
Awan debu mulai menutupi area itu dan Tuan Kota terlihat sangat senang, dia memukul Shen Yu dengan kekuatan penuhnya dan pukulan ini bukanlah sesuatu yang bisa ditahan oleh Kultivator Tahap Akhir Tingkat Setengah Dewa.
Perlahan debu mulai menghilang dan sosok Shen Yu mulai terlihat, tetapi Tuan Kota sangat terkejut melihat Shen Yu yang masih baik-baik saja setelah terkena pukulannya yang keras.
"Cuih... apakah hanya itu yang kau miliki, karena kau sudah menyerang bukankah waktunya giliranku untuk memyerangmu !" Shen Yu meregangkan ototnya dan mencibir dengan jijik.
Kekuatan fisiknya bahkan dapat menandingi Kultivator Tingkat Dewa, bahkan jika dia harus berhadapan dengan seratus orang seperti Tuan Kota. Maka hasilnya akan masih tetap sama, seorang Anak kecil yang baru belajar berjalan berani menantang orang dewasa adalah kebodohan.
Shen Yu menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul didepan Tuan Kota, sebuah tinju yang keras tepat menghantam wajahnya dan membuat Tuan Kota terpental keatas langit.
Qi Kekacauan meledak dari tubuh Shen Yu dan tangannya dialiri Petir Hitam yang mengerikan. Petir Hitam berubah menjadi cambuk dan Shen Yu mengayunkannya dengan pelan.
Cambuk Petir Hitam menabrak Tuan Kota dan membuat tubuhnya hancur diudara. Hujan darah mulai turun dan organ dalam mulai berceceran ditanah, pemandangan ini sangat mengerikan dan membuat semua orang ketakutan.
Aura Kultivator Tingkat Dewa mulai mendekat kearah Shen Yu dan dia adalah Ceng Jian, dia adalah Tetua yang mengurus bagian luar dan sekaligus Adik dari Tuan Kota yang baru saja mati ditangan Shen Yu.
__ADS_1
Ketika dia melihat Shen Yu segera Ceng Jian memberi hormat dan berkata, "Salam Tuan Istana... saya tidak tahu apa yang Saudara saya lakukan sampai dia pantas mendapatkan perlakuan ini !"
"Huh... aku bukan orang yang buta, lagi pula kau juga akan segera menyusulnya !" Shen Yu mengayunkan Cambuk Petir Hitam ditangannya dengan kekuatannya.
Cambuk Petir Hitam bergerak kearah Ceng Jian dan membuatnya sedikit panik, segera dia mengeluarkan sebuah Perisai untuk menahannya.
Kedua hal ini bertabrakan dan Perisai Ceng Jian hancur, dia mundur beberapa langkah dan Niat membunuh meledak dari tubuhnya.
"Tuan Istana... mohon untuk tetap tenang, saya tidak terlibat dalam masalah ini !" Ceng Jian berteriak dengan panik.
"Ho... menggunakan statusmu sebagai Tetua dan mengambil keuntungan untuk Keluargamu, terlebih kau bahkan tidak segan-segan membunuh mereka yang menghalangimu. Kau baru saja menerobos Tingkat Dewa dengan Pil Roh yang aku berikan, bahkan Kultivasimu belum stabil dan kau berani datang kemari."
Ceng Jian mengeratkan giginya dengan marah dan mengutuk Saudaranya didalam hatinya, sekarang dia sudah tidak memiliki tempat di Istana Jiwa Bintang dan semua ini karena Saudaranya yang bodoh.
Ceng Jian bermaksud untuk meminta pajak sedikit lebih besar dan menimbun kekayaan demi Keluarganya. Tapi dia tidak menyangka kalau Tuan Istana Shen Yu akan langsung berkunjung dan mengetahui niatnya, sekarang dia hanya bisa bertarung sampai mati lalu melarikan diri dari Bintang Purple.
__ADS_1
Prestise Dewa mulai menyebar akan tetapi hal ini masih tidak stabil dan sangat lemah. Shen Yu menjentikkan jarinya dan ruang disekitarnya menjadi tidak stabil, Prestise Dewa milik Ceng Jian didorong secara maksimal dan Retakan Ruang mulai mengurungnya didalam Domain milik Shen Yu.
"Kau bahkan belum mampu mengerahkan Kekuatan Prestise Dewa, apakah kau layak disebut Kultivator Tingkat Dewa ?" Shen Yu mencibir dengan jijik dan membentuk Segel ditangannya.
Sebuah cahaya putih kecil masuk kedalam Retakan Ruang, setelah beberapa waktu cahaya putih itu keluar didepan Retakan Ruang didepan Ceng Jian.
Melihat hal ini membuatnya sedikit panik dan Ceng Jian memukulnya dengan keras, cahaya putih meledak dan Aliran Waktu disekitar Ceng Jian dipercepat.
Vitalitas yang besar keluar dari tubuh Ceng Jian dan perlahan tubuhnya menjadi layu. Rambutnya berubah warna menjadi putih dan tubuhnya menjadi kering tanpa tenaga sedikitpun.
Ceng Jian terbatuk dan melihat perubahan besar pada dirinya. Kultivasinya yang berada di Tingkat Dewa sudah jatuh bahkan ke Tingkat Langit, dia menerima kekuatan Gelombang Waktu secara penuh dan Kekuatannya berkurang sangat banyak.
Semua orang melihat ini dan pandangan mereka terlihat ngeri, Pemuda itu adalah Tuan Istana Jiwa Bintang dan sepertinya rumor tentang kekuatan yang dimilikinya bukanlah isapan jempol belaka.
Shen Yu memadatkan Niat Pedang ditangannya dan mengayunkannya kearah Ceng Jian, Qi Pedang Bulan melesat kearahnya dan memotong tubuhnya menjadi dua bagian.
__ADS_1
Kesadaran Ceng Jian perlahan menghilang dan jatuh ketanah. Ceng Jian sudah mati dan hal ini akan menjadi peringatan besar bagi orang-orang yang berani menantang otoritasnya.
Shen Yu sudah sangat baik dengan tidak memonopoli Sumber Daya dan mementingkan kesejahteraan bawahannya. Tetapi jika mereka berani bermain dibelakangnya maka hanya akan ada kematian yang menunggu mereka.