Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 30


__ADS_3

"Lo ngikutin gue yah" Tuduh jehan pada orang yang bertabrakan dengan nya


"Ngikutin lo? Cih gak ada kerjaan banget" Ucap orang itu


"Udah buru pulang, gak penting ribut ribut" Zelle langsung membuka suara, dirinya yakin jika jehan suda kesal dengan seseorang, masalah nya tidak akan beres jika tidak cepat di lerai


Zelle langsung menarik paksa tangan jehan, namun saat zelle hendak melanjutkan langkahnya, suara seseorang membuat langkahnya berhenti


"Restoran ini untuk selanjutnya tidak akan menerima kalian berdua"


Zelle membalikan badan dan menatap sinis orang itu, kemudian menghampiri orang itu dengan langkah tegas


"Gue juga udah males buat dateng ke tempat ini" Ucap zelle dengan sinis


"Bagus kalo gitu" Jawab orang itu dengan santai


Zelle menghampiri jehan yang ter bengong menatap dirinya


"Ayo pulang" Zelle kembali menarik tangan jehan


Namun langkahnya kembali terhenti kala melihat seseorang didepannya tengah menatap zelle dengan tatapan yang sulit di artikan


"Zell" Jehan langsung sadar kala melihat orang di depannya ini


Kini gantian zelle yang terdiam, namun sesaat zelle langsung membuka suara


"Je lo balik duluan ada yang perlu gue omongin sama adek gue"


Jehan langsung membelalakan matanya karena terkejut dan langsung menggeleng tanda tak setuju


"Gue baik baik ajah, yah" Zelle berusaha meyakinkan sahabat nya ini


"Tapi zel--"

__ADS_1


"Gue janji kalo ada apa apa gue langsung nelfon lo" Janji zelle


"Yaudah janji yah" Ucap jehan


Zelle menganggukkan kepala dan tersenyum


"Hati hati" Ucap zelle


"Lo juga" Jawab jehan,, saat melewati orang yang menatap zelle, jehan berhenti sebentar dan berbisik


"Gue awasin lo mulai sekarang" Jehan sangat serius dengan bisikan nya itu


Kemudian jehan langsung melenggang pergi


Sedangkan orang itu masih saja diam memandang zelle


"Ikut kaka" Zelle langsung menarik tangan queni


Dan sudah di pastikan adegan tadi tak luput dari pandangan dua pria tampan siapa lagi jika bukan Lexi dan zero


"Hah maksud lo gimana" Zero menimpali ucapan Lexi


"Gak ada apa apa, udahlah gue mau balik, duluan ya" Lexi langsung melenggang pergi meninggalkan zero yang ter bengong


Setelah Lexi menghilang dari pandangannya baru zero tersadar


"Ishhh gara gara tu cewe aneh bikin gue pusing" Monolog zero


Zero pun pergi meninggalkan area restoran menuju kendaraan nya yang terparkir


..........


"Apa yang mau kamu tau dari kaka" Tanya zelle pada queni

__ADS_1


Keduanya kini duduk di bangku taman


Queni memperhatikan wajah kaka nya ini dalam dalam dan dengan gerakan lembut, queni memegang kedua tangan zelle


"Maafin queni ka" Ntahlah, queni hanya ingin meminta maaf pada kaka nya ini yang mungkin menanggung beban yang amat banyak yang tidak di ketahui olehnya


Sesaat zelle terkejut dengan ucapan adiknya ini, namun zelle langsung bersikap biasa saja


"Untuk? " Tanya zelle


"Untuk semuanya, maafin queni yang gak bisa jadi adik yang baik buat kaka selama ini, yang selalu nyusahin kaka, yang gak bisa ngertiin perasaan kaka, queni minta maaf ka" Queni langsung memeluk zelle dengan erat dan sudah di pastikan queni menangis di pelukan zelle


Zelle mematung, tubuhnya mendadak kaku tak bisa di gerakan, pikirannya kosong


Zelle sangat jelas mendengar isak tangis adiknya ini, tapi zelle sungguh seperti orang linglung yang bingung harus berbuat apa


Sedangkan queni yang kini mulai melepaskan pelukannya pada zelle dirinya memandang kakanya ini yang diam mematung dengan pandangan kosong


Queni memegang pundak zelle dengan lembut dan berbicara


"Tolong kasih tau queni apa yang sebenernya terjadi sama kaka selama queni gak ada"


Mendengar ucapan adiknya ini zelle langsung tersadar dan menatap dalam wajah adiknya ini


Kemudian zelle melepas tangan queni yang berada di kedua pundaknya


"Fokus sama masa depan kamu, kamu gak perlu tau apa yang kaka alami selama ini, itu gak ada sangkut pautnya sama kamu--" Zelle menjeda ucapannya


Kali ini tatapan zelle lebih lembut pada queni


"Jaga mamah dengan baik, jangan salah kan mama atas apapun itu, jangan pernah benci mamah, jangan cari kaka untuk sementara waktu, jaga diri kamu baik baik" Sambung zelle


Zelle langsung bangkit dari posisi duduk nya dan meninggalkan queni yang masih terdiam menatap kepergian nya

__ADS_1


"Sesulit itukah keadaan kaka sampai kaka gak mau cerita sama aku" Monolog queni saat zelle sudah pergi meninggalkan nya sendiri


Queni pun kembali menangis di taman, dirinya sungguh seperti berada di dunia labirin yang sulit menemukan jalan keluar


__ADS_2