
Kini jehan tengah menunggu dokter yang tengah memerika zelle dengan sangat cemas, dirinya merasa bersalah karena memaksa zelle untuk hadir di acara orang tuanya itu
Di tengah kepanikan jehan dirinya lupa bahwa ada seseorang juga di sampingnya yang sudah mengantarkan dirinya kerumah sakit
“lo udah bisa urus sendirikan, gue masih ada keperluan” ucap pria itu pada jehan yang tengah menunduk lesu
Jehan mengangkat kepalanya dan memandang orang yang tengah berbicara pada dirinya, jehan kemudian terperanjat, dia lupa bahwa dia kesini dengan seseorang
“ah iyah, lo bisa tinggalin gue, gue bisa urus semuanya, apa perlu gue pesenin taksi buat lo balik ke acara itu lagi” tawar jehan
“tidak perlu” pria itu langsung saja beranjak dari situ
“pria aneh” monolog jehan melihat kepergian pria itu
Dan tak lama dokter yang memeriksa zelle keluar dari ruangan pemeriksaan
“bagaimana kondisi nya dok” Tanya jehan
“ikut keruangan saya, ada yang ingin saya sampaikan” ucap dokter itu, dokter yang menangani zelle kali ini sudah cukup kenal dengan zelle dan juga jehan, karena zelle beberapa kali memeriksa kondisinya di rumah sakit ini
Jehan pun mengikuti sang dokter hingga masuk keruangannya
__ADS_1
Kini jehan tengah mendengar keterangan dokter dengan serius
“ saya sarankan jangan membuat zelle tertekan kembali atau penyakitnya bisa saja semakin sulit di sembuhkan”
“apa kamu tau apa penyebab zelle kumat seperti ini” Tanya dokter itu pada jehan
“saya juga tidak tau pasti apa yang membuatnya seperti itu, akan saya cari tau nanti” jawab jehan
“ baiklah,, ini obat yang harus zelle minum dengan rutin, dan ini obat untuk dia minum saat dia merasa kumat dengan penyakitnya” dokter itu menyerahkan dua obat pada jehan
Jehan menerimanya, setelah itu dia izin keluar dari ruangan dokter itu
Saat jehan masuk keruangan itu ternyata zelle sudah sadar bahkan kini dirinya sudah rapi
“lo mau kemana” ucap jehan bingung
“gue mau pulang” jawab zelle dengan wajah datar
“sudah pasti seperti ini” batin jehan,, sudah beberapa kali zelle meminta pulang jiak dirinya baru saja di periksa oleh dokter
Mau tak mau jehan mengikuti ke ingina zelle, dirinya kali ini harus sabar dulu untuk menghadapi sikap zelle
__ADS_1
Mungkin lain kali saja dia bertanya pada zelle, karena percuma dia bertanya sekarang, dia tidak akan mendapat jawaban
Di dalam mobil, zelle Nampak melamun menatap luar jendela, ekspresi wajahnya menyiratkan akan rindu,kesal dan muak pada seseorang yang baru saja dia lihat
Larut dalam lamunannya hingga tak sadar mobil jehan sudah sampai dirumah zelle, zelle langsung turun dari mobil jehan tanpa mengucapkan sepatah kata pun
Sebelum zelle benar benar masuk kedalam rumahnya, jehan menyerahkan obat pemberian dokter tadi pada zelle
Zelle mengambilnya tak mengeluarkan suara, kemudian dia masuk kedalam rumah dan langsung menguncinya, tak memperdulikan jehan
“lo kalo ada apa apa telfon gue” teriak jehan di depan pintu rumah zelle, kemudian pergi dari rumah zelle
…….
“kamu tadi abis dari mana daddy cari cari kamu tidak ada di acara itu” cecar tuan braddy pada lexi yang baru pulang kerumahnya
“aku datang ke acara itu, namun tadi aku bertemu teman ku di acara itu, dia tiba tiba pingsan jadi aku membawanya kerumah sakit” jawab lexi meskipun tak sepenuhnya benar
“mommy juga tadi melihat ku hadir di acara itu, dan aku juga tadi sempat menyapa tuan levronka dan sempat mengobrol sebentar, kalo tidak percaya Tanyakan saja” setelah berbicara panjang lebar lexi langsung melangkahkan kakinya kembali menuju kamarnya
Dirinya benar benar lelah, dan butuh istirahat sekarang juga karena besok banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan
__ADS_1