
Shen Yu sangat kesal di teriaki sebagai seorang pembual oleh Fei Ding, hanya seorang Ahli di Tahap Akhir Tingkat Penciptaan yang tidak tahu apa-apa tentang dunia, berani berbicara seperti itu padanya.
Jika Shen Yu tidak menaruh rasa hormat kepada Fei Xuan dan yang lainya, dia akan langsung bertarung dengan Fei Ding dan mencoba yang terbaik untuk membunuhnya.
Fei Ding juga sangat tidak senang dengan sikap yang dimiliki Shen Yu, bahkan Anak ini tidak menempatkan siapapun dimatanya.
*Bang*
Sebuah pukulan keras tiba-tiba menghantam Fei Ding, memuntahkan seteguk darah dimulutnya.
"Nak... Bukankah aku sudah memberitahumu sebelumnya, jangan lakukan hal bodoh. Kau bisa membawa kehancuran untuk dirimu sendiri !" Fei Xuan menatap Fe Ding dengan rasa malu.
Fei Ning dan Wu Zong sebenarnya hampir bergerak untuk membunuh Fei Ding. Mengingat kekuatan Guru dari Shen Yu yang sangat luar biasa.
Hanya orang bodoh yang berani memprovokasi Shen Yu dan membawa kehancuran untuk dirinya sendiri.
"Hah... sudahlah. Senior mari kita abaikan." Shen Yu menatap Wu Zong dan berkata, "Senior Wu Zong bisakah aku meminta bantuan kepada Anda ?"
"Jika Master Shen menginginkan sesuatu, Master Tua ini ingin tahu apa yang dibutuhkan Master Shen ?" Wu Zong bertanya.
"Aku ingin membeli beberapa Bahan Penyulingan setidaknya Tingkat Penciptaan dan Virtual sebanyak mungkin." Shen Yu ingin membeli sesuatu dari Serikat Perdagangan.
"Biarkan Master Tua ini memikirkanya sebentar, kemari Keluarga Yan membeli semua Bahan Penyulingan, kemungkinan ditempat ini sudah tidak ada stok !"
"Oh... sayang sekali padahal aku ingin membuat Artifak Tingkat Setengah Dewa !" Shen Yu sedikit sedih.
Ketika pernyataan itu keluar dari mulut Shen Yu, Mereka bertiga dengan cepat berdiri dan berkata, "Master Shen ingin membuat Artifak Tingkat Setengah Dewa. Apakah Anda yakin bisa membuatnya?"
"Tentu saja. Apa yang sulit tentang hal itu ?" Shen Yu tersenyum dan berbicara dengan santai.
Saat ini dia memiliki Kuan Bo yang merupakan Grandmaster Penyulingan yang luar biasa, jadi Shen Yu berencana untuk memberinya Bahan Penyulingan agar Kuan Bo sedikit senang dan tidak menganggur.
"Master Shen jika Anda mau saya bisa menyiapkanya untuk Anda dalam waktu seminggu?" Teriak Fu Ning dengan semangat.
__ADS_1
"Woy... Master Shen meminta bantuan Serikat Perdaganganku, kenapa kau sangat bersemangat tentang hal ini ?" Wu Zong mencibir Fu Ning.
"Junior Shen... Aku memiliki beberapa jika kau menginginkanya !" Kata Fei Xuan.
Fei Si dam Fei Ding terkejut melihat perubahan suasana yang mendadak ini.
"Oke... oke... Senior atur saja. Mungkin Junior ini bisa memberikan salah satu Artifaknya nanti!"
"Baiklah." Fu Ning dan Wu Zong segera pergi dan menyeret Fu Bo yang sedang belajar tentang hukum.
"Kau ikuti aku." Fei Xuan menarik Fei Ding dan terbang kembali ke Istana.
Sekarang hanya tinggal Fei Si dan Shen Yu ditempat itu. Shen Yu menatapnya dan berkata, "Cantik... apakah kau ingin pergi dan berjalan-jalan denganku ?"
"Hmph... Pergi saja sendiri." Fei Si memalingkan mukanya.
"Baiklah kalau begitu." Shen Yu berjalan kearah luar dengan santai.
"Eh... tunggu, kau ingin pergi kemana?" Tanya Fei Si.
Wajah Fei Si berubah pucat dan berteriak, "Aku ikut denganmu !"
"Kenapa kau tiba-tiba ingin pergi !" Shen Yu tersenyum kearah Fei Si.
"Aku ikut." Fei Si memelototi Shen Yu.
"Baik... baik... ayo kesana." Shen Yu dan Fei Si berjalan menuju ke Kediaman Keluarga Yan.
Setelah beberapa waktu perjalanan Fei Si dan Shen Yu tiba didepan Gerbang Keluarga Yan. Disana terlihat beberapa penjaga berlutut dan memberi hormat.
"Penjaga ini telah melihat Putri Fei Si, ada perlu apa Putri datang ke Keluarga Yan ?" Penjaga itu bertanya tujuan kedatangan Fei Si.
"Katakan pada Patriak Yan saat ini aku dan Kakak Shen datang berkunjung !" Fei Si memerintahkan Penjaga untuk menyampaikan pesanya.
__ADS_1
"Baik Putri." Salah satu Penjaga itu masuk kedalam Rumah.
Setelah beberapa saat Yan Ruqu berlari dan menghampiri mereka, "Master Shen maafkan saya tidak bisa menyambut kedatangan Anda !"
"Nona Yan tidak perlu melakukan itu, aku hanya datang untuk melihat latihan dari Patriak Yan. Jadi bisakah aku masuk dan melihatnya ?" Shen Yu berbicara dengan sopan.
"Silahkan mari ikuti saya, saat ini Ayah saya saat ini terlalu bersemangat melakukan Penyulingan. Mohon Master Shen untuk menunggu sebentar diruang tamu, saya akan segera kembali dan memanggilnya ?" Yan Ruqu menuntun Shen Yu untuk pergi ke Ruang Tamu.
"Nona Yan apakah ada Orang Tua yang datang kesini ?" Tanya Shen Yu.
"Oh... Benar. Beberapa hari yang lalu, Orang Tua itu datang kesini dan dia diberikan perintah oleh Master Shen untuk menetap sementara waktu. Saat ini mungkin Orang Tua itu sedang tinggal dikamarnya, apakah perlu saya memanggilnya ?"
"Yah... saya akan merepotkan Nona Yan." Shen Yu berterimakasih.
"Tidak masalah." Nona Yan membungkuk dan segera pergi.
Shen Yu dan Fei Si duduk dan berbicara banyak tentang latihan dan Kultivasi. Fei Si sekarang ada di Tingkat Bumi dengan Teknik Kultivasi yang diberikan Shen Yu, mungkin pencapaianya akan mencengangkan.
Mengingat saat ini dia diangkat sebagai Murid Pribadi dari Fu Ning yang merupakan Leluhur Sekte Langit Cerah, mungkin dalam beberapa tahun kekuatanya akan setara dengan Luo Yan.
"Ketika kau pergi ke Sekte Langit Cerah pastikan untuk bersungguh-sungguh dalam Kultivasimu !" Shen Yu mengusap kepala Fei Si.
"Yah... baiklah, Kakak Shen juga harus berhati-hati didunia luar sangatlah berbahaya. Mungkin saat kita bertemu lagi, kau mungkin sudah tertinggal jauh dibelakangku." Fei Si dengan bangga mengatakanya.
"Hahaha... Jika kau bisa mengalahkanku, aku akan memberimu sesuatu. Bagaimana menurutmu ?" Shen Yu sangat geli dengan kepercayaan dirinya.
"Aku tidak menginginkan apapun, Jika aku bisa mengalahkanmu cukup janjikan aku satu hal dan kau tidak boleh menolak apapun itu. Bagaimana dengan itu ?" Fei Si terlihat sedang memprovokasi Shen Yu.
"Ho... ho... Gadis kecil jangan sombong ketika kau nanti mulai berkembang, apa kau pikir aku akan masih di Tingkat Bumi !"
"Jadi kau tidak berani. Aku kira kau sangat hebat karena berteriak kesana kemari, ternyata Kakak Shen juga takut ?" Fei Si tersenyum dan memainkan kalungnya.
Shen Yu mengerutkan keningnya dan tertawa dengan gila, "Hahaha... Baiklah selama kau mampu datanglah. Ketika kau kalah, aku akan menampar pantatmu dengan keras !"
__ADS_1
"Kalau begitu kita sepakat." Fei Si tersenyum bahagia setelah menggoda Shen Yu.
Tidak tahu mengapa Shen Yu merasa saat ini sedang dipermainkan oleh Fei Si, dan mulai meragukan keputusanya.