Dunia Kultivasi

Dunia Kultivasi
Bab 464 - Serangan Balik


__ADS_3

Dua orang Wanita muncul dibelakang Han Sao dan membawa Pedang mereka, darah menetes dari ujungnya dan dalam sekali lihat semua orang tahu bahwa mereka sudah membunuh banyak musuh.


Mereka berdua memiliki Kultivasi yang sama dengan Han Sao yaitu Tahap Menengah Tingkat Setengah Dewa. Walaupun Hu Ming berada di Tahap Akhir Tingkat Setengah Dewa, melawan mereka bertiga bukanlah sesuatu yang mudah.


"Kami akan membantu Tuan Muda untuk melawan orang ini !" Kata mereka dengan percaya diri.


"Ya... aku membutuhkan kalian berdua untuk menghadapinya, kita harus bekerjasama dan memperbesar peluang untuk menang." Han Sao berkata dengan tegas.


"Hahaha... Kalian ingin menang dari Orang Tua ini dengan mengandalkan jumlah, aku akan memberitahu kalian apa itu perbedaan antara Tahap Menengah dan Tahap Akhir !" Hu Ming berkata dengan percaya diri.


Aura Hu Ming meledak dengan gila dan melemparkan Tombaknya, kedua Penjaga itu mengangkat Pedanganya dan Aura mereka meledak dengan gila. Qi Pedang yang terlihat sangat mengerikan melesat kedepan, Han Sao juga menembak menggunakan Cermin Pemantul Spiritual.


*Boom.*


Ledakan besar terdengar sangat keras dan mendorong mereka beberapa langkah kebelakang, Han Sao menghilang dari tempatnya dan diam-diam bergerak kearah Hu Ming.


Han Sao muncul didekat Hu Ming dan mengayunkan Pedangnya dengan kuat, Hu Ming terlihat sama sekali tidak khawatir dan Artifak Tombak kembali padanya.


Pedang dan Tombak saling beradu dan menciptakan Gelombang Qi yang kuat, kedua Penjaga Wanita tidak berani mendekat dan diam-diam memusatkan Qi mereka kedalam Pedang.


"Naif... apakah kalian pikir Orang Tua ini tidak tahu apa yang kalian rencanakan !" Hu Ming mengayunkan Tombaknya dengan kekuatan Penuh dan Han Sao menahanya dengan Pedangnya.

__ADS_1


Han Sao terpental sangat jauh dan memuntahkan darah segar. Hu Ming melihat kedua Penjaga itu dan sekali lagi melemparkanya, Aura Tombak itu menjadi sangat gila dan membuat mereka berdua sedikit ketakutan.


Han Sao yang melihat ini segera memuntahkan esensi darahnya dan memblokir Tombak itu dengan Cermin Pemantul Spiritual. Tabrakan kedua Artifak ini menciptakan tekanan yang besar dan membuat semua orang mundur.


"Kalian benar-benar menyebalkan... jika kalian menyerahkan semua Harta kalian aku akan berbaik hati untuk membiarkan kami pergi !" Hu Ming sedikit merendahkan mereka dan tidak ingin melakukan usaha yang sia-sia.


Sejak awal tujuan mereka hanya Harta yang mereka bawa, tidak ada kebencian apapun sampai dia harus melakukan pertarungan sampai mati.


Walaupun Hu Ming memiliki kepercayaan diri untuk membunuh mereka bertiga, tetapi dia juga tidak ingin membuang tenaganya dengan sia-sia. Untuk itulah dia memberikan penawaran ini kepada mereka.


"Pergi... mereka bisa pergi tapi kau yang akan mati disini !" Sebuah suara terdengar ditelinga semua orang.


*Slash.*


Darah menyembur keluar dan lengan kiri Hu Ming terpotong, Shen Yu mengepalkan tinjunya dan memukul Hu Ming dengan keras.


Hu Ming terlempar sangat jauh dan gerakan ini terjadi sangat cepat sampai semua orang tidak dapat meresponnya. Shen Yu berdiri dengan santai dan tersenyum dengan puas, Hu Ming menghentikan pendarahan di lenganya dan melihat kearah Shen Yu dengan ganas.


"Sialan... siapa kau yang berani melakukan serangan diam-diam ?" Hu Ming bertanya dengan marah.


"Tua Bangka... aku hanya menunjukan rasa terimakasihku sebelumnya, apakah kau tidak senang dengan hal itu !" Shen Yu berkata dengan santai dan duduk di Batu Apung.

__ADS_1


"Cih... apakah kau tidak berani melakukan pertarungan yang adil, kau hanya seorang pengecut yang menunggu kesempatan untuk membunuhku." Hu Ming mencibir Shen Yu dengan jijik.


"Oh... kebetulan sekali... aku juga ingin menanyakan hal yang sama denganmu, sepertinya kau memerlukan sebuah cermin dan melihat dirimu sendiri." Shen Yu mengembalikan semua perkataan Hu Ming.


"Karena kau sudah memiliki rencana maka aku akan mengirim dirimu ke Neraka !" Hu Ming menyuntikan Qi kedalam Tombak dan Kekuatan Jiwa yang kuat mulai keluar.


Han Sao dan yang lainya melihat kearah Shen Yu dengan cemas, dia sama sekali tidak mengenalnya tetapi yang dilakukan Shen Yu kali ini sangat membantunya.


Tetapi dia tidak tahu apakah Pria yang ada didepanya ini kawan atau lawan, jadi dia akan tetap waspada terhadap Shen Yu dan memastikanya nanti.


"Hehehe... Tuan Muda ini tidak memiliki banyak waktu dan sepertinya kekuatanmu juga tidak rendah. Maka jangan menyesal karena sudah memprovokasi Tuan Muda ini !" Shen Yu mengayunkan Pedangnya dan Qi Pedang Bulan melesat kerah Hu Ming.


Hu Ming memutar Tombak dengan satu tanganya dan Pusaran Angin yang kuat terbentuk dan menghalangi Qi Pedang Bulan milik Shen Yu.


Badai Angin yang kuat terus bergerak kearah Shen Yu dan memancarkan Aura yang mengerikan, Han Sao sedikit terkejut melihat ketenangan Shen Yu dalam menghadapi Hu Ming. Seolah dia memiliki kepercayaan diri dalam pertarungan ini dan hal ini membuat Han Sao sedikit penasaran dengan kekuatan Shen Yu.


"Hukum Angin lapisan keempat ini memang kuat, tetapi hal ini masih belum cukup." Shen Yu mengangkat tanganya kedepan dan Lubang Hitam muncul didepanya.


Pusaran Angin yang mengarah padanya sepenuhnya dilahap oleh Lubang Hitam dan hal ini membuat semua orang terkejut. Seharusnya kekuatan Shen Yu ini hanya berada di Tahap Awal Tingkat Setengah Dewa, tapi apa yang mereka lihat seperti pertarungan Tahap Akhir Tingkat Setengah Dewa.


Han Sao berpikir kalau Shen Yu pasti adalah seorang Jenius yang tidak dikenal, untuk menahan serangan Artifak Tingkat Dewa tidak akan semudah itu. Apalagi pemahamannya dalam kekuatan Hukum sudah melampaui dirinya, hal ini membuat Han Sao sedikit bersemangat untuk mencoba pertarungan dengan Shen Yu.

__ADS_1


__ADS_2