
Siang ini zelle akan melamar pekerjaan di caffe yang di beritahu oleh jehan
Zelle telah mempersiapkan semuanya, dari mulai pakaian hingga dokumen untuk melamar pekerjaan
Meskipun zelle hanya lulusan SMA namun semasa sekolahnya dia terkenal murid yang pandai, bahkan dia di tawari oleh salah satu gurunya untuk melanjutkan ke university, namun zelle menolak
Ada banyak hal yang membuat zelle menolak tawaran itu, dia tak bisa memberitahu alasannya pada sang guru
zelle kini tengah duduk di depan rumahnya, menunggu kedatangan jehan yang akan menemaninya menyimpan lamaran pekerjaan
setelah menunggu beberapa menit, jehan datang dengan mengendarai mobilnya
zelle menghampiri jehan dan langsung masuk kedalam mobil
mobil pun jalan meninggalkan rumah zelle
“lo udah siapin dokumen dokumennya kan” Tanya jehan yang tengan mengemudikan mobilnya
“sudah, lo gak usah khawatir” jawab zelle
“oh iyah nanti sekalian makan siang di caffe itu juga yah, gue belum makan siang” tutur jehan
Zelle hanya menganggukan kepalanya saja, bertanda ia mengiyakan ajakan jehan
Tak berapa lama mobil jehan sampai di caffe yang di tuju, caffe itu cukup terkenal di kota itu
Mereka turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya di parkiran caffe
Mereka masuk kedalam caffe, kondisi caffe cukup ramai pengunjung
Jehan menarik tangan zelle untuk masuk kedalam caffe itu menuju ke sebuah ruangan
__ADS_1
Ternyata itu ruangan pemilik caffe tersebut,, zelle merasa tidak enak karena jehan langsung membawanya kedalam ruangan itu tanpa izin, meskipun tadi tidak ada yang mengahalangi jalan jehan
“kenapa lo bawa gue ke ruangan ini, gue kan belum di suruh ke sini” ucap zelle
“udah lo tenang ajah, gue kenal ko sama pemilik caffe ini” jawab jehan santai
Kini mereka tengah menunggu pemilik caffe datang
Dan tak lama pemilik caffe pun masuk keruangan itu, sang pemilik caffe sempat terdiam beberapa saat karena melihat zelle, zelle pun balik menatapnya
“lo mau berdiri di situ ajah” jehan membuyarkan lamunan pemilik caffe itu
“ah soryy, jadi ini temen lo yang mau kerja di sini” ucap frey dengan bersikap se normal mungkin, meskipun dirinya gugup karena melihat zelle
“iyan ini temen gue” jawab jehan
Zelle pun langsung menyimpan dokumennya di meja frey,, frey menerima dokumen zelle dan membacanya satu persatu
“gue tunngu di luar yah zell, sekalian pesan makan dulu”
Zelle hanya menganggukan kepalanya
“titip zelle frey,awas jangan lo apa apain” ancam jehan dengan bercanda
Frey yang tengah serius membaca dokumen zelle pun mendelik kesal pada jehan
Jehan pun keluar dari ruangan frey, kini tinggal frey dan juga zelle di ruangan itu
Setelah membaca semua dokumen zelle, frey menatap zelle dengan serius, zelle pun balik menatap frey
“sebelum nya pernah bekerja di mana” Tanya frey
__ADS_1
“belum pernah” jawab zelle singkat
“sudah tau pekerjaan sebagai kasir ngapain ajah” Tanya frey kembali
“sudah” lagi lagi zelle menjawab pertanyaan frey dengan singkat
Frey sangat gemas dengan sikap zelle yang cuek ini
“apa yang membuat saya harus menerima kamu di caffe saya ini” frey memberikan pertanyaan itu dengan menatap zelle dengan serius
Zelle balik menatap frey juga dengan serius dan menjawab
“tuan akan tau kenapa tuan menerima saya di caffe ini setelah tuan melihat saya bekerja di caffe ini, saya akan memberikan yang terbaik untuk caffe ini” jawabnya dengan singkat dan jelas
“menarik” gumam frey pelan
“baik saya akan mempertimbangkannya, mungkin besok saya akan menghubungi kamu, apakah kamu diterima atau tidak” terang frey
Akhirnya sesi wawancara itupun selesai, zelle izin keluar dari ruangan frey
Frey menatap kepergian zelle dengan senyum yang mengembang
Zelle menghampiri jehan yang duduk di pojok caffe dengan beberapa makanan di meja
“udah selesai” Tanya jehan setelah zelle duduk di kursi
Zelle menganggukan kepala
“terus hasilnya” Tanya jehan kembali
“nanti akan di beritahu besok” jawab zelle
__ADS_1
Jehan hanya menganggukan kepala saja, mereka pun kini menikmati makan siangnya