Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 44


__ADS_3

"Jam berapa namah dateng nya, kaka sebentar lagi masuk kerja, ini udah siang" tanya zelle pada queni


setelah queni memohon dengan susah payah kepada zelle untuk mau berbicara dengan dirinya dan juga sang mamah


*Flashback


Zelle dalam perjalanan pulang setelah bekerja, dan bertemu dengan jovan, namun saat dirinya sudah sampai di rumah, zelle di kejutkan dengan kehadiran queni di halaman rumahnya yang tengah berdiri


"queni" panggil zelle, zelle merasa aneh saat memanggil nama adiknya ini, karena biasanya dirinya memanggil "dek atau adek" namun karena masih di liputi rasa canggung jadi mau tak mau dirinya memanggil nama saja


queni yang merasa namanya di panggil langsung membalikan badannya, dan ternyata itu kakak nya yang sedari tadi di tunggu


"Kaka" ucap queni


"Kamu tau rumah kaka dari siapa? " tanya zelle


keduanya duduk di kursi depan halaman rumah zelle


"aku cari tau sendiri" Jawab queni


zelle menghembuskan nafas berat


"Bukankah kaka udah bilang sama kamu beberapa kali, untuk tidak mencari kaka lagi--"


"Apa yang membuat kamu mencari kaka" Tanya zelle to the point


"Ma--Mah" jawab queni dengan menundukkan kepala dalam dalam


zelle terdiam cukup lama mendengar Jawaban adiknya ini, namun tak lama zelle langsung bersuara lagi


"Besok pagi dateng kerumah kaka jika ada yang ingin di bicarakan, sekarang kamu pulang, ini sudah malam" Tutur zelle


queni langsung berdiri dan menatap binar mata kaka nya ini, dan sepersekian detik langsung memeluk zelle dengan erat

__ADS_1


"Makasih ka, makasih banyak" queni berbicara dengan suara bergetar menahan tangis


zelle diam mematung, entah mengapa hatinya bergemuruh, ingin menangis dan ingin membalas pelukan adiknya namun tidak bisa dia lakukan


melihat kakanya tak membalas pelukannya, queni langsung melepas pelukan itu dan meminta maaf


"Maaf ka, aku terlalu senang hehe,, selamat istirahat, aku pulang" pamit queni yang langsung pergi dari rumah zelle


zelle menatap kepergian adiknya dengan perasaan bimbang dan takut


"Lo bisa zel, harus yakin dengan keputusan lo" zelle berusaha menyemangati diri sendiri


zelle pun masuk kedalam rumah nya


*Flashback off


"Tadi mamah bilangnya lagi di jalan bentar lagi sampe" Ucap queni


kedua nya kembali diam di ruang tamu rumah zelle


queni langsung berdiri dan membuka pintu rumah zelle dengan semangat karena dirinya yakin jika itu adalah mamahnya


Namun ternyata itu seorang pria dengan perawakan tinggi dan tampan


"Eh zelle nya ada? " Tanya pria itu pada queni yang beridi menatap pria itu dengan intens


zelle yang sedari tadi menundukkan kepalanya sedikit kaget mendengar suara pria, dikira dirinya yang tadi mengetuk pintu rumahnya adalah sang mamah


zelle pun berdiri dan menghampiri pria itu


"Jo, ada apa dateng kerumah jam segini" Tanya zelle


"Ah sorry gue ganggu yah? " Tanya balik jovan

__ADS_1


zelle sudah mau untuk berteman dengan jovan, dan zelle meminta jovan untuk tidak memanggil saya kamu, karena zelle merasa tak nyaman, zelle lebih nyaman menggunakan kata "Lo, gue" dan jovan pun mau tak mau menyetujui nya


"Gak juga sih, cuma hari ini gue mau ketemu sama keluarga gue, jadi kalo nanti ada yang mau lo omongin, mungkin bisa ketemuan di tempat lain, nanti gue kabarin waktunya" tutur zelle


"Ah gitu baiklah, nih, tadi gue sempet beli sarapan, niatnya tadi mau sarapan bareng sama lo, berhubung gak bisa, jadi yah gue sarapan sendiri deh" jovan menyerahkan bubur yang tadi di belinya untuk sarapan bersama dengan zelle


"Sorry banget nih gak bisa nemenin, mungkin next time, ini gue Terima, thanks yah" ucap zelle


"Ok gue pamit, gue tunggu juga kabar dari lo" Jovan pun pergi dari rumah zelle


sedangkan queni sedari tadi memperhatikan interaksi kakanya dan pria tadi dengan sedikit bingung


"Pacar kaka? " tanya queni yang sedari tadi diam


"Hah? " zelle lupa jika sedari tadi ada adiknya yang memperhatikan pembicaraan antara dirinya dan juga jovan


"Bukan, kalo mamah gak bisa dateng hari ini nanti kakak cari jad--" saat zelle hendak melanjutkan ucapannya, seseorang lebih dulu berbicara


"Mamah di sini"


DEG!!!


Baik zelle dan queni keduanya langsung menatap orang yang berbicara


zelle menatap nyonya Ririn dengan perasaan yang berkecamuk, sedangkan queni menatap nyonya ririn dengan senang karena sudah datang


Dan sedari tadi pandangan nyonya ririn tak lepas menatap zelle, mata nya sungguh berat menahan air mata, dada nya sesak, pikirannya tiba-tiba seperti di penuhi dengan masa lalu yang buruk mengenai anaknya ini


"Ze-- hikssss..... hiksss... hikss... " Ntah mengapa nyonya ririn tak sanggup memanggil nama zelle, sudah cukup lama sekali tidak memanggil nama anaknya yang satu ini


Tiba-tiba nyonya ririn memegang Kepala nya yang sedikit pusing dan


BRUK!!!

__ADS_1


"MAMAH!!?? "


__ADS_2