
"Kamu jagain mamah di rumah, kaka mau kerja dulu, ada jadwal penting hari ini" Ucap zelle
Zelle sedari tadi matanya tak lepas menatap mamah nya, dirinya masih bingung dengan perasaan nya sendiri
Jujur, zelle merasa sedih kala tadi melihat mamahnya pingsan, tapi entah mengapa jika dirinya terus memandang mamahnya pasti muncul masa lalu buruk zelle
Lebih baik dirinya pergi kerja, masalah yang akan di bicarakan nanti lebih baik menunggu mamahnya sadar dulu dan lebih tenang, zelle juga sebenarnya masih belum siap untuk berbicara dengan mamahnya, tapi harus ia lakukan
"Iyah kaka hati hati, sarapan dulu tadi kaka belum makan apa apa juga" Queni sebenarnya agak berat membiarkan kaka nya pergi bekerja, tapi mau tak mau queni tak bisa mencegah nya, masih untung kaka nya mau berbicara, dari pada nanti kakanya menolak kembali?
"Iyah nanti kaka sarapan di kantor ajah"
Sekarang sudah jam setengah 10 pagi, bubur yang di beri jovan belum sempat queni makan, karena kedatangan ibunya
Sekarang queni cukup terlambat untuk pergi ke kantor, untung dia sudah izin telat pada jehan, dan sudah di pastikan, zelle akan mendapatkan banyak pertanyaan dari sahabat nya itu
Sekarang zelle sudah dalam perjalanan menuju kantor menggunakan taxi online
Dalam perjalanan tadi, zelle sudah mengirim pesan pada jovan untuk membatalkan pertemuan nya, karena zelle merasa ini bukan waktu untung berbincang bincang, dan jovan paham akan hal itu
Kini taxi yang di tumpangi zelle sudah sampai di perusahaan jehan, zelle langsung masuk kedalam perusahaan dan menuju ruangannya
Saat zelle hendak masuk kedalam ruangannya, Tiba-tiba ada yang menarik baju belakang zelle
“heyy sini keruangan gue“ jehan menari baju zelle dari belakang, alhasil zelle ikut terseret
Setelah berada di ruangan jehan, jehan langsung melepas tarikan itu
"Apaan sih je main tarik tarik ajah" Omel zelle
"Duduk" Perintah jehan
Zelle pun mendudukan bokongnya di sofa
"Ayo jelasin kenapa lo dateng telat hari ini" Cecar jehan
Zelle mendelik kesal jika jehan sudah kepo dengan urusannya
"Adek sama mamah gue ada dirumah sekarang" Jawab zelle dengan malas
"Hah? Sumpah? Serius? Demi Tuhan? " Jehan benar benar tak percaya akan jawaban zelle
"Ck.. Gue serius, udahlah gue sekarang mau kerja, banyak laporan yang belum gue selesain je, nanti lo ngomel lagi" Tutur zelle
"Ini perusahaan gue, laporan gak penting sekarang, yang penting lo jelasin ke gue dengan amat jelas, kenapa mamah lo bisa dateng kerumah lo ayo jelasin sekarang" Sudut jehan
"Gak ada apa-apa, gue cuma mau ngobrol ajah sama adek dan juga mamah gue udah itu ajah" Kilah zelle
"Zellleeeeeee iiiiiiihhh, kesel banget sih, gue tuh-- ah udahlah terserah lo ajah" Jehan sangat gemas mendengar jawaban bohong zelle
__ADS_1
Jehan sangat yakin itu bukan obrolan yang biasa dan sudah dipastikan menyangkut masalalu zelle dan Jehan takut akan kesehatan mental zelle yang kambuh lagi
Zelle tau Jehan khawatir dengan dirinya, namun zelle juga harus bisa melawan rasa trauma nya yang mungkin sulit untuk di sembuhkan
"Gue baik baik ajah, gue pastiin itu,, nanti kalo ada apa apa gue kabarin lo ok" Zelle berusaha membuat Jehan yakin pada ucapannya ini
"Benar yah, kabarin gue langsung kalo ada apa apa, atau perlu gue temenin lo ngomong sama mamah lo gitu? " Ucap Jehan
"Gak perlu, gue bisa sendiri ko" Jawab zelle
"Yaudah gue kerja dulu" Sambung zelle
Jehan mengangguk, dan melihat kepergian zelle dari ruangannya
"Lo tuh sok kuat banget sih zel, padahal lo tuh rapuh banget" Gumam Jehan
Jehan pun kembali menuju kursi kebesarannya dan melanjutkan tugas yang tadi di tundanya
Namun saat tengah fokus pada kerjaannya, ponsel Jehan berdering
Ada no baru yang menelfon nya
"Iyah hallo" Ucap Jehan pada seseorang di sebrang telfon
"Dateng ke perusahaan gue sekarang, gue mau ngebahas proyek yang mau kita lakuin" Orang itu langsung memutuskan sambungan sepihak setelah menyampaikan maksudnya
"Ngeselin banget sih, ini pasti si lexi nih" Monolog Jehan
Dan tak lama zelle masuk keruangan Jehan
"Ada apa lagi" Tanya zelle
"Kita ke perusahaan lexi sekarang" Tutur Jehan
"Ini pasti mau ngomongin soal proyek itu" Pikir zelle
"Yaudah ayo" Ucap zelle
Zelle dan Jehan pun langsung pergi menuju perusahaan lexi
Setelah beberapa menit perjalanan, keduanya kini sudah sampai di perusahaan lexi dan langsung masuk kedalam perusahaan
Keduanya langsung di antar oleh staff menuju ruangan lexi
Saat sudah di depan ruangan lexi, zelle lebih dulu membuka pintu dan di ikuti Jehan
Melihat pintu ruangannya terbuka, lexi mengangkat kepala dan melihat siapa orang nya
"Oh silakan duduk" Ucap lexi saat sudah tau siapa tamunya
__ADS_1
Saat ketiganya sudah duduk, pintu ruangan lexi terbuka kembali, ternyata itu dex yang datang dengan dokumen di tangannya
Dex langsung duduk di samping Lexi
"Ini poin poin penting dalam proyek itu" Lexi menyerahkan sebuah dokumen pada Jehan
Jehan menerima itu, dan membacanya cukup lama
"Yah menarik" Tutur Jehan
Dan ke empat nya terjadi perbincangan serius mengenai proyek itu
Di tengah tengah perbincangan serius, zelle merasakan perutnya yang teramat sakit
Namun zelle harus kuat menahan sakitnya
Zelle sudah berkeringat dingin sekarang, dirinya lupa dari semalam belum makan apa apa, saat bertemu dengan jovan dirinya hanya minum coffe saja
Lexi yang melihat ke anehan pada zelle pun langsung menyelesaikan perbincangan nya
"Gue rasa sampe sini ajah perbincangan nya, nanti lain waktu kita bahas lagi"
Zelle merasa sedikit lega, karena Lexi mengakhiri perbincangan nya, namun dirinya merasa tidak kuat untuk berdiri
Jehan yang melihat zelle berkeringat banyak pun langsung kaget
"Zelle lo gak papa" Tanya Jehan khawatir
"Gue gak papa, bisa bantu gue berdiri gak je" Ucap zelle
Jehan langsung membantu zelle berdiri, namun baru saja zelle berdiri, tubuhnya langsung terhuyung kedepan
Lexi langsung menangkap tubuh zelle sebelum benar-benar jatuh
"Ck... Kalo sakit bilang ajah sakit, gak usah sok kuat" Tutur lexi
Dengan susah payah, zelle kembali berdiri tegak
"Je ayo pulang" Ucap zelle dengan lemas
"Ayo" Jawab Jehan dan langsung menggandeng pundak zelle
Zelle dan Jehan pun keluar dari ruangan lexi, Lexi dan dex melihat kepergian kedua wanita itu dengan pikiran masing masing
"Bilang ajah kalo lo khawatir" Celetuk dex tiba tiba
"Cih ngapain juga gue khawatir, peduli banget" Sarkas Lexi
Apa yang di ucap kan Lexi berbeda dengan perasaannya
__ADS_1
Jujur memang Lexi sedikit khawatir dengan keadaan zelle tadi, tapi Lexi masih belum yakin dengan perasaannya sendiri