
Xiao Ting menyipitkan matanya dan Api Suci Ice Fire Lotus berkumpul ditangannya, membentuk sebuah Segel dan Tombak Es muncul dengan Api Putih disekelilingnya.
"Ledakan Teratai Emas." Ruo melemparkannya kearah Raksasa Batu.
Teratai Api Emas meledak tepat didepan Raksasa Batu. Api Emas mulai membakar dan beberapa puing Batu mulai berjatuhan.
Luo Yan bergerak mendekati Raksasa Batu dan melemparkan Tombak miliknya dengan sekuat tenaganya. Xiao Ting melambaikan tangannya dan Tombak Es melesat kearah Raksasa Batu.
Kedua serangan itu menabrak Raksasa Batu dan membuatnya terpental ratusan meter kebelakang, terdapat lubang besar ditengah dadanya.
Walaupun serangan itu terlihat sangat kuat, tetapi Raksasa Batu tidak mengalami kerusakan sedikitpun. Perlahan Raksasa Batu berdiri dan meraung dengan marah, semua orang yang melihat hal ini menjadi sangat pucat.
Ratusan Batu yang memiliki ujung yang tajam terbang kearah mereka bertiga, Xiao Ting dan Luo Yan menggunakan Qi mereka untuk melindungi diri mereka dari serangan Raksasa Batu.
Ruo terlihat sangat lelah dan tidak bisa bereaksi sedikitpun. Tetapi sebuah Pelindung yang terbuat dari Es muncul didepan Ruo dan menahan semua serangan.
"Apakah Saudari baik-baik saja !" Lan Xun muncul disamping Ruo dan memegang tangannya.
Xiao Ting merasa lega setelah melihat Ruo baik-baik saja. Lan Xun dengan tenang memegangi Ruo dan membawanya turun.
"Saudari beristirahatlah dan memulihkan kekuatannya. Sekarang adalah giliran kami, yang melawan Raksasa Batu itu !" Lan Xun tersenyum dengan ramah.
"Terimakasih sudah membantuku." Ruo berterimakasih dengan tulus.
__ADS_1
Lan Xun tersenyum dan pergi untuk membantu Luo Yan dan Xiao Ting.
Ye Jian memberikan perintahnya untuk bekerjasama. Mu Lun dan Huang Pu menginstruksikan Ras mereka masing-masing untuk ikut bergabung dalam pertempuran.
Semua orang bersama-sama menembak Raksasa Batu. Tidak peduli kawan atau lawan, saat ini prioritas semua orang adalah mengalahkan Raksasa Batu.
Kelompok Orang berjubah hitam muncul didekat Menara Bakat. Mereka semua sengaja menciptakan situasi seperti ini, mereka berasal dari Organisasi Pembunuh dan memiliki tujuan untuk mengambil Menara Bakat.
"Kalian semua cepat atur Formasi !" Teriak salah satu Pria berjubah hitam yang merupakan pemimpin dari mereka semua.
keempat orang terbang dan berdiri disetiap sudut, masing-masing dari meraka membawa sebuah Bendera. Aura yang kuat membungkus tempat itu dan tanah mulai menunjukan retakan.
Menara Bakat mulai terangkat dan terbang diatas langit. Beberapa Kultivator melihat hal ini dan berteriak dengan panik.
"Lihat... Menara Bakat !" Teriak salah seorang Kultivator.
Tetapi sebelum mereka sampai, Menara Bakat itu menghilang bersama dengan orang-orang dari Organisasi Pembunuh. Wajah semua orang menjadi pucat setelah melihat Menara Bakat dicuri didepan Wajah mereka.
"Sialan... apakah mereka yang sudah membawa Raksasa Batu dan berniat mengalihkan perhatian kita ?" Mu Lun berkata dengan kesal.
Mereka tidak menyangka kalau mereka akan dijebak masuk kedalam keadaan seperti ini. Mu Lun dan yang lainya benar-benar sangat kesal.
Raksasa Batu menjadi sangat marah dan mengayunkan tangannya. Puluhan Kultivator terkena serangan dan berakhir mati karena kekuatan Raksasa Batu, tetapi mereka hanya bisa terus melawan dan berharap bisa melemahkan Raksasa Batu.
__ADS_1
....
Shen Yu masih dalam perjalanan menuju Menara Bakat dan menghabiskan waktunya untuk berlatih Teknik Kaisar Bintang.
Menyipitkan matanya dan merasakan sebuah bahaya, tiba-tiba Kapal berguncang sangat hebat dan terkena serangan yang kuat.
Kesadaran Ilahi Shen Yu menyebar dan memeriksa keadaan sekitar. Senyum muncul diwajah Shen Yu, dia tidak menyangka kalau akan bertemu dengan Mi Qi secepat ini.
Kelabang Budha berdiri diudara dan menyerang Artifak Penerbangan milik Shen Yu, dia tidak menyangka kalau Kapal ini akan sangat kuat bahkan dengan kekuatannya saat ini. Kelabang Budha tidak dapat menghancurkan Kapal milik Shen Yu.
"Keparat !" Liang Yu berteriak dengan marah dan melesat kearah Kelabang Budha dengan tinjunya.
Tetapi Kelabang Budha hanya tersenyum dan menangkapnya dengan santai. Sekarang dia berada di Tahap Menengah Tingkat Virtual, untuk membunuh Liang Yu bahkan dia tidak perlu mengeluarkan semua kekuatannya.
Wajah Liang Yu menjadi pucat dan sebuah tangan bergerak lurus kearah lehernya, tetapi tangan lain menghentikannya dengan santai.
"Hei... lawanmu adalah aku... jangan terlalu banyak membuly orang lain." Shen Yu dengan cepat mengaktifkan Segel Kematian dan tangan Kelabang Budha muncul sebuah gambar.
Kelabang Budha sedikit terkejut dengan kemunculan Shen Yu, bahkan dia sama sekali tidak bisa mendeteksi keberadaanya. Kelabang Budha perlahan mundur dan menatap Shen Yu dengan penasaran.
"Liang Yu... apakah kau tidak mendengar perkataanku sebelumnya. Bukankah aku sudah memberitahumu untuk segera pergi ketika melihat orang ini !" Shen Yu berkata dengan dingin dan hawa membunuh terlintas jelas dimatanya.
"Maaf... aku terbawa emosi." Liang Yu berkata dengan gugup, kaki dan tangannya mulai gemetar.
__ADS_1
Setelah dihadapkan dengan bayangan kematian, Liang Yu menjadi sangat ketakutan. Jika bukan karena Shen Yu yang menghentikan tangan Kelabang Budha, mungkin kepalanya sudah terlepas dari tubuhnya.
"Cih..." Shen Yu melempar Liang Yu kearah Kapal dan beberapa orang berusaha menangkapnya, "Zhang Yuan... kendalikan Kapal dan segera pergi dari tempat ini. Orang yang ada didepanku saat ini memiliki Kultivasi Tahap Menengah Tingkat Virtual, kalian hanya akan mati sia-sia ditempat ini."