero pun menurunkan tubuh jehan dengan pelan


"Udah lo turun lagi ajah, gue mau di kamar ajah" usir jehan


namun bukannya pergi zero tiba-tiba langsung nyelonong masuk ke kamar jehan


"Heyyyyyyy" ucap jehan dengan sedikit keras


"gue tunggu lo di sini" ucap zero sambil mendudukan pantatnya di sofa kamar jehan


"Gue bilang keluar sekarang" kesal jehan dengan menarik lengan zero


"gue gak akan keluar sebelum lo ganti baju, lo bilang gak nyaman kan? yaudah ganti ajah" ucapnya dengan gampang


"isshhhhhh,, lo tuh yahhhh ah" Kesal jehan


jehan menghentakan kakinya dan masuk kedalam ruangan walk in closet


zero menunggu, mata zero tak henti hentinya melihat kamar jehan yang berwarna putih dan abu abu, zero sangat suka nuansa kamar jehan


...........


zelle dan jovan kini tengah mengobrol santai, namun di tengah percakapan tiba-tiba jovan memegang tangan zelle


"zel bisa gak saya kenal kamu lebih deket? " tanya jovan


zelle langsung menarik tangannya dan menjawab pertanyaan jovan


"Sorry banget jo, just friend gak lebih, saya lebih nyaman kita temenan ajah, kita baru kenal"


"Tapi saya yakin saya itu pernah liat kamu dan gak tau kenapa ada something yang bikin saya ingin ngelindungin kamu dan juga jaga kamu" Ucap jovan serius


"Tapi saya gak bisa jo, tolong ngertiin perasaan saya" zelle langsung berdiri dan sedikit berlari meninggalkan jovan, jovan pun ikut berdiri dan mengejar zelle


" zel dengerin saya dulu please" teriak jovan sedikit keras


namun tetap saja zelle tak berhenti yang ada dirinya semakin cepat jalannya


dan tiba-tiba

__ADS_1


BRUK!!


__ADS_2