Dunia Kultivasi

Dunia Kultivasi
Bab 41 - Jarum Kontrak


__ADS_3

"Wanita gila apa yang kau lakukan ?" Shen Yu berkata dengan marah.


Jarum itu perlahan-lahan masuk kedalam jantung, Shen Yu mengerang kesakitan proses ini benar-benar menyakitkan.


Putri juga mengerang kesakitan, karena dia juga menggunakan jarum itu pada dirinya sendiri. Setelah beberapa saat rasa sakit didada mereka menghilang.


Shen Yu berdiri dengan cepat dan meraih leher Putri dan berteriak dengan marah.


"Apa yang kau lakukan padaku ?"


Putri itu terlihat sedikit kesakitan karena lehernya dikunci tangan Shen Yu, segera Shen Yu melepasnya dan berkata, "Bicaralah ! Jika kau berani macam-macam, aku akan mematahkan lehermu."


"Itu adalah Jarum Kontrak, selama kau tidak mengatakan apapun tentang masalah ini. Jarum itu tidak akan bereaksi, Hal itu juga berlaku untuku." Putri itu memegang lehernya yang sedikit sakit.


"Bukankah aku sudah berjanji tidak akan mengatakan apapun tentang ini." Shen Yu sedikit jengkel, baginya kebebasan adalah segalanya. Dia sangat benci dengan keadaan yang dibatasi seperti sekarang.


"Aku juga tidak punya pilihan lain." Putri itu menundukan kepalanya dengan sedih.


Shen Yu menghela nafas panjang dan menenangkan dirinya, sebenarnya dia tidak bisa menyalahkannya. Putri ini hanya sedikit berhati-hati dan tidak ada yang salah dengan hal itu.


Tetapi Shen Yu sangat tidak menyukai cara yang dilakukan Putri ini, sekarang dia beruntung Kontrak itu hanya digunakan untuk menutup mulutnya. Jika itu Kontrak Budak pasti saat ini dia sudah menangis.


"Hah... aku minta maaf, karena sedikit kasar. Tapi kau tidak bisa menyalahkanku tentang hal ini !" Shen Yu meminta maaf kepada Putri, mengulurkan tanganya dan membantunya berdiri.


Sesaat keheningan terjadi diantara mereka, Shen Yu sendiri tidak tau apa yang harus dia katakan untuk saat ini. Tiba-tiba kelompok Perampok itu membuka matanya, dan melihat sekelilingnya.

__ADS_1


"Apakah tidur siang kalian menyenangkan?" Shen Yu mencibir para Perampok, "Kalau kalian memiliki keluhan, kalian bisa mengatakanya padaku !"


"Kau bisa membunuhku, tapi tolong lepaskan saudara-saudaraku. Akulah yang merencanakan semua ini !" Salah satu Perampok berkata dengan pasrah.


"Hou... Lepaskan mereka, apa kalian memiliki hak untuk berbicara padaku. Ketika kalian berani merampok orang lain, kalian semua harus siap dengan konsekuensi yang harus kalian terima." Shen Yu tersenyum dan memandang para Perampok yang duduk ditanah.


"Apa kau pikir kami mau menjadi seperti ini? Jika bukan karena salah satu teman kami yang terluka dan membutuhkan pengobatan. Kami semua tidak akan melakukan hal tercela seperti ini ?" Para Perampok berteriak dengan marah.


"Terus... Apa kau pikir aku akan membiarkan kalian Pergi begitu saja ?" Shen Yu mengeluarkan Sekantong koin emas dan melemparkanya kearah Perampok, "Ambil itu untuk biaya mengobati Temanmu. Kalian bisa pergi !"


Para Perampok itu terkejut dengan apa yang dilakukan Shen Yu. Melihat isi didalam kantong, terlihat koin emas dalam jumlah yang banyak.


Buru-buru mereka berlutut dan berterimakasih kepada Shen Yu.


"Tuan Muda ini benar-benar seorang penyelamat, saya dan saudara-saudara mengucapkan terimakasih kepada Tuan Muda. Suatu saat kami akan membalas kebaikan Tuan Muda."


Segera Mereka semua menelangkupkan tinjunya dan pergi dari tempat, Shen Yu menggelegkan kepala dan tersenyum lega.


"Kenapa kau memberikan mereka koin emas sebanyak itu kepada mereka ?" Tanya Putri dengan rasa penasaran.


Shen Yu menepuk kepala kecilnya, "Setiap orang memiliki masalah mereka sendiri, mereka melakukan kejahatan bukan karena ingin. Keadaanlah yang memaksa mereka melakukanya dan cara terbaik adalah dengan membantu mereka."


Putri itu mengangguk dan mengerti alasan Shen Yu tidak membunuh mereka, dia menyadari mereka memiliki masalah dan berniat membantu mereka.


Walaupun Shen Yu hanya menebak mereka memiliki sebuah masalah, tetapi dari serangan mereka tidak ada niat untuk membunuhnya dan Shen Yu menebaknya dengan benar bahwa mereka memiliki kondisi yang dipaksakan.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong bagaimana nasib pengawal-pengawalmu ?" Shen Yu melihat mereka yang sedang menggila dibelakang.


"Hahaha... tenang saja mereka akan sadar dengan sendirinya." Putri tertawa melihat Pengawalnya yang ikut terkena Teknik Pesona miliknya.


"Kalau begitu aku juga akan pergi ?" Shen Yu berpamitan dan akan melanjutkan perjalanan ke Ibukota Kerajaan Wars.


Tetapi sebelum Shen Yu pergi, Putri menghentikanya dan berkata, "Tunggu sebentar jika kau tidak keberatan, kenapa kita tidak pergi bersama-sama ?"


"Yah... jika Anda menawarkan Shen ini tidak akan keberatan." Shen Yu tidak menolak dan menyetujuinya.


Shen Yu berencana untuk bertanya tentang kondisi di Ibukota Kerajaan Wars kepada Putri ini.


"Namaku Fei Si, jadi siapa namamu dan apa yang akan kau lakukan di Ibukota ?" Fei Si penasaran dengan Identitas Shen Yu.


"Namaku Shen Yu, senang bertemu dengan Putri Fei Si. Aku adalah seorang petualang dan tidak memiliki latar belakang keluarga bangsawan, secara otomatis saya hanya mengikuti arah dan ingin mengenal berbagai tempat." Shen Yu tersenyum dan berkata dengan jujur.


"Hou... kelihatanya umurmu tidak jauh berbeda denganku, tetapi keberanianmu patut untuk dipuji !" Fei Si memperhatkan Shen Yu dengan kekaguman.


Shen Yu hanyalah seorang Kultivator Tahap Akhir Tingkat Pembentukan Tulang, tetapi memiliki keberanian untuk melihat dunia luar. Dengan usianya yang masih sangat muda, Shen Yu sudah memiliki Visi yang luar biasa dan kekuatanya tidaklah lemah.


Fei Si sendiri sangat tertarik untuk melihat dunia luar, tetapi identitas Putri Kerajaan Wars tidak memungkinkanya untuk meninggalkan Kerajaan terlalu lama.


Ketika Fei Si mengetahui Shen Yu adalah seorang petualang, dia tidak bisa menahan rasa ingin tahunya dan bertanya tentang pengalamanya.


Shen Yu menceritakan semua pengalaman yang dilalui ketika berada didesa, bertarung dengan 2 Patriak, melawan Beast Singa Bumi, menyelamatkan warga yang dijadikan Budak dan Pengalaman di Hutan Monster.

__ADS_1


Fei Si tersenyum dan mendengarkan cerita Shen Yu dengan tenang.


Waktu malam hari, para Pengawal yang gila kembali sadar. Setelah mendengarkan Shen Yu bercerita, Fei Si dan yang lainya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan besok pagi. Shen Yu menyetujui dan menyalakan api unggun didekat kereta.


__ADS_2