Dunia Kultivasi

Dunia Kultivasi
Bab 232- Hati-Hati Dengan Kemarahan Monster


__ADS_3

Ye Jian sangat marah setelah mendengar penghinaan Xiao Ting fan berkata, "Lacur... lebih baik kau jaga mulutmu !"


"Kenapa... apa kau marah. Sampah sepertimu tidak layak untukku, lebih baik kau pergi dan cari Mastermu yang hebat itu !" Xiao Ting berteriak dengan marah.


Suasana hatinya saat ini benar-benar tidak baik, disatu sisi dia sangat mengkhawatirkan Shen Yu dan disini ketika dia melihat Ye Jian terlihat acuh tak acuh membuatnya sangat marah.


"Hahaha... Nona memang bijak... Huang ini sangat mengagumi Nona." Huang Pu sangat bahagia setelah melihat hal ini.


"Bajingan !" Ye Jian berteriak dengan marah dan mengayunkan Pedangnya kearah mereka.


Cahaya Pedang melesat kearah mereka berdua, wajah Huang Pu menjadi pucat dan Xiao Ting menggunakan Pelindung Es untuk melindungi Huang Pu.


Darah menetes dari lengan Xiao Ting dan Cahaya Pedang berhasil memberikan luka padanya. Huang Pu yang melihat hal ini tidak bisa menahan amarahnya, dalam kondisi ini Ye Jian bukan hanya mengabaikan semua orang.


Tetapi berani memiliki niat untuk membunuh mereka berdua. Tidak peduli siapa yang ada dibelakangnya, jika Huang Pu tidak membalas perbuatanya maka dia tidak akan layak disebut seorang Pria.


Monster Qi meledak dari dalam tubuh Huang Pu dan raungan yang ganas mulai terdengar mengerikan, memusatkan semua kekuatannya didalam tinjunya dan melesat kearah Ye Jian. Xiao Ting menatap Ye Jian dengan marah dan puluhan Tombak Es melesat kearah Ye Jian.


"Cih... serangan yang lemah !" Udara disekitar Ye Jian mulai membentuk sebuah Pelindung.


Semua Tombak Es berbenturan dengan Pelindung Angin dan hancur, sedangkan tangan dari Huang Pu mengeluarkan darah. Jika bukan karena Tubuh Fisiknya yang kuat, mungkin tangannya saat ini sudah hancur.


Lan Xun melihat pertengkaran ini dan buru-buru memisahkan mereka. Saat ini Raksasa Batu lebih penting dan semua orang sedang bekerjasama untuk menahannya.

__ADS_1


"Tuan dan Nona... bukankah ini tidak pantas jika kalian bertarung denganya. Lebih baik kita menyimpan tenaga kita untuk menghadapi Raksasa Batu !" Lan Xun berkata dengan sopan.


Huang Pu dan Xiao Ting menyetujui perkataan Lan Xun. Jika mereka bertarung dengan Ye Jian mungkin akan memerlukan sedikit tenaga, mereka tidak bisa membuang Energi mereka untuk berurusan dengan Ye Jian.


"He... Xiao Ting... apakah kau terluka ?" Luo Yan tiba-tiba datang dan melihat sayatan Pedang di lengan Xiao Ting.


"Urus saja urusanmu sendiri." Xiao Ting sedikit kesal dengan Luo Yan.


Luo Yan tersenyum penuh arti dan memandang Ye Jian. Mereka semua bingung melihat ekspresi Luo Yan yang terlihat menjijikan.


"Hahaha... Saudara Ye Jian memang memiliki keberanian... lebih baik kau segera lari sejauh mungkin. Jika orang itu tahu kau melukai Wanitanya, Hahaha... mungkin kau akan dibunuh oleh Orang itu." Luo Yan sangat menantikan pertunjukan yang menarik.


"Hahaha... aku adalah seorang jenius... memangnya siapa yang bisa menjadi lawanku !" Ye Jian berkata dengan percaya diri.


"He... aku harap kau masih bisa menjaga kesombonganmu yang sekarang dan tidak melarikan diri dari orang itu." Luo Yan berkata dengan santai.


Raksasa Batu meraung dengan keras dan mengayunkan tangannya yang besar. Semu orang berusaha untuk menghindari tangan Raksasa Batu, tetapi beberapa orang tidak cukup cepat dan berakhir mati ditangan Raksasa Batu.


Aura yang kuat menyebar dan membuat semua orang disekitarnya tidak bisa bergerak. Wajah semua orang berubah menjadi pucat dan takut, Raksasa Batu mengayunkan tangannya dan berniat membunuh semua orang didekatnya.


*Boom.*


Ketika Raksasa Batu itu mengayunkan tangannya. Petir Hitam melesat dari atas langit dan menghantam tangannya, puing-puing batu berjatuhan dari tubuh Raksasa Batu.

__ADS_1


Semua orang menatap kesal Petir Hitam itu dan melihat empat orang yang terbang diatas langit. Wajah Xiao Ting dan Ruo menjadi sangat senang melihat Shen Yu, tetapi wajah mereka berubah pucat setelah melihat luka yang ada ditubuh Shen Yu.


"Kalian tetap disana... biarkan aku yang menghadapinya." Shen Yu mengirimkan pesan lewat Kesadaran Ilahi miliknya kepada Ruo dan Xiao Ting.


Murong melihat kerah Mu Lun dan terbang kearahnya. Sedangkan Ruan kembali ke Kelompok Murid Sekte Jantung Es, Qin Ying melihat kearah Shen Yu dan segera pergi ke Qin Yu dan Wu Chang.


Shen Yu mengangkat tangannya, Lubang Hitam tercetak diatas langit dan melahap semua Aura disekitarnya. Qi Hitam keluar dari dalam tubuh Shen Yu dan Kekuatan Jiwa yang luar biasa menekan semua orang.


Saat ini bukan waktu yang tepat untuk bermain-main, lebih baik dia mengeluarkan semua kemampuannya dan menghancurkan Raksasa Batu dengan satu kali gerakan.


Aura dalam jarak tertentu berkumpul disatu tempat dan langit mulai bergetar. Luo Yan mulai panik melihat hal ini dan berteriak, "Kalian semua segera mundur... Orang itu akan mengeluarkan Teknik yang mengerikan."


Luo Yan terbang menjauh bersama dengan Xiao Ting dan Ruo. Semua orang tidak berani mengabaikannya dan mengikuti Luo Yan dari belakang.


"Jari Penghancur Bintang." Shen Yu berkata dengan dingin.


Langit mulai menimbulkan riak dan sebuah Jari Telunjuk yang terbentuk dari Sumber Bintang dengan ukuran yang besar menukik kebawah.


Semua orang merasa tertekan dan tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Tekanan dari Teknik milik Shen Yu sangat luar biasa, Raksasa Batu mulai terlihat panik dan tidak dapat menggerakkan tubuhnya.


*Boom.*


Jari Penghancur Bintang menukik kebawah dan menghantam kepala Raksasa Batu, ledakan keras terdengar dan gelombang Aura mulai menyebar menekan semua orang disekitarnya.

__ADS_1


Keringat dingin mulai muncul dikepala setiap orang setelah menyaksikan kekuatan penghancur milik Shen Yu yang luar biasa.


Kepala dari Raksasa Batu hancur dan Jari Penghancur Bintang terus bergerak kebawah, setiap bagian dari Raksasa Batu Hancur dan menciptakan lubang besar ditanah.


__ADS_2