
"Zelle sudah tidak kerja lagi sama gue, dia resign" Tutur Jehan
"Bukan resign lebih tepatnya papah lo yang bikin dia mundur dari pekerjaan nya" Ujar Lexi
"Kalo tau gak usah nanya" Kesal Jehan
Jehan dan Lexi sekarang tengah duduk berdua di ruang VVIP di restoran lexi
"Hanya memastikan" Tutur Lexi
"Jadi lo tetap mau menikah dengan zelle" Tanya Jehan serius
"Mungkin" Jawab Lexi dengan ambigu
'TAK'
'AWWW'
Jehan memukul kepala Lexi menggunakan sendok teh
"Gila yah lo" Kesal Lexi dengan mengelus kepalanya
"Lo yang gila, gue gak setuju lo nikah sama zelle" Ucap Jehan dengan kesal
"Lo bukan orang tua nya zelle yang berhak memberi izin ataupun restu" Ujar Lexi
"Heyyyy,,, gue ini orang paling dekat dengan zelle, jadi gue berhak juga memberi restu" Sarkas Jehan
"Cuma sahabat" Cibir Lexi
Jehan pun hendak berdiri dan ingin pergi dari hadapan lexi, namun Lexi lebih dulu berbicara
"Iyah sorry gue cuma bercanda" Ucap Lexi menahan Jehan agar tidak pergi
"Hisss" Dengan kesal, Jehan kembali duduk di kursinya
"Ini nih yang bikin gue gak yakin ngebiarin zelle nikah sama orang kaya lo, yang gak bisa bedain kapan waktunya serius dan kapan waktunya bercanda" Tutur Jehan dengan serius
"Heyy gue pria yang bertanggung jawab akan ucapan gue" Kesal Lexi
'Enak saja main menilai orang sembarangan 'batin Lexi
"Gue serius mau nikah sama zelle, makanya gue minta ketemu sama lo" Sambung Lexi dengan serius kali ini
"Apa yang lo suka dari zelle" Jehan memberikan pertanyaan yang cukup membuat Lexi berfikir lama
__ADS_1
Lama berfikir, Lexi pun memberi jawabnya, namun jawaban itu membuat Jehan semakin emosi dengan Lexi
"Entahlah"
'TAK' Lagi lagi Jehan memukul kepala Lexi
"Heyyyy, kalo gue ilang ingatan gimana" Lexi benar-benar kesal dengan perempuan di hadapannya ini
Namun Lexi berusaha sabar, karena dia butuh wanita ini
"Baguslah kalo lo ilang ingatan" Balas Jehan dengan kesal juga
"Kalo emang lo suka dan ingin menikah sama zelle, buktikan itu, karena zelle tidak suka dengan pria yang banyak bicara tanpa ada nya bukti, Tapi---" Jehan sengaja menjeda ucapannya
"Tapi apah, jangan bikin orang penasaran" Ucap Lexi dengan tidak sabar
"Tapi jangan paksa zelle jika dia tidak mau menikah sama lo" Sambung Jehan
"Itu gak akan terjadi, zelle akan nerima gue" Lexi berbicara dengan amat PD nya
"Cih... Terserah lo deh, capek gue ngomong sama lo, udah buru anterin gue ke kantor lagi, banyak kerjaan gue" Jehan benar benar lelah berbicara dengan Lexi
Jehan fikir Lexi pria yang tegas dan tidak banyak bicara, ternyata dia salah
Pria ini sungguh pria kedua yang membuat Jehan seperti mengobrol dengan orang gila
Tak bisa Jehan bayangkan jika mengobrol dengan Lexi, zero dan juga dex bersamaan
Tiba-tiba Jehan Bergidik membayangkan itu
"Kenapa lo" Tanya Lexi yang melihat Jehan bergidik
"Gak papa, udah buru ah" Kesal Jehan
Kedua nya pun keluar dari Restoran itu
Lexi lebih dulu mengantarkan Jehan ke perusahaan nya, barulah nanti Lexi balik ke perusahaan dirinya
Dan kini mobil Lexi sudah sampai di perusahaan jehan
"Bantu gue buat dekat dengan zelle" Ucap Lexi saat Jehan hendak menutup pintu mobilnya
"Cih.... " Decih Jehan dan langsung menutup pintu mobil Lexi dengan keras
Jehan pun masuk kedalam perusahaan nya
__ADS_1
Kemudian mobil Lexi pun langsung melesat pergi
Jehan membalikan badan dan melihat keprgian mobil Lexi dengan pandangan yang sulit di artikan
'Pria aneh' gumam jehan
🤍🤍🤍🤍
"Dari mana lo" Tanya zero saat Lexi masuk kedalam ruangan nya
"Bertemu dengan Jehan" Jawab Lexi cuek
"Heyyy.. Lo bilang mau menikah dengan zelle, kenapa sekarang lo malah ketemu sama jehan" Entah mengapa zero agak kesal dengan ucapan Lexi
"Istri dua mungkin" Lexi sudah menebak, zero pasti menyukai Jehan, dan kini Lexi akan membuat zero cemburu dan mungkin marah
Benar saja, zero langsung mendekat pada lexi dan hendak memberikan bogeman , namun lexi langsung melangkah menuju kursi kebesaran nya
"Suka jehan bilang" Ujar lexi
"Gu--gue gak suka tuh" Balas zero gelagapan
"Ciiihhh bohong lo keliatan" Celetuk dex tiba-tiba
"Hisss... Iyah Iyah gue suka sama jehan, awas ajah kalo dari kalian ada yang suka juga sama jehan" Zero pun akhirnya mengakui itu
"Tapi gue bakal nikahin jehan, gimana dong? " Lexi malah memancing zero lagi
Saat zero hendak mendekat pada lexi lagi, dex lebih dulu berbicara
"Bego, omongan lexi lo percaya" Ledek dex pada zero
"Haissss.... Udahlah gue cabut ajah, gedek gue sama lo berdua" Dengan kesal zero akhirnya pergi dari perusahaan lexi
Sebenarnya zero sedikit malu karena sudah memberitahu dex dan juga lexi jika dirinya suka dengan jehan
Tapi dirinya sedikit lega juga sudah memberitahu, agar kedua sahabat nya itu tidak boleh ada yang menikung nya
.........
"Lancar" Tanya dex pada lexi
"Sedikit" Jawab lexi
"Gue lepasin zelle buat lo" Ujar dex tiba tiba
__ADS_1
"Sudah seharusnya" Balas lexi
"Cih sombong" Ucap dex sedikit kesal