Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 15


__ADS_3

Sudah dua hari jehan tak mengunjungi zelle setelah kejadian yang terjadi pada zelle,, dan sudah dua hari juga zelle tak masuk kerja


Dan jehan kini berniat ingin mengunjungi zelle, melihat kondisi sahabatnya itu, karena tugas yang di berikan papahnya selama dua hari, jadia jehan tak bisa mengontrol kondisi zelle


Jehan kini tengah mengemudikan mobilnya menuju rumah zelle, sebelumnya frey menghubungi dirinya memberi tau bahwa zelle tak masuk kerja dan nomornya tak bisa di hubungi


Dan itu membuat pikiran jehan tak tenang selalu berfikiran buruk mengenai kondisi sahabatnya ini


(mungkin dari kalian bertanya Tanya kenapa jehan respect atau perduli banget dengan kesehatan zelle, nanti aku bikin part mengenai jehan yah, agar kalian tidak bertanya Tanya dalam pikiran kalian wkwk)


Dan akhirnya setelah menempuh jarak panjang kini jehan sampai di rumahnya zelle


Dirinya turun dari mobil langsung berjalan menuju pintu rumah zelle, jehan mengetuk pintu rumah itu namun tak ada sahutan dari dalam


Jehan merogoh tas nya dan menemukan apa yang dia cari, yaitu kunci cadangan rumah zelle yang selama ini dia pegang


Jehan membuka pintu rumah itu dan terkejut melihat ke adaan dalam rumah itu yang seperti habis terkena gempa


Semua barang yang tadinya tersusun rapi kini berhamburan tak menentu


Jehan melangkah kaki lebih dalam menuju kamar zelle, dan saat masuk ekdalam kamar zelle, jehan di buat syokk


“ASTAGA ZELLEE” pekik jehan dengan menghampiri zelle yang tengah meringkuk di pojok lemari


Jehan memeluk sahabatnya ini dengan erat, jehan menangis melihat kondisi zelle yang saat ini


Pelan pelan jehan mengangkat kepala zelle yang masih menunduk


“zell apa yang terjadi sama lo hiks…jangan kaya ginii..hikss” ucap jehan dengan suara bergetar menahan tangisnya


Hatinya sungguh sakit melihat keadaan zelle, dirinya hampir 1 tahun menemami zelle, meskipun dirinya sudah beberapa kali di hadapkan keadaan zelle yang seperti ini, tetap saja membuatnya tak tega

__ADS_1


Karena zelle sama sekali tak menjawab ucapan dirinya, jehan berusaha untuk membawa zelle menuju tempat tidur zelle


Saat hendak memampah tubuh zelle, zelle bereaksi yang membuat jehan terkejut


“PEMBUNUH,PENJAHAT,PEMBUNUH, pen…ja..hat” zelle awalnya teriak dan mengamuk dalam pelukan jehan namun tiba tiba suaranya melemah dan pingsan


Dengan sigap jehan memampang tubung zelle dan menidurkannya di kasur


Jehan langsung menelfon dokter yang biasa menangani zelle


Setelah selesai menelfon dokter, jehan duduk di pinggir ranjang dengan menatap sahabatnya ini


Jehan mengelus kepala zelle dengan lembut dengan sesekali dirinya terisak


Tak lama menunggu, dokter pun datang kerumah zelle dengan seorang suster, saat dokter itu masuk kedalam rumah zelle, dokter itu menggelengkan kepalanya, kemudian dokter itu masuk kedalam kamar zelle


“jehan” panggil dokter Carla


“dok, tolong zelle dok” jehan memohon pada dokter Carla untuk segera memeriksa kondisi


Dokter Carla pun langsung memeriksa zelle dengan di bantu susternya


……….


Sedangkan di aula perusahaan Glory Roderick sudah berkumpul setidaknya 100 orang dari ribuan orang yang sudah melamar di perusahaan itu


Para calon karyawan perusahaan itu kini tengah menunggu pimpinan perusahaan Glory Roderick , mereka penasaran seperti apa tampang pimpinan itu


Apakah dia mempunya postur tubuh yang tinggi dengan perut yang menggelembung dan kepala pelontos atau dia mempunyai tubuh yang atletis deng….


Di tengah tengah pemikiran para calon karyawan itu, pintu aula tiba tiba terbuka lebar, dan masuklah seorang pria dengan postur tubuh yang tinggi, wajah yang tampan dan tegah, benar benar aura seorang pemimpin, siapa lagi jika bukan Lexi Roderick

__ADS_1


Para calon karyawan perempuan menatap lexi seakan akan melihat dewa turun dari langit


Lexi kini berdiri di podium dan menatap dengan intens calon karyawannya ini


Kemudian lexi menatap dex, dex menganggukan kepalanya dan langsung membuka suaranya


“saya harap selama tuan muda berbicara tidak boleh ada yang membuka suaranya, dan dengarkan dengan baik”


Dex mempersilahkan lexi untuk berbicara


“baiklah,, say….” Ucapan dex terpotong karena tiba tiba pintu aula di dorong paksa oleh seseorang


Sontak saja semua mata yang ada di dalam aula itu menatap pada seorang gadis yang tengah membungkuk dengan memegang kedua lututnya serta nafas yang tersengal sengal, dengan kedua penjaga di belakangnya


Dan terjadilah bisik bisik di ruangan itu


“siapa wanita itu, berani sekali dia” itulah bisik bisik yang terjadi di ruangan itu, mereka menanyakan siapa gerangan yang menganggu acara penting ini


Kemudian para penjaga aula itu membuka suara dengan gemetar takut takut tuan mudanya akan memecat mereka


“maaf tuan,saya sudah menghalangi wanita ini, tapi dia memaksa untuk masuk dan berbicara kalau dia calon karyawan di kantor ini”


“baiklah, kalian boleh keluar dan biarkan perempuan itu tetap di sini” titah lexi pada dua petugas keamaan itu


“baik tuan saya permisi” dua petugas keamanan itupun mengundurkan dirinya


“kamu berdiri di pojok sana” perintah lexi pada perempuan yang kini tengah berdiri


“tapi tuan saya juga cal…” ucapannya terhenti kala mendapat tatapan tajam dari dex, dex menggiring wanita itu untuk berdiri di pojok aula


Acar pun kembali berlanjut dengan pidato yang di berikan oleh lexi

__ADS_1


__ADS_2