
Waktu libur untuk para pekerja kantoran sudah selesai, kini saatnya memulai kembali dengan tumpukan berkas kantor
zelle dan Jehan keduanya sudah sampai di perusahaan Jehan, zelle berada di ruangannya sendiri begitupun dengan Jehan
baru saja kedua nya memulai pekerjaan dengan status baru , pekerjaan sudah begitu banyak keduanya dapatkan
mungkin untuk Jehan agak sedikit mudah, namun untuk zelle agak sulit, untung saja sebelum nya dirinya sudah bertanya banyak pada jovan dan mendapat banyak ilmu dari jovan jadi yah setidaknya dirinya dapat sedikit melakukan pekerjaan nya meskipun terkadang masih saja bertanya pada Jehan
saat zelle tengah serius melakukan pekerjaan nya, ponsel di mejanya berbunyi dan ternyata Jehan yang menelfon
"zel keruangan gue sekarang"
"iyah siap"
zelle langsung menuju keruangan Jehan yang berada di depan ruangannya
"ada apa" tanya zelle
"siapin berkas yang waktu itu udah gue suruh buat di bawa pertemuan sama perusahaan orang tua nya Lexi" perintah Jehan
"ah ok" jawab zelle dan langsung mengambil berkasnya yang berada di ruangannya
"ayo berangkat" ajak Jehan yang sudah berdiri dan menghampiri zelle yang diam mematung memandang dirinya
"sekarang? ketemu sama Lexi? " beo zelle
"iyah ayuk iihh, merekanya minta sekarang" Jehan langsung menari tangan zelle dengan paksa dan melepaskan nya ketika sudah di dalam lift
keduanya kini dalam perjalanan menuju restoran milik Lexi yang tak jauh dari perusahaan Jehan
dan kini keduanya sudah sampai
"ayok turun jangan diem ajah" Jehan sudah melepaskan seatbelt nya dan hendak keluar, namun di urungkan karena melihat zelle yang masih saja bengong
Jehan langsung menoyor kepala zelle
"bengong ajah"
"iiihh je ngeselin banget" zelle langsung mengusap usap jidatnya yang di toyor
"lagian dari tadi ngelamun mulu, mikirin apaan kali" kesal Jehan
zelle langsung melepas seatbelt nya dan keluar dari dalam mobil
karena Jehan sudah tau di mana posisi duduk yang di pesan lexi, Jehan dan zelle langsung saja masuk kedalam restoran itu
saat masuk kedalam ruangan itu, ternyata benar sudah ada Lexi dan juga dex
__ADS_1
"telat 5 menit" beo Lexi
Jehan dan zelle langsung saling pandang kemudian Jehan melotot kepada zelle dan berbicara tanpa bersuara
"lo sih"
"Sorry" zelle menjawab ucapan Lexi
"hm" Lexi hanya berdehem saja
zelle langsung mengeluarkan berkas yang sedari tadi di pegang nya dan memberikan nya pada dex
"ini berkas yang ingin diliat" ucap zelle
dex menerima berkas itu dengan tersenyum kepada zelle, sedangkan zelle masih saja memasang wajah cueknya
dex membaca berkas itu dengan teliti kemudian berbicara
"yah bagus sih, cuma kalo lebih di perjelas mungkin lebih keren"
"sebenarnya saya tidak ingin berurusan dengan kalian berdua, tapi karena ini perihal pekerjaan mau tidak mau kita harus berurusan kembali" ucap Lexi dengan melihat Jehan dan zelle bergantian
"berkas sudah dex baca dan gue nanti akan liat lagi, jika memang akan baik kedepannya kita percepat proyeknya" tutur Lexi
"ok deal? " Jehan menyodorkan tangannya di depan Lexi
melihat itu Lexi langsung menerima uluran tangan Jehan
Dan kini makanan yang di pesan oleh Lexi sudah datang dan langsung di tata di atas meja
"gue gak tau apa yang kalian suka jadi gue pesan banyak, agar kalian bisa milih sendiri" ucap Lexi yang tau akan keterkejutan dua wanita di depannya ini ketika melihat makanan yang begitu banyak
Mereka pun menikmati makanan yang tersedia
sesekali dex memberikan beberapa makana pada zelle
karena sedikit kesal akan tindakan dex yang terlalu sering memberi beberapa makanan padanya, zelle langsung bersuara
"Terimakasih, gue bisa ambil sendiri" zelle sengaja berbicara sedikit menekankan setiap katanya
dex langsung tersenyum canggung
"sorry" jawab dex
saat kembali hening menikmati makanannya, Tiba-tiba zelle terbatuk batuk dan menepuk dadanya, dirinya tersedak
reflex ketiga orang disitu langsung menyodorkan minuman di depan zelle
__ADS_1
zelle langsung menyaut salah satu minuman itu tanpa melihat nya karena posisi kepalanya yang menunduk
dan ternyata minuman yang di ambil itu punya Jehan
dex dan lexi melihat itu langsung menarik kembali minuman mereka
"Pelan pelan kalo makan" ucap Lexi dengan lembut
zelle yang mendengar itu tersenyum smirk
baru saja selesai makan, Tiba-tiba Jehan bersuara
"lo bawa zelle kemana waktu dia pingsan"
zelle terkejut dengan pertanyaan Jehan,
"kenapa dia menanyakan soal ini pada Lexi, kenapa waktu itu gak nanya langsung ke gua" bantin zelle
dex juga tentu saja ikut terkejut
"zelle pingsan dan di bawa Lexi, kapan? ko bisa? " itulah yang ada di pikiran dex
sedangkan Lexi tetap pada posisinya
"gue bawa di ke apartemen gue, gue gak tau alamat nya jadi gue bawa, itupun cuma sebentar, waktu dia sadar dia langsung pulang sendiri ke rumah nya" terang Lexi dengan gaya cool nya
saat Jehan hendak membuka suaranya kembali, zelle lebih dulu memegang tangan Jehan
"je" zelle memandang Jehan dengan tatapan memohon agar tidak kembali bertanya pada Lexi
Jehan pun mengalah dan tidak jadi bertanya lebih banyak pada Lexi
"Kita langsung balik ke kantor lagi, terimakasih atas makanannya dan semoga proyek nya cepat terlaksana, kami permisi" zelle langsung menarik tangan Jehan keluar dari ruangan restoran itu
setelah zelle dan Jehan keluar, dex langsung bersuara
"Jelasin maksud yang tadi, ohh atau jangan jangan waktu lo ngilang di pesta itu karena bawa si zelle, lo suka yah sama zelle"
"Ck.. cerewet banget, itu semua gak ada urusannya sama lo" sarkas Lexi
"Hey, gak ada urusan sama gue lo bilang?
jelas ada lah, gue kan udah bilang sama lo kalo gue suka sama zelle dan bakal usaha buat dapetin zelle" dex agak tersulut emosi mendengar jawaban yang di berikan oleh Lexi
"lo kalo suka sama zelle bilang sama gue biar gue mundur, gue gak akan mundur kalo gue udah sayang banget sama seseorang" Sambung dex dengan serius
"Gue gak bisa jawab pertanyaan lo itu, karena sekarang gue belum ada perasaan apa apa sama zelle" Lexi menjawab tak kalah serius
__ADS_1
memang untuk sekarang Lexi belum memiliki perasaan untuk zelle, namun kedepan nya?
NTAHLAH TIDAK ADA YANG TAU