
Sudah dua hari jehan tak mengunjungi zelle setelah kejadian yang terjadi pada zelle,, dan sudah dua hari juga zelle tak masuk kerja
Dan jehan kini berniat ingin mengunjungi zelle, melihat kondisi sahabatnya itu, karena tugas yang di berikan papahnya selama dua hari, jadia jehan tak bisa mengontrol kondisi zelle
Jehan kini tengah mengemudikan mobilnya menuju rumah zelle, sebelumnya frey menghubungi dirinya memberi tau bahwa zelle tak masuk kerja dan nomornya tak bisa di hubungi
Dan itu membuat pikiran jehan tak tenang selalu berfikiran buruk mengenai kondisi sahabatnya ini
(mungkin dari kalian bertanya Tanya kenapa jehan respect atau perduli banget dengan kesehatan zelle, nanti aku bikin part mengenai jehan yah, agar kalian tidak bertanya Tanya dalam pikiran kalian wkwk)
Dan akhirnya setelah menempuh jarak panjang kini jehan sampai di rumahnya zelle
Dirinya turun dari mobil langsung berjalan menuju pintu rumah zelle, jehan mengetuk pintu rumah itu namun tak ada sahutan dari dalam
Jehan merogoh tas nya dan menemukan apa yang dia cari, yaitu kunci cadangan rumah zelle yang selama ini dia pegang
Jehan membuka pintu rumah itu dan terkejut melihat ke adaan dalam rumah itu yang seperti habis terkena gempa
Semua barang yang tadinya tersusun rapi kini berhamburan tak menentu
Jehan melangkah kaki lebih dalam menuju kamar zelle, dan saat masuk ekdalam kamar zelle, jehan di buat syokk
“ASTAGA ZELLEE” pekik jehan dengan menghampiri zelle yang tengah meringkuk di pojok lemari
Jehan memeluk sahabatnya ini dengan erat, jehan menangis melihat kondisi zelle yang saat ini
Pelan pelan jehan mengangkat kepala zelle yang masih menunduk
“zell apa yang terjadi sama lo hiks…jangan kaya ginii..hikss” ucap jehan dengan suara bergetar menahan tangisnya
Hatinya sungguh sakit melihat keadaan zelle, dirinya hampir 1 tahun menemami zelle, meskipun dirinya sudah beberapa kali di hadapkan keadaan zelle yang seperti ini, tetap saja membuatnya tak tega
__ADS_1
Karena zelle sama sekali tak menjawab ucapan dirinya, jehan berusaha untuk membawa zelle menuju tempat tidur zelle
Saat hendak memampah tubuh zelle, zelle bereaksi yang membuat jehan terkejut
“PEMBUNUH,PENJAHAT,PEMBUNUH, pen…ja..hat” zelle awalnya teriak dan mengamuk dalam pelukan jehan namun tiba tiba suaranya melemah dan pingsan
Dengan sigap jehan memampang tubung zelle dan menidurkannya di kasur
Jehan langsung menelfon dokter yang biasa menangani zelle
Setelah selesai menelfon dokter, jehan duduk di pinggir ranjang dengan menatap sahabatnya ini
Jehan mengelus kepala zelle dengan lembut dengan sesekali dirinya terisak
Tak lama menunggu, dokter pun datang kerumah zelle dengan seorang suster, saat dokter itu masuk kedalam rumah zelle, dokter itu menggelengkan kepalanya, kemudian dokter itu masuk kedalam kamar zelle
“jehan” panggil dokter Carla
“dok, tolong zelle dok” jehan memohon pada dokter Carla untuk segera memeriksa kondisi
Dokter Carla pun langsung memeriksa zelle dengan di bantu susternya
……….
Sedangkan di aula perusahaan Glory Roderick sudah berkumpul setidaknya 100 orang dari ribuan orang yang sudah melamar di perusahaan itu
Para calon karyawan perusahaan itu kini tengah menunggu pimpinan perusahaan Glory Roderick , mereka penasaran seperti apa tampang pimpinan itu
Apakah dia mempunya postur tubuh yang tinggi dengan perut yang menggelembung dan kepala pelontos atau dia mempunyai tubuh yang atletis deng….
Di tengah tengah pemikiran para calon karyawan itu, pintu aula tiba tiba terbuka lebar, dan masuklah seorang pria dengan postur tubuh yang tinggi, wajah yang tampan dan tegah, benar benar aura seorang pemimpin, siapa lagi jika bukan Lexi Roderick
__ADS_1
Para calon karyawan perempuan menatap lexi seakan akan melihat dewa turun dari langit
Lexi kini berdiri di podium dan menatap dengan intens calon karyawannya ini
Kemudian lexi menatap dex, dex menganggukan kepalanya dan langsung membuka suaranya
“saya harap selama tuan muda berbicara tidak boleh ada yang membuka suaranya, dan dengarkan dengan baik”
Dex mempersilahkan lexi untuk berbicara
“baiklah,, say….” Ucapan dex terpotong karena tiba tiba pintu aula di dorong paksa oleh seseorang
Sontak saja semua mata yang ada di dalam aula itu menatap pada seorang gadis yang tengah membungkuk dengan memegang kedua lututnya serta nafas yang tersengal sengal, dengan kedua penjaga di belakangnya
Dan terjadilah bisik bisik di ruangan itu
“siapa wanita itu, berani sekali dia” itulah bisik bisik yang terjadi di ruangan itu, mereka menanyakan siapa gerangan yang menganggu acara penting ini
Kemudian para penjaga aula itu membuka suara dengan gemetar takut takut tuan mudanya akan memecat mereka
“maaf tuan,saya sudah menghalangi wanita ini, tapi dia memaksa untuk masuk dan berbicara kalau dia calon karyawan di kantor ini”
“baiklah, kalian boleh keluar dan biarkan perempuan itu tetap di sini” titah lexi pada dua petugas keamaan itu
“baik tuan saya permisi” dua petugas keamanan itupun mengundurkan dirinya
“kamu berdiri di pojok sana” perintah lexi pada perempuan yang kini tengah berdiri
“tapi tuan saya juga cal…” ucapannya terhenti kala mendapat tatapan tajam dari dex, dex menggiring wanita itu untuk berdiri di pojok aula
Acar pun kembali berlanjut dengan pidato yang di berikan oleh lexi
__ADS_1