
"panggil jovan ajah biar nyaman" jovan melihat kebingungan zelle yang hendak memanggilnya
"ah baiklah" jawab zelle
"kamu udah berapa lama kerja sama papahnya Jehan" tanya zelle
"cukup lama sekitar 5 tahun" jawab jovan
zelle hanya mengangguk saja tanda mengerti saat sedang mengobrol makanan yang mereka pesan datang
setelah tertata rapi di atas meja, jovan meminta zelle untuk memakan makanan nya dahulu
"makan ajah dulu nanti kita lanjut lagi obrolan nya"
"baiklah" jawab zelle
keduanya menikmati makanan nya, jovan sesekali melirik zelle yang sedang makan
dari awal dirinya melihat zelle datang, ntah mengapa ada suatu yang menarik dari zelle dan jovan merasa mengenal wanita ini
setelah beberapa menit, mereka telah menyelesaikan makanannya
"sorry saya mau nanya hal pribadi kamu boleh? " izin jovan
zelle agak menyipitkan matanya menatap jovan
"tenang ajah saya gak nanya macem macem, saya cuma mau tau kamu tinggal di mana, soalnya saya kaya gak asing liat muka kamu" jelas jovan agar zelle tak berpikir buruk tentang dia
"maaf saya gak bisa ngasih tau itu" jawab zelle
"ah baik lah gak papa, sorry udah bikin lo gak nyaman" tutur jovan
zelle langsung mengalihkan pembicaraan
"jadi apa yang harus saya lakukan dalam pekerjaan itu" tanya zelle
jovan pun menjelaskan bagaimana sistem kerjanya dan apa saja yang harus di lakukan oleh zelle, jovan menjelaskan sangat detail pada zelle
..........
"jadi sudah tahap mana kerja sama ini" tanya Jehan pada zero
Jehan dan zero sedang berada di restoran yang tak jauh dari perusahaan papahnya
mereka sudah berjanji akan membahas terkait kerja sama kedua nya
"sebelumnya, selamat atas jabatan lo sekarang, gue ikut Seneng dengernya, dan untuk kerja sama itu sejauh ini semakin bagus" terang zero
__ADS_1
"baguslah kalo gitu" tutur Jehan
"orang tua gue ngadain pesta untuk gue, dia minta gue juga buat ngundang lo" ucap Jehan
"Iyah gue tau, gue pasti dateng" jawab zero
keduanya larut dalam obrolan santai
..........
"makasih udah ngasih banyak pelajaran buat saya" ucap zelle pada jovan
"sama sama, kamu kalo masih ada kesulitan atau ada yang belum paham tanya ajah jangan sungkan" ucap jovan
zelle menganggukkan kepala dan sedikit tersenyum
keduanya pun berpisah di cafe itu, jovan sudah menawarkan diri untuk mengantarkan zelle pulang namun zelle menolak nya dan jovan tidak bisa memaksa itu
kini zelle berjalan menuju halte, dirinya ingin cepat pulang karena cuaca mendung
zelle sudah sampai halte dan beruntung bus yang akan di naiki zelle datang lebih cepat, zelle langsung naik, namun zelle harus dua kali menaiki bus menuju kerumah nya
zelle memandang ke arah jendela, dirinya melamun dan banyak berfikir
zelle masih tidak menyangka berada di titik sekarang ini
namun jika bukan karena sahabat nya Jehan, mungkin zelle tidak akan ada di dunia ini, zelle begitu banyak hutang budi dengan Jehan
sahabat nya itu sudah sangat sering membantunya
namun tak dapat di pungkiri zelle juga sering memikirkan adiknya dan juga mamah nya
zelle akui dirinya masih belum bisa untuk bertemu keduanya, zelle belum siap, setidaknya beri zelle waktu sebentar lagi dirinya janji akan lebih dulu bertemu dengan adik dan juga mamahnya
untuk sekarang zelle belum bisa....
lama melamun bus yang di tumpangi zelle berhenti di halte, zelle turun dari bus, namun zelle harus menunggu bus satu lagi agar dirinya bisa pulang kerumah
Zelle menunggu di hate itu sendirian, cuaca semakin mendung dan gelap, dan tak lama akhirnya hujan turun cukup deras
"Yatuhan gede banget ujannya" keluh zelle
"mana bentar lagi magrib" monolog zelle
mana bus yang di tunggu zelle agak lama datangnya
zelle harus sabar menunggu sambil mendengar suara petir, zelle memang suka hujan tapi tidak dengan suara petir
__ADS_1
........
Lexi dan dex kini dalam perjalan pulang menuju apartemen lexi namun saat hendak melewati halte bus tak sengaja lexi melihat zelle yang sedang duduk di halte sendirian
"tu cewe beranian banget duduk sendirian mana ujan gede banget" monolog lexi sambil menatap zelle dari dalam mobil
"dex pinggirin mobilnya di halte depan" perintah lexi
dex melihat halte dan ternyata ada wanita yang tengah duduk dengan memeluk kedua tangannya
dex pun menepi di halte bus, lexi membuka kaca spion mobil dan berteriak pada zelle
"mau sampe kapan lo nunggu bus disini, bus nya pasti akan sangat telat datangnya, sedangkan ujan makin deras, buruan masuk dalem mobil gue, gue anterin lo balik"
zelle menatap lexi dengan lekat, dirinya bingung apakah harus menunggu atau ikut dengan pria ini
namun karena kemungkinan hujannya akan lama akhirnya zelle memilih ikut dengan lexi
zelle duduk di kursi penumpang sendri
saat zelle sudah masuk kedalam mobil lexo, dex langsung mengingat siapa wanita ini
"lo kenal sama dia lex" bisik dex pada lexi
"udah buru jalan" perintah lexi
dex langsung mencebikan mulutnya dan menjalankan mobil nya
"alamat lo dimana" tanya lexi acuh
"nanti kalo udah deket gue kasih tau" jawab zelle
tak ada lagi obrolan di dalam mobil, sebenarnya dex sangat ingin mengobrol banyak dengan zelle namun sudah pasti lexi akan mengamuk
hanya beberapa menit dari halte kini zelle sudah hampir sampai di rumahnya dan zelle meminta dex untuk menurunkan nya di minimarket dekat rumah zelle
dex menurutinya, mobil pun berhenti di pinggir minimarket, saat zelle hendak keluar mobil, lexi menyodorkan paksa payung miliknya
"lo bawa nanti kalo pingsan lagi ngerepotin orang"
"pingsan? " monolog zelle dengan pelan
namun zelle tetap mengambil payung itu karena dirinya memang membutuhkan nya
"thank" ucap zelle serius
lexi menjawab dengan deheman, mobil lexi pun kembali jalan meninggalkan zelle
__ADS_1