
"Jam berapa namah dateng nya, kaka sebentar lagi masuk kerja, ini udah siang" tanya zelle pada queni
setelah queni memohon dengan susah payah kepada zelle untuk mau berbicara dengan dirinya dan juga sang mamah
*Flashback
Zelle dalam perjalanan pulang setelah bekerja, dan bertemu dengan jovan, namun saat dirinya sudah sampai di rumah, zelle di kejutkan dengan kehadiran queni di halaman rumahnya yang tengah berdiri
"queni" panggil zelle, zelle merasa aneh saat memanggil nama adiknya ini, karena biasanya dirinya memanggil "dek atau adek" namun karena masih di liputi rasa canggung jadi mau tak mau dirinya memanggil nama saja
queni yang merasa namanya di panggil langsung membalikan badannya, dan ternyata itu kakak nya yang sedari tadi di tunggu
"Kaka" ucap queni
"Kamu tau rumah kaka dari siapa? " tanya zelle
keduanya duduk di kursi depan halaman rumah zelle
"aku cari tau sendiri" Jawab queni
zelle menghembuskan nafas berat
"Bukankah kaka udah bilang sama kamu beberapa kali, untuk tidak mencari kaka lagi--"
"Apa yang membuat kamu mencari kaka" Tanya zelle to the point
"Ma--Mah" jawab queni dengan menundukkan kepala dalam dalam
zelle terdiam cukup lama mendengar Jawaban adiknya ini, namun tak lama zelle langsung bersuara lagi
"Besok pagi dateng kerumah kaka jika ada yang ingin di bicarakan, sekarang kamu pulang, ini sudah malam" Tutur zelle
queni langsung berdiri dan menatap binar mata kaka nya ini, dan sepersekian detik langsung memeluk zelle dengan erat
__ADS_1
"Makasih ka, makasih banyak" queni berbicara dengan suara bergetar menahan tangis
zelle diam mematung, entah mengapa hatinya bergemuruh, ingin menangis dan ingin membalas pelukan adiknya namun tidak bisa dia lakukan
melihat kakanya tak membalas pelukannya, queni langsung melepas pelukan itu dan meminta maaf
"Maaf ka, aku terlalu senang hehe,, selamat istirahat, aku pulang" pamit queni yang langsung pergi dari rumah zelle
zelle menatap kepergian adiknya dengan perasaan bimbang dan takut
"Lo bisa zel, harus yakin dengan keputusan lo" zelle berusaha menyemangati diri sendiri
zelle pun masuk kedalam rumah nya
*Flashback off
"Tadi mamah bilangnya lagi di jalan bentar lagi sampe" Ucap queni
kedua nya kembali diam di ruang tamu rumah zelle
queni langsung berdiri dan membuka pintu rumah zelle dengan semangat karena dirinya yakin jika itu adalah mamahnya
Namun ternyata itu seorang pria dengan perawakan tinggi dan tampan
"Eh zelle nya ada? " Tanya pria itu pada queni yang beridi menatap pria itu dengan intens
zelle yang sedari tadi menundukkan kepalanya sedikit kaget mendengar suara pria, dikira dirinya yang tadi mengetuk pintu rumahnya adalah sang mamah
zelle pun berdiri dan menghampiri pria itu
"Jo, ada apa dateng kerumah jam segini" Tanya zelle
"Ah sorry gue ganggu yah? " Tanya balik jovan
__ADS_1
zelle sudah mau untuk berteman dengan jovan, dan zelle meminta jovan untuk tidak memanggil saya kamu, karena zelle merasa tak nyaman, zelle lebih nyaman menggunakan kata "Lo, gue" dan jovan pun mau tak mau menyetujui nya
"Gak juga sih, cuma hari ini gue mau ketemu sama keluarga gue, jadi kalo nanti ada yang mau lo omongin, mungkin bisa ketemuan di tempat lain, nanti gue kabarin waktunya" tutur zelle
"Ah gitu baiklah, nih, tadi gue sempet beli sarapan, niatnya tadi mau sarapan bareng sama lo, berhubung gak bisa, jadi yah gue sarapan sendiri deh" jovan menyerahkan bubur yang tadi di belinya untuk sarapan bersama dengan zelle
"Sorry banget nih gak bisa nemenin, mungkin next time, ini gue Terima, thanks yah" ucap zelle
"Ok gue pamit, gue tunggu juga kabar dari lo" Jovan pun pergi dari rumah zelle
sedangkan queni sedari tadi memperhatikan interaksi kakanya dan pria tadi dengan sedikit bingung
"Pacar kaka? " tanya queni yang sedari tadi diam
"Hah? " zelle lupa jika sedari tadi ada adiknya yang memperhatikan pembicaraan antara dirinya dan juga jovan
"Bukan, kalo mamah gak bisa dateng hari ini nanti kakak cari jad--" saat zelle hendak melanjutkan ucapannya, seseorang lebih dulu berbicara
"Mamah di sini"
DEG!!!
Baik zelle dan queni keduanya langsung menatap orang yang berbicara
zelle menatap nyonya Ririn dengan perasaan yang berkecamuk, sedangkan queni menatap nyonya ririn dengan senang karena sudah datang
Dan sedari tadi pandangan nyonya ririn tak lepas menatap zelle, mata nya sungguh berat menahan air mata, dada nya sesak, pikirannya tiba-tiba seperti di penuhi dengan masa lalu yang buruk mengenai anaknya ini
"Ze-- hikssss..... hiksss... hikss... " Ntah mengapa nyonya ririn tak sanggup memanggil nama zelle, sudah cukup lama sekali tidak memanggil nama anaknya yang satu ini
Tiba-tiba nyonya ririn memegang Kepala nya yang sedikit pusing dan
BRUK!!!
__ADS_1
"MAMAH!!?? "