
Makan malam sekarang terasa kaku bagi zelle
Bisa-bisanya Lexi membawa keluarga nya datang untuk makan malam di rumah nya
Dan untung saja, zelle memasak makanan cukup banyak dan masih layak di makan untuk kalangan darah biru
"Gimana kak Lexi gak suka sama kak zelle, udah cantik, pinter masak lagi" Puji quinsha
Zelle yang tengah mengunyah makanan nya langsung berhenti dan tersenyum kikuk
Zelle menendang kaki Lexi yang duduk di samping nya
"Berhenti lah berbicara, habiskan makanannya dulu" Ucap Lexi pada adiknya setelah di plototin zelle
Quinsha pun melanjutkan makan nya
Setelah beberapa menit menyantap makan malamnya, kini semua orang tengah berkumpul di ruang tamu rumah zelle
"Kamu tinggal sendiri di sini" Tanya nyonya aleta
"Iyah nyonya" Jawab zelle
"Panggil tante ajah" Tutur nyonya Ririn dengan lembut
"Ah Iyah tante" Jawab zelle cepat
"Dimana keluarga kamu" Kali ini tuan Roderic yang bertanya
Melihat zelle yang kurang nyaman dengan pertanyaan yang di berikan keluarga nya, Lexi langsung berbicara
"Daddy, kita datang di sini bukan untuk sensus penduduk, berhenti lah bertanya pribadi mengenai zelle"
"Hey bukannya kamu ingin menikah dengan wanita ini, apa salahnya daddy menanyakan nya hah" Sarkas tuan Roderic dengan kesalnya
Zelle agak terkejut dengan ucapan frontal daddy nya Lexi
"Aisshhhh,, sudahlah kita pulang ajah" Kesal Lexi
"Kaka ini bagaimana, bukannya kaka ngajak kita kerumah kak zelle untuk melamar kak zelle" Celetuk quinsha
Semua orang yang ada di ruang tamu langsung menatap quinsha dengan tatapan berbeda-beda
__ADS_1
'Keluarga macam apa ini' Batin zelle
Lexi langsung menggaruk tengkuk nya kala di tatap zelle
'Memalukan' pikir Lexi
"Kenapa kalian natap quin semua, apa yang di omongin quin kan benar" Ujar quinsha dengan polos nya
"Kaka gak suka yah sama kak Lexi" Tanya quinsha pada zelle
Zelle diam tak langsung menjawab pertanyaan quinsha
Melihat zelle yang diam saja, Lexi pun bersuara
"Ckk.. Udah ayo pulang, kan Lexi udah bilang, jaga ucapan kalian, zelle belum bisa menerima--"
"Akan saya pikirkan" Sambar zelle tiba-tiba
"Hah?!! "
"Apah?!! "
Zelle tak langsung menjawab pertanyaan Lexi
"Saya akan memutuskan nya malam ini, apa saya bisa berbicara berdua dengan Lexi" Ujar zelle
"Baiklah, kalo gitu kita pulang lebih dulu, dan membiarkan kalian berbicara" Tutur tuan Roderic
Zelle menganggukan kepala
Zelle mengantar keluarga Roderic hingga depan pintu rumah saja
"Semoga berhasil kak" Bisik quinsha pada Lexi sebelum pergi
Lexi hanya menunjukkan ekspresi kesalnya pada adiknya itu
Dan setelah daddy, mommy dan adiknya Lexi pergi, kini tinggal Lexi dan zelle saja
Keduanya duduk di depan teras rumah zelle
"Gue udah gak perawan" Ucap zelle tiba-tiba
__ADS_1
Zelle menatap wajah Lexi, namun zelle hanya melihat senyum geli yang di tunjukan Lexi
"Lo kenapa senyum-senyum gak jelas gitu" Tanya zelle
"Yah lo kalo ngomong suka ngelantur" Ujar Lexi
"Lo nikah ajah belum gimana bilang gak perawan" Sambung Lexi sambil tersenyum geli
"Gue di perkosa sama orang" Ujar zelle lagi
Zelle berfikir ini waktu yang tepat untuk berbicara dengan Lexi, zelle juga tidak ingin menyimpan semua keluh kesah nya sendiri lagi, zelle ingin membagi nya dengan seseorang, dan mungkin jika Lexi memang ingin menikah dengan dirinya, apa salahnya zelle memberitahu rahasianya ini yang belum ia kasih tau kepada siapa pun
Dan lagi lagi zelle hanya melihat ekpresi Lexi yang biasa saja, tak ada sedikit pun reaksi terkejut ataupun marah
"Lo udah yakin kalo lo di perkosa" Kali ini Lexi bertanya
"Gue belum periksa itu ke dokter, cuma yang gue inget, waktu itu gue bangun udah ada di hotel dengan pakaian yang berbeda, dan gue fikir pria gila itu berhasil memperkosa gue" Terang zelle
Zelle menceritakan masa kelam nya itu dengan menahan sesak yang teramat sakit
"Lo masih inget wajah pria gila itu? " Tanya Lexi lagi
Zelle menganggukan kepala nya
Bagaimana zelle bisa lupa dengan pria yang entah sudah memperkosa nya itu atau belum memperkosa nya
"Baiklah, gue balik kalo gitu, besok pagi gue kerumah lo, ada yang harus gue tunjukin ke lo" Tutur Lexi
"Masuk lah" Ujar Lexi
Zelle pun nurut, dia langsung masuk kedalam rumah nya
Setelah menutup pintu rumah dan menguncinya, tubuh zelle merosot dan langsung menangis
Zelle memukul-mukul dadanya yang sesak
Sedangkan Lexi, setelah melihat zelle benar-benar masuk kedalam rumahnya, Lexi menampakan aura yang menyeramkan
Tangannya terkepal kuat hingga otot-otot tangannya terlihat
"Mari berpesta besok" Gumam Lexi dengan tersenyum smirk yang menyeramkan
__ADS_1