
Gelombang Aura meledak dengan gila, Mu Qiong dan Gunung Besi mendesak Qi mereka dan bertarung dengan kekuatan penuh.
Gunung Besi menghentakan kakinya dan tanah mulai berguncang, dua tangan raksasa yang terbentuk dari tanah menekan Raja Setan dari kedua sisi. Raja Setan meraung dengan ganas dan gelombang Aura meledak dari tubuhnya, dia berusaha untuk melepaskan dirinya dari kedua tangan ini.
"Raja Iblis... sekarang !" Gunung Besi berteriak dengan panik.
Mu Qiong mengarahkan ujung Pedangnya kearah Raja Setan, dia menuangkan Demon Qi miliknya kedalam Pedangnya. Api Merah muncul ditubuhnya dan Mu Qiong tersenyum dengan percaya diri.
"Teknik Pembakaran Naga Ibis !" Mu Qiong menusukan Pedangnya dan Api Merah itu menyembur dengan gila.
Perlahan Api Merah itu membentuk sebuah Naga dan langsung melesat kearah Raja Setan, Naga Api itu mengenai Raja Setan dan membakarnya sampai menjadi Abu.
Saat ini mereka harus tetap waspada dan tidak boleh lengah sedikitpun, sebisa mungkin mereka harus menghemat tenaga mereka karena musuh yang sebenarnya masih hidup.
Zi Xun sendiri terlihat kesulitan harus karena harus bertarung dalam pertarungan satu lawan satu dengan Raja Setan. Sayap Merah yang berada dipunggungnya sangatlah kuat dan keras, bahkan ini jauh lebih kuat dari Artifak Tingkat Virtual miliknya.
Raja Setan memukul kearah Zi Xun dengan keras dan sebuah tinju raksasa melesat kearah Zi Xun, dengan cepat dia memutar Tombaknya dan Ular Api melesat kearah Tinju itu.
*Boom.*
__ADS_1
Ledakan keras terdengar sangat mengerikan, Zi Xun mundur beberapa langkah kebelakang dan memuntahkan darah dari sudut mulutnya. Saat ini dia sadar kalau dirinya bukanlah tandingan dari Raja Setan, jika dia bertarung seorang diri maka hanya akan ada kematian yang menunggunya.
*Swosh.*
Zi Xun merasakan hawa dingin dibelakangnya, ketika dia berbalik Raja Setan sudah berada dibelakangnya. Satu tanganya melesat kearah Dada Zi Xun dengan kukunya yang tajam, saat ini Zi Xun tidak dapat menghindari serangan Raja Setan dan memutup matanya dengan nasibnya.
Setelah beberapa waktu dia sama sekali tidak merasakan sedikitpun rasa sakit, tetapi dia merasa kalau ada seseorang yang memegang pinggangnya.
Perlahan dia membuka matanya dan melihat Shen Yu yang menahan serangan Raja Setan untuknya. Wajah Zi Xun berubah menjadi merah dan dia tidak pernah membayangkan kalau dia akan berada dalam posisi canggung seperti ini.
Shen Yu sejak awal sudah mengamati semua pertarungan, ketika dia melihat Zi Xun terdesak maka secara otamatis dia akan pergi membantunya.
Tetapi Shen Yu menggunakan kekuatan dari Mata Kekosongan, Ruang disekitar Raja Setan perlahan mulai meremasnya. Raja Setan meraung dengan menyedihkan dan tubuhnya meledak menjadi gumpulan daging.
Gunung Besi dan Mu Qiong melihat kekuatan Shen Yu dan sedikit merasa ngeri, bahkan untuk mengalahkan satu Raja Setan mereka harus bekerjasama. Tetapi Shen Yu dengan santainya membunuh hanya dengan tatapan matanya, dalam hati mereka bertanya-tanya tentang kekuatan aneh apa yang sebenarnya Shen Yu gunakan untuk membunuh Raja Setan.
"Apakah Ratu dari Ras Ular baik-baik saja ?" Shen Yu melihat kearah Zi Xun dengan santai.
"Tolong lepaskan aku... ini sedikit memalukan." Zi Xun mencoba melepas tangan Shen Yu dari pinggangnya dan berdiri dengan benar.
__ADS_1
Shen Yu tersenyum dan berkata, "Maaf saja... bukankah kau harus berterimakasih dengan benar. Aku sudah menyelamatkan hidupmu dan beginikah caramu berterimakasih kepadaku !"
"Oke... oke... terimakasih atas perhatianmu jadi cepat lepaskan aku." Zi Xun berkata dengan kesal dan wajahnya saat ini terlihat sangat malu.
Mu Qiong dan Gunung Besi mengabaikan mereka berdua, Shen Yu ini terlalu luar biasa bahkan ketika berurusan dengan wanita dia dengan mudah mencairkanya.
"Memangnya kenapa jika aku tidak ingin melepasmu, apakah kau ingin bertarung denganku. Tenang saja setelah ini selesai aku akan menemanimu bertarung, aku pastikan nanti kau juga akan menikmatinya !" Shen Gu sedikit menggoda Zi Xun dan sangat puas dengan reaksinya.
Wajah Zi Xun menjadi merah dan dia berpikir kalau Shen Yu ini adalah Pria yang tidak tahu malu. Perlahan tangan Shen Yu pergi kearah wajah Zi Xun, dengan panik Zi Xun menutup matanya dan berpikir dirinya akan dilecehkan.
Shen Yu menghapus darah yang ada disudut mulutnya dan melepaskan Zi Xun, pelajaran kali ini sudah cukup untuknya. Lebih baik dirinya segera menghentikanya dari pada nanti Zi Xun akan marah kepadanya.
Zi Xun membuka matanya dan terlihat sangat terkejut, dia menatap Shen Yu dengan kesal dan pergi kearah Mu Qiong dan Gunung Besi.
Shen Yu mengangkat bahunya dan fokus dengan tujuanya saat ini. Musuhnya saat ini belum mati dan Shen Yu berniat untuk membunuh mereka semua.
"Nenek Tua... bukankah ini terlalu mudah, jika kalian masih memiliki trik aku bisa menunggunya sekarang juga. Atau kalian ingin segera mati, aku tidak keberatan untuk membantu kalian." Shen Yu berteriak dengan keras dan menghina orang-orang dari Organisasi Pembunuh.
"Bocah sialan... aku pasti akan membunuhmu dan meminum darahmu agar meredakan kemarahanku !" Wanita berjubah hitam itu berteriak dengan marah.
__ADS_1
"Oh... aku takut sekali... Nenek Tua... aku tahu kenapa tidak ada laki-laki yang tertarik padamu ketika kau masih muda. Dengan perilakumu yang menjijikan tidak akan ada yang mau mendekatimu." Shen Yu sedikit bersenang-senang dan semua orang tertawa mendengar hal ini.