Dunia Kultivasi

Dunia Kultivasi
Bab 551 - Melepas Semua Beban


__ADS_3

Mendengar hal ini Shen Yu cukup senang karena Tie San sama sekali tidak mengabaikan amanatnya untuk menjaga keamanan mereka.


Namun Tie San saat ini terkesan seperti Bocah kecil yang sombong, mungkin ini yang disebut sifat alami dari Binatang Suci Kuno yang selalu memiliki kebanggaan terhadap diri mereka.


"Dimana mereka sekarang ?" Shen Yu bertanya dengan santai.


"Orang Dewasa sudah berangkat tidak lama setelah Ayah pergi, saat ini hanya tersisa dua Ibu yang menunggu Ayah di Istana Jiwa Bintang." Tie San berkata dengan jujur.


"Kalau begitu kita segera pergi dan temui mereka." Shen Yu mendesak kekuatan Hukum Ruang Hampa dan menghilang bersama Tie San.


Dunia Jiwa Bintang ini terlalu ramai dan beberapa Kota saat ini mulai dibangun, seperti biasa terdapat tiga kota yang memisahkan garis batas.


Setiap Ras selalu memiliki perselisihan mereka masing-masing, jadi mereka memutuskan untuk membuat Kota dengan ijin dari Fei Si dan Ruo.


Ruo dan Fei Si sendiri tidak keberatan selama mereka tidak bertarung, sekarang Dunia luar sedang mengalami krisis yang mengerikan akibat Sekte Darah dan banyak kekuatan tempur mereka yang berkurang.


Sebisa mungkin semua orang harus memanfaatkan kesempatan ini untuk tumbuh menjadi lebih kuat. Suatu saat Shen Yu akan kembali dan memimpin mereka kedalam pertempuran, setidaknya hal itu yang dapat mereka yakini saat ini.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu Shen Yu dan Tie San mencapai Pohon Dunia, mereka berdua segera naik kepuncak dan berdiri didepan Istana Jiwa Bintang.


Shen Yu merasakan kehangatan didalam hatinya dan sudah lama dia tidak melihat Istana ini, segera dia berteleportasi dan muncul disinggasana miliknya.


Dilihat dari tempat itu yang cukup bersih sepertinya mereka berdua merawatnya dengan baik selama dia tidak ada. Shen Yu meminta Tie San untuk memanggil Fei Si dan Ruo yang berada didalam Kamar mereka.


Setelah beberapa waktu Shen Yu mendengar langkah kaki, Ruo dan Fei Si masuk kedalam Aula dan mereka melihat kearah Shen Yu dengan kebahagian.


Mereka tidak bisa menahan air mata dan berlari kedalam pelukan Shen Yu, entah berapa lama mereka sangat merindukan Shen Yu dan melewati hari yang sulit tanpanya.


"Hiks... apakah Kakak baik-baik saja diluar sana ?" Ruo mengusap air matanya dan merasakan kehangatan didalam pelukan Shen Yu.


"Dipikir siapa aku... hanya sedikit orang yang akan mampu melawanku. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan kepada kalian tentang perjalananku, seharusnya kalian akan senang mendengarnya." Shen Yu berkata dengan jujur.


Tie San tersenyum dan berkata, "Ayah kirim aku keluar... aku ingin pergi dan bertarung dengan mereka !"


"Itu benar... Kakak... orang-orang dari Sekte Darah sudah membunuh banyak orang..." Sebelum Fei Si menyelesaikan perkataannya Shen Yu menghentikannya.

__ADS_1


"Aku sudah mengurus mereka semua, aku juga menyelamatkan Ayah dan Saudaramu. Jangan khawatir aku menempatkan bawahanku diberbagai tempat, keselamatan mereka sudah terjamin dan kau tidak perlu khawatir." Shen Yu berkata dengan jujur.


"Terimakasih." Fei Si memeluk Shen Yu dengan erat dan bersyukur bahwa Pria yang dipilihnya memiliki kasih sayang padanya.


Shen Yu membawa mereka bertiga ketempat duduk dan menceritakan semuanya, dia tidak terlalu terburu-buru untuk mengurus semuanya dan lebih memilih untuk melepas semua kerinduan mereka.


Dirinya sudah membentuk Istana Jiwa Bintang di Dunia luar dan menjadikannya salah satu kekuatan besar di Seluruh Alam Semesta. Ruo memiliki pemahaman yang baik dengan kekuatan karena bersama dengan Gong Fu untuk waktu yang lama, namun berbeda cerita jika itu Fei Si.


Fei Si baru pertama kali menemukan musuh yang memiliki kekuatan Absolut seperti Tingkat Dewa, dia memiliki kekhawatiran terhadap keselamatan ayahnya dan kali ini dia benar-benar merasa lega.


Namun Shen Yu pergi keluar seorang diri dan bukan tidak mungkin dengan sifatnya dia tidak bersinggungan dengan Kultivator Dewa lainnya. Apalagi dia membangun Istana Jiwa Bintang dan menjadikannya salah satu kekuatan besar yang tidak mungkin disinggung oleh pihak lain.


Walaupun Shen Yu tidak mengatakan tentang bagaimana prosesnya, namun Fei Si bukanlah orang yang naif dan tidak mampu menebak perjuangan Shen Yu diluar.


"Kakak... ada sesuatu yang mengganjal pikiranku, kau sudah berkeliling diluar dan melihat hal yang baru. Berapa banyak bunga yang kau simpan disaku celanamu ?" Fei Si tersenyum dengan santai. Ruo juga tertarik dengan hal ini dan terlihat bersemangat.


Shen Yu menggaruk kepalanya dan berkata, "Hanya satu... dia adalah teman lamaku yang menungguku selama ribuan tahun, setelah apa yang dia lakukan aku tidak bisa menolaknya."

__ADS_1


__ADS_2