Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 17


__ADS_3

Berhari hari dilalui oleh jehan untuk selalu menjenguk zelle yang masih berada di tempat rehabilitasi


Kondisi zelle masih sama seperti kemarin kemarin, zelle masih sulit untuk di ajak berkomunikasi


“mbak boleh gak saya ajak zelle keluar, siapa tau dengan saya ajak keliling kota bisa sedikit membantu zelle agar tidak terlalu tertekan” jehan memohon pada pengurus rehabilitasi itu untuk mengijinkannya mengajak zelle jalan jalan


Pengurus rehabilitasi itu bingung dikarenakan dilarang untuk membawa pasien keluar dari tempat ini, karena beresiko, namun kali ini yang memohon padanya adalah nona jehan anak dari pengusaha negeri ini


Semenjak tuan levronka mengenalkan jehan pada halayak ramai, di situlah mereka tau siapa jehan yang sebenarnya


“nona, ini sangat beresiko untuk nona sendiri, kita tidak tau apa yang terjadi di luar sana, saya takut tiba tiba nona zelle kembali kumat” mbak tari berusaha memberi pengertian pada jehan


Dirinya takut sesuatu terjadi pada putri tuan levronka


“mbak tenang ajah saya akan bawa bodyguard dan saya akan langsung menelfon dokter pribadi yang biasa menangani zelle, jadi mbak gk usah cemas” jehan berharap mbak tari mengijinkannya


“baiklah non jika semuanya sudah di persiapkan dengan baik” jawab mbak tari pasrah


Jehan senang bukan main kala mbak tari mengijinkannya membawa zelle untuk dibawa jalan jalan


Dengan langkah lebar dirinya menghampiri zelle yang tengah duduk melamun di taman, jehan pun duduk di samping zelle


“ayok sekarang lo ikut sama gue, gue mau ajak lo buat jalan jalan”


Zelle tak membuka suaranya namun dirinya tak menolak kala jehan menarik tangan zelle menuju mobilnya


Jehan pun langsung menancapkan gasnya dan pergi meninggalkan tempat rehabilitasi

__ADS_1


Bodyguard yang disuruh jehan untuk menjaga dirinya mengikuti mobil jehan


“lo tau gue seneng banget waktu mbak tari ngebolehinn gue ngajak lo pergi, gue mau ngajak lo ke suatu tempat yang bisa bikin lo seneng, dan gue yakin lo akan merasa lebih baik kalo ke tempat ini” jehan terus saja berceloteh panjang


Sedangkan zelle terus memandang keluar jendela, sedikit demi sedikit pikiran zelle lebih baik setelah melihat sekitar jalanan, zelle memejamkan matanya untuk merilekskan pikirannya


jehan memandang zelle dan tersenyum, sepertinya rencananya kali ini akan membuahkan hasil untuk membuat zelle lebih baik


dan tak lama mobil yang di kendarai jehan sampai di sebuah gedung yang menjulang tinggi, jehan memarkirkan mobilnya sembarang arah


jehan pun menepuk bahu zelle untuk membangunkan zelle yang menurutnya tertidur


“hey lo mau tidur di mobil ajah hah” ucap jehan dengan bercanda


Zelle membuka matanya, zelle tak tidur dirinya hannya memejamkan mata saja namun kesadarannya masih terjaga


Jehan dan zelle pun masuk kedalam lift, jehan menekan tombol dengan lantai terakhir


Lift pun berhenti, keduanya keluar dari dalam lif, jehan terus mengarahkan zelle agar mengikuti dirinya


Kini mereka berdua sampai di atap gedung itu dengan cuaca yang benar benar indah, dan ternyata atap itu sudah di dekor oleh jehan seperti tempat tongkrongan anak muda


“sekarang lo liat gue, terus nanti gentian lo yah” ucap jehan pada zelle


Jehan berdiri di ujung gedung itu dan


“GUE MAU ZELLE SEMBUUUUHHHH” jehan berteriak dengan lantangnya

__ADS_1


Kemudian jehan memandang zelle yang tengah menatap dirinya dengan bingung


“sekarang giliran lo, lo harus teriak apapun yang lo mau, jangan pendem itu, sekarang waktunya dunia tau bahwa lo wanita yang kuat” titah jehan


Perlahan zelle mendekat pada jehan yang tengah berdiri di ujung gedung itu


Setelah zelle berdiri di posisi yang sama dengan dirinya, jehan mundur selangkah agar memberi ruang pada zelle


Zelle menarik nafa panjang, matanya menatap sekeliling gedung, semua pikirannya tidak menentu, mata nya yang terpejam secara perlahan, tangan yang terkepal erat DAN!!!


“GUE BENCII KEHIDUPAN GUE YANG DULU……GUE BENCI DENGAN DIRI GUE YANG LEMAHHH…GUE BENCI DENGAN ORANG YANG BERTINDAK SEMAU MEREKA TANPA MEMPERDULIKAN SEKITARNYA….GUE BENCIIIIIII…GUE BENCIIIII…” zelle berteriak dengan menggebu gebu


Perasaannya tiba tiba terasa ringan, sebagian masalahnya terasa hilang begitu saja, membuat dirinya lebih baik dari yang tadi


Zelle masih mengatur nafasnya, kemudian menatap jehan yang tengah menatap dirinya dengan mata yang berkaca kaca setelahnya zelle langsung memeluk jehan dengan erat dan menangis tersedu sedu


Keduanya menangis cukup lama


“kenapa kita malah nangis kaya gini sih hiks…” jehan memukul pundak zelle yang masih sesekali mengelap air matanya


Keduanya saling tatap dan entah mengapa tiba tiba keduanya tertawa bersama


“HAHAHAHAHAHAHAHAA”


Jehan yang melihat tawa zelle yang lepas sungguh membuatnya tenang


“akhirnya”batin jehan

__ADS_1


__ADS_2