
Ntah mengapa setelah zelle berbicara dengan adiknya, kini dirinya merasa lebih lega seperti bebannya terangkat sedikit
Meskipun dirinya tidak sepenuhnya berkata jujur dengan queni
Setidaknya zelle sudah bertindak apa yang ingin di sampaikan pada adiknya
Zelle tidak ingin adiknya merasakan hal yang sama, biarlah zelle yang menanggung nya, adiknya jangan, dirinya tidak ingin ada korban lagi
..........
Aktivitas pagi ini, queni ingin berkunjung di salah satu perpustakaan kota, dirinya ingin meminjam beberapa buku alias novel
Novel novel miliknya sudah selesai dia baca, dirinya ingin membaca yang baru, karena sekarang zelle sedang berhemat alhasil zelle hanya mampu meminjam saja
Zelle juga sudah terbiasa melakukan semuanya sendiri, jehan sudah tidak bisa sering-sering keluar dengan dirinya
Zelle memaklumi itu, dirinya sekarang lebih nyaman melakukan aktivasnya sendiri
Zelle kini tengah berjalan kaki menuju halte bus
Sebelum benar benar sampai di halte bus zelle mampir terlebih dahulu di minimarket untuk membeli roti dan minum karena dirinya belum sempat sarapan
Zelle kini sudah sampai di halte bus, dirinya duduk di halte sambil memakan rotinya
Pas sekali saat selesai menghabiskan roti dan minumnya bus yang di tunggu zelle telah datang, zelle langsung masuk kedalam dan duduk di kursi belakang dekat dengan jendela
. .......
"Tolong nanti jika ada tamu pria yang mencari saya bawa dia keruangan saya"Lexi menelfon pada bagian staf di lobi
" Siapa yang dateng"timpal dex
"Zero" Jawab Lexi
Dex hanya mengangguk saja, dan kembali sibuk dengan ponsel miliknya
Bersyukur sekali jadwal hari ini tidak begitu padat, alhasil dex bisa beristirahat sebentar
"Permisi ruangan tuan Lexi Roderic dimana" Tanya zero pada bagian staf di lobi
__ADS_1
Semua karyawan yang melihat zero datang mata mereka tak lepas untuk terus memandang ciptaan Tuhan yang sangat luar biasa
Zero melambaikan tangannya di depan wanita yang terus menatap nya tanpa berkedip
"Ah i--iyah maaf tuan, sebentar biar nanti di antarkan oleh teman saya menuju ruangan tuan muda" Jawab staf perempuan itu dengan gugup
"Quen, queni hey" Staf perempuan itu memanggil queni yang tengah melamun menatap layar ponsel nya
"Ah Iyah apah" Ucap queni sedikit terkejut
"Tolong lo anterin tamu nya tuan muda keruangan nya sekarang" Perintah staf perempuan itu
Queni langsung menatap tamu itu dan langsung juga membuang muka
Tanpa aba aba queni langsung berdiri dan berjalan menuju lift khusus tuan muda
"Tuan bisa ikuti teman saya,, hey queni tamu nya masih di sini" Staf perempuan itu sedikit berteriak saat memanggil queni yang sudah berjalan duluan
"Ah baik terimakasih" Ucap zero, kemudian zero mengikuti queni yang sudah hampir sampai pada lift
Zero merasa pernah melihat wanita ini, tapi di mana?
Queni yang merasa terus di perhatikan merasa risih
"Maaf tuan mata Anda tolong di jaga" Ucap queni yang berbicara dengan pandangan lurus kedepan
Zero tersenyum smirk mendengar ucapan queni, biasanya wanita akan sangat senang jika zero memperhatikan nya, lah ini?
Lift pun berhenti di lantai ruangan Lexi, keduanya keluar dari dalam lift
Queni berjalan menuju ruangan Lexi zero masih setia mengikuti nya
"Ini ruangan tuam muda Lexi, saya permisi" Tutur queni dan langsung pergi sebelum mendengar jawaban zero
Zero mengedikan bahunya, "wanita jaman sekarang sangat aneh" Monolog zero
Zero langsung membuka pintu ruangan Lexi dan dirinya langsung melihat dex yang tengah duduk di sofa dengan santainya
"Brak!! " Zero menutup pintu sedikit keras, dirinya sengaja melakukan itu
__ADS_1
"Astaga" Dex hampir saja menjatuhkan ponsel miliknya
"Aisshhh... " Dex langsung mengelus dadanya
"Duduk lah" Itu suara Lexi, Lexi bergabung duduk di sofa
"Sekalinya dateng ngajak ribut" Kesal dex
"Heh lex, model begini lo rekrut jadi sekertaris plus asisten lo" Ucap zero sambil menunjuk dex
"Bukan gue yang rekrut, gue juga gak tau tiba-tiba ni bocah dateng keruangan gue terus bilang kalo dia itu sekertaris plus asisten gue" Jawab Lexi
Dex menampakan ekspresi kesal pada dua temannya ini
"Sudahlah jangan bahas yang gak penting,, lo zer gimana sama kerjaan lo di perusahaan bokap lo" Tanya Lexi
"Yah masih lancar lancar ajah" Jawab zero
"Oh Iyah lex, karyawan lo yang bagian di lobi yang tadi nganter gue ke ruangan lo itu udah lama kerja di sini? " Zero menanyakan soal queni
"Hah siapa? " Bingung lexi
"Namanya qu qu ahh siapa tuh... "
"Queni" Celetuk dex
"Ah Iyah queni" Sambung zero
"Lo suka sama dia yahh" Tuduh dex kali ini
"Ck.. Sembarangan, gue cuma ngerasa pernah liat tu cewe tapi lupa dimana" Ucap zero
"Restoran gue" Kali ini Lexi yang berbicara
"Ah Iyah restoran lo, pantes ajah gue kaya pernah liat yah" Tutur zero
Dan berlanjut lah pembicaraan tiga pria tampan itu
Please like sama votenya jangan lupa😭😭🙏🙏
__ADS_1