
Setelah pagi tadi memeriksa kondisi zelle, dokter Carla menyarankan jehan untuk membawa zelle kembali ke tempat rehabilitasi
Awalnya jehan menolak, namun dokter Carla menyatakan itu yang terbaik untuk memulihkan keadaan zelle saat ini
Akhirnya mau tak mau jehan membawa zelle ke tempat rehabilitasi untu orang yang tengah mengalamai gangguan mental yang tidak parah,
Dan siang ini jehan tengah duduk di taman tempat rehabilitasi bersama dengan zelle yang masih melamun dan tak membuka suaranya
“zell apa lo inget tempat ini, tempat yang lo bilang paling nyaman setelah balkon kamar lo” jehan berusaha terus untuk mengajak zelle berbicara
Meskipun zelle tak menanggapi ucapan jehan
“lo selalu ingin duduk di taman ini kalo lo lagi banyak pikiran, lo selalu bilang tempat inii bisa bikin pikiran lo tenang”
“zell lo tau kan gue bukan Cuma sahabat buat lo tapi gue juga udah anggep lo kaya kaka gue sendiri…”jehan menjeda ucapannya dan menatap zelle yang tengah melamun seperti orang linglung
“gue mohon sama lo, jangan pendem sendiri masalah lo, kasih tau ke gue, meskipun gue gk bisa bantu tapi setidaknya lo udah ngurangin beban yang lo tanggung sendiri” jehan memeluk zelle dengan sayang seraya mengelus kepala zelle
Dirinya selalu tak tega jika melihat zelle kembali di tempat ini, hatinya sakit melihat zelle seperti orang tak mempunyai nyawa
…….
__ADS_1
Kini diruangan lexi seperti neraka bagi seorang perempuan yang tengah berdiri di depan meja kerja lexi
Sedangkan dex dengan santai duduk di sofa ruangan lexi, dirinya hanya memperhatikan saja
“siapa namamu, dan kamu bekerja di bagian apa” Tanya lexi menatap perempuan itu dengan intens
“nama saya Queni shaenette, saya bekerja di bagian staff penerima tamu tuan” queni menjawab pertanyaan lexi dengan menundukan kepalanya
“apakah wajah saya ada di bawah sana” ucap lexi dengan geramnya
Mendengar itu queni langsung mengangkat kepalanya dan memandang lexi dengan takut takut
“dex kali ini tugas mu”titah lexi
Queni yang di tarik paksa dan juga kasar tentu saja memberontak, dirinya menghentakan tangan dex dengan keras dan berhasil terlepas
“hey tuan kenapa anda tiba tiba menarik tangan saya dengan paksa” ucap queni dengan kesal
“ciih..anda sudah tidak dibutuhkan di perusahaan ini, jadi lebih baik anda keluar saja” entah mengapa semenjak dex bekerja di perusahaan ini dan menjadi sekertaris dan asisten lexi dirinya menjadi seperti lexi yang malas berbasa basi jika mengenai pekerjaan meskipun di hadapkan wanita cantik seperti queni (mungkin kalo udah di luar pekerjaan sifat gilanya kambuh wkwk)
“maksud tuan gimana, jelas jelas saya sudah dinyatakan lulus untuk di terima di perusahaan ini, saya sudah mengikuti serangkaian tes dengan susah payah dan tuan dengan gampangnya mengusir saya” queni benar benar tidak terima jika dirinya harus di usir dari perusahaan ini
__ADS_1
Saat dex hendaak mengursir kembali queni, lexi langsung membuka suaranya yang tadi hanya diam memperhatikan perdebatan kecil antara queni dan juga dex
“bawa dia ke tempat kerjanya, kita lihat apakah dia bisa bekerja dengan sangat baik” perintah lexi pada dex yang di balas tatapan bingung oleh dex
“terimakasih tuan” ucap queni dengan sungguh sungguh
Dex pun mengantarkan queni menuju tempat kerjanya, selama mengantar queni dex selalu mengomel seperti ema ema
“kau ini sudah tau salah tidak mau mengakui dan malah membela diri, benar benar wanita tak tau malu”
Mendengar celotehan pria yang di tugaskan oleh atasannya ini, queni tak menanggapi dirinya enggan untuk menanggapi omongan yang tak penting baginya
Yang terpenting sekarang dirinya sudah diterima di perusahaan ini dan rencana selanjutnya adalah mencari keberadaan kakanya yang tak tau di mana keberadaannya
Mungkin dari kalian bingung, “siapa sih kakanya queni ini? Ko bisa queni kerja di perusahaan lexi? Terus siapa yang zelle liat saat di acara orang tuanya jehaan?”
Kalian bingung kan, author juga sama wkwkwk
Nanti author bikin part yang akan menjawab kebingungan kalian, jadi stay tune guys
Di mohon untuk like,vote,hadiah dan komentar
__ADS_1
Terimakasih guys