
Pagi pagi sekali Jehan sudah di buat kesal oleh kedua orang tua nya
Bagaimana tidak kesal, Jehan di ancam jika tidak pulang pagi ini, tuan levronka akan bunuh diri
Gila bukan?
Dengan perasaan gondok mau tak mau Jehan pulang dan meninggalkan zelle di apartemen sendirian
Sebelum itu Jehan sudah memberi pesan pada zelle agar lebih dulu berangkat ke kantor tanpa menunggu nya
Selama perjalanan menuju rumahnya, Jehan akan siap telinga untuk mendengar ocehan orang tuanya terutama papahnya
Dan kini Jehan sudah sampai di rumahnya, namun Jehan agak bingung, seperti nya ada tamu dirumahnya sepagi ini
Jehan pun masuk kedalam rumah dan Jehan makin terkejut siapa tamu yang datang dirumah nya ini
"Keluarga Lexi" Gumam Jehan
"Ah itu Jehan sudah datang" Ucap tuan Roderic
Semua mata langsung memandang Jehan yang tengah jalan menuju gerombolan orang itu
"Sebaiknya kita sarapan dahulu, bukankah kalian belum sarapan" Ucap tuan levronka untuk membuat suasana cair
Semua orang menuju meja makan tak lupa Lexi dan juga Jehan
Sedari tadi kedua orang itu saling pandang, dan pandangan keduanya penuh dengan tanda tanya
Sarapan pagi di penuhi dengan obrolan antara tuan levronka dan tuan Roderic yang lain hanya sesekali menimpali
Setelah sarapan, semuanya kembali kumpul di ruang tamu
"Jadi bagimana dengan tanggal pertunangan antara Lexi dan juga Jehan" Ucap tuan levronka tiba-tiba
"What tunangan?!! " Kaget Jehan dan langsung menatap papanya
"Pelankan suaramu je, gak sopan" Tegur tuan levronka
__ADS_1
"Papah dan juga tuan Roderic sudah membicarakan perihal ini saat keluarga kita bertemu dengan keluarga tuan Roderic waktu itu" Terang tuan levronka
"Iyah itu benar, dan sebenarnya rencana ini sudah sangat lama kita inginkan" Celetuk tuan Roderic
"Aahhhhhhh, ingin sekali Jehan mengebom tempat ini sekarang juga" Batin Jehan
"Dan bukannya waktu itu papah sudah bilang sama kamu, dan papa pikir kamu menyetujui ini bukan" Opini tuan levronka
"Pah Jehan tidak berkata 'iya' Jehan hanya diam saja tidak menanggapi ucapan papah saat itu" Jehan menjeda ucapannya
"Dan untuk tuan Roderic dan nyonya Roderic, saya meminta maaf, saya tidak setuju dan menerima pertunangan ini" Sambung Jehan dengan tegas
Namun saat kedua kepala keluarga hendak bersuara, Lexi lebih dulu berbicara
"Saya juga tidak setuju dengan pertunangan ini, karena saya sudah memiliki calon sendiri"
Semua mata langsung memandang Lexi begitupun dengan Jehan
"Papah lihat, Lexi sudah memiliki calon, jadi tolong sudahi rencana ini" Tutur Jehan
Karena syok dengan kejadian tadi, tuan levronka masih saja terdiam dan membiarkan tuan Roderic pergi dari rumahnya
"Kita ketemu di perusahaan gue, ajak zelle juga" Ucap Lexi sebelum benar-benar pergi dari rumah Jehan
Jehan hanya mengangguk saja tanpa bersuara
Kini di ruang tamu tinggal lah Jehan, tuan levronka dan nyonya levronka
"Jehan sudah begitu sabar mengikuti ke inginan papah, tapi untuk urusan pasangan, Jehan tidak akan membiarkan papah ikut campur, karena itu Jehan bisa menentukan sendiri" Ucapnya tegas dan langsung berjalan keluar rumah
Tuan levronka memandang kepergian Jehan dengan perasaan sulit di artikan
Sedangkan nyonya levronka memandang sedih kepergian putrinya itu
🤍🤍🤍🤍🤍
"Temui papah di ruang keluarga, dan jangan coba-coba untuk menghindar" Ucap tuan Roderic saat menelfon Lexi
__ADS_1
Setelah sambungan telfon terputus, Lexi langsung membanting hpnya pada kursi kemudi di samping nya itu
Lexi sebenarnya dari tadi sudah menahan amarah nya, bagaimana bisa orang tuanya menjodohkan nya tanpa sepengetahuan dirinya?
Lexi paling tidak suka jika urusan hati nya, orang lain harus ikut campur, sekalipun itu orang tuanya, karena Lexi masih bisa menentukan pilihan nya sendiri
Lexi melajukan kecepatan berkendara nya agar cepat sampai rumah
Saat sudah sampai rumah, Lexi memarkirkan mobilnya sembarangan dan tergesa-gesa masuk kedalam rumah
Saat Lexi sudah sampai di ruang keluarga, sudah ada kedua orang tuanya
"Duduk" perintah tuan Roderic
Lexi dengan patuh duduk di hadapan tuan Roderic yang hanya terhalang meja
"Bawa perempuan yang kamu maksud malam ini, jika kamu tidak bisa membawanya kamu tidak bisa menolak perjodohan ini" Tegas tuan Roderic
Lexi melongo tak percaya, membawa wanita malam ini? Yang benar saja, Lexi saja masih bingung membawa siapa, dirinya hanya asal bicara saat di rumah Jehan tadi, namun ternyata daddy nya menganggap serius ucapannya
Namun dengan wajah serius yang di Buat-buat Lexi menjawab ucapan daddy nya
"Baik, Lexi akan membawa wanita itu malam ini" Janji Lexi
"Dan jika daddy tidak suka dengan wanita itu, kamu harus menerima untuk berpisah dengan wanita itu" Ucap tuan Roderic
"Daddy gak bisa gitu dong, ini pilihan Lexi, suka atau tidak sukanya daddy, Lexi sudah memilihnya, dan juga Lexi sudah mengikuti semua keinginan daddy, kali ini biar Lexi yang menentukan sendiri" Geram Lexi dan langsung pergi setelah mengucapkan kalimat itu
Tuan Roderic memijit pangkal hidung nya
"Kamu seharusnya percaya dengan pilihan Lexi, tidak baik terlalu menekannya sampai seperti ini" Tutur nyonya Roderic dengan lembut
"Aku tidak menekannya aku hanya ingin agar hidupnya baik" Jawab tuan Roderic
"Bagi kamu baik tapi bagi Lexi mungkin tidak, dia yang menjalankan buka kamu, anak kita sudah dewasa dia sudah tau mana yang baik dan mana yang tidak, percaya sedikit dengan anak-anak kita" Tuturnya lembut
Tuan Roderic tersenyum lembut menanggapi ucapan istri nya ini
__ADS_1