
Shen Yu memberikan satu Set Array Teleportasi kepada Guang Wu dan memintanya untuk membawanya. Setelah Qing Hua datang maka dia akan langsung berpindah ke Medan pertarungan.
Shen Yu mengambil kembali Gunung Magnetik Yuan dan tidak melupakan apapun. Kuan Bo datang menemuinya dan memberikan kedua Pedang yang sudah diperbaiki olehnya.
"Ambillah ini... kau akan mengalami pertempuran yang sulit, Pedang Hukuman Surga merupakan Artifak Tingkat Saint. Walaupun kau belum bisa menggunakan potensi penuhnya namun seharusnya hal ini sudah bisa menembus pertahanan Qilin." Kata Kuan Bo dengan jujur.
Shen Yu mengambil Pedangnya dan merasa sangat puas. Bagi seorang Kultivator yang menggunakan Teknik Pedang, memiliki Pedang yang bagus merupakan kepuasan tersendiri.
Pedang Hukuman Surga terbuat dari Tulang Naga Sejati dan sedikit campuran dari esensi Gunung Magnetik Yuan. Terlebih dia mencocokan dirinya dengan Qi Kekacauan, Shen Yu yakin bahwa ini merupakan Artifak terbaik yang pernah dia miliki.
"Terimakasih... kau sudah banyak membantuku." Xiao Yuan berterimakasih dengan tulus.
"Aku cukup yakin bahwa Tuan Muda akan menang, namun setelah ini apakah Tuan Muda akan pergi ke Domain Dewa ?" Tanya Kuan Bo dengan penasaran.
"Belum... tapi itu tidak akan lama." Jawab Xiao Yuan dengan santai.
__ADS_1
"Jika suatu saat kau pergi ke Domain Dewa maka aku ingin meminta satu hal. Tolong jangan bawa Ruo dan yang lainya bersama denganmu, biarkan mereka tetap disini !" Kuan Bo terlihat sangat serius.
"Kenapa ?" Shen Yu terlihat bingung dan berkata, "Apakah ada sesuatu yang salah dengan aku membawa mereka ?"
"Tuan Muda mungkin kuat namun hanya sebatas di Alam Semesta kecil ini. Aku mengakui bahwa bakat Tuan Muda memang luar biasa, namun butuh waktu untuk membuatmu tumbuh menjadi Pria yang kuat."
Kuan Bo melanjutkan, "Berbeda dengan Xiao Ting dan Lan Xun yang terjamin keselamatan mereka dibawah perlindungan Ibumu. Ketika kau pergi maka kau akan mengandalkan dirimu sendiri, Domain Dewa tidaklah sederhana dan disana bukan tempat berkumpulnya orang baik."
Shen Yu mengerti arah pembicaraan Kuan Bo yang sebenarnya. Kebanggaan kekuatan yang dimilikinya saat ini hanya terbatas di Alam Semesta ini.
Gong Fu pernah berkata bahwa sebelum dia benar-benar menjadi orang yang kuat, dia tidak akan pernah mencoba untuk menemuinya. Hal ini adalah salah satu syarat yang harus dia lakukan, karena Murid seorang God Emperor bukanlah sesuatu yang bisa dimanjakan.
Bahkan sekalipun dia harus mengalami kecelakaan dalam prosesnya, Gong Fu tidak akan pernah mengulurkan tangan untuk memanjakan Muridnya.
Mungkin Ruo, Fei Si dan Qing Hua bisa aman didalam Dunia Gunung Magnetik Yuan, namun hal ini juga bukan solusi yang bagus jika dia mati. Mungkin mereka akan selamanya terjebak dan mengalami tahun-tahun yang membosankan.
__ADS_1
"Aku mengerti... ketika diriku cukup kuat untuk mendapatkan pijakan disana, aku akan berusaha kembali dan mengumpulkan semuanya bersama." Kata Shen Yu dengan tegas.
"Baguslah kalau begitu... pertama-tama kalahkan Qilin terlebih dahulu. Baru kita akan membahasnya lebih lanjut !" Kata Kuan Bo dengan santai.
Shen Yu menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan santai, Kuan Bo pamit dan segera pergi menyelesaikan Penyulingan Artifaknya.
Shen Yu menyipitkan matanya dan merasakan hawa keberadaan seseorang dibelakangnya, "Apakah perlu bersembunyi dan menguping pembicaraan orang ?"
Orang yang ada dibelakang Shen Yu adalah Qing Hua dan dia sudah mendengar semuanya dari awal, "Kau akan pergi lagi ?"
"Masih lama... walaupun aku pergi itu juga tidak akan memakan waktu yang lama." Shen Yu berbalik dan tersenyum.
"Setidaknya bawa aku ikut bersama denganmu !" Kata Qing Hua dengan sedih.
Shen Yu memeluknya dengan erat dan mengusap punggungnya, "Tidak bisa... sebelum aku cukup kuat untuk melindungi kalian maka aku tidak akan membawa kalian. Aku tidak pernah menganggap kalian menjadi sebuah beban, aku hanya tidak bisa membuat kalian hidup dibawah ketidakpastian. Aku berjanji ini tidak akan memakan waktu yang lama !"
__ADS_1
"Terserah... lakukan apa yang kau inginkan. Aku akan tetap mendukung keputusanmu." Qing Hua tersenyum dan menenggelamkan kepalanya didada Shen Yu.