
Prestise Dewa menyebar dengan luas dan semua orang yang berada di area pertarungan perlahan mundur. Dampak pertarungan dari Kultivator puncak sangat berbahaya dan dengan Gelombang Auranya saja sudah bisa mengambil banyak nyawa.
Yao Chi memutar Tombaknya Qi yang kuat muncul dari ujung Tombaknya. Qi yang penuh dengan Aura Membunuh ditangkis oleh Ekor Besi yang sangat keras.
"****** Sialan !" Teriak Raja Monster dan perlahan tubuhnya dipenuhi sisik besi dan asap racun menyembur keluar dari tubuhnya.
Yao Chi sama sekali tidak mundur dan memainkan gaya Tombak yang sangat kuat, Aura Cyan menyelimuti tubuhnya dan membuatnya kebal terhadap racun dari Raja Monster.
Pertarungan mereka berempat sangat seimbang dan sulit untuk mereka menentukan siapa yang menang. Namun setidaknya ini akan menjadi pertarungan panjang bagi mereka.
Serigala Perak terlihat sangat kesulitan dan Yang Xiao tidak jauh lebih buruk. Tiba-tiba sebuah ekor Ular yang sangat besar berayun kearah Serigala Perak, melihat hal ini Serigala Perak terkena pukulan telak dan tubuhnya menabrak batu-batu yang disekitarnya.
*Groar.*
Qing Hua meraung keatas langit dan menyemburkan nafas api dari mulutnya, Api yang ganas melesat kearah Serigala Perak dan mengenainya dengan telak. Namun pertahan tubuh Serigala Perak sangat kuat, walaupun kondisinya tidak baik namun dia masih bisa bertahan dari keganasan Qing Hua.
__ADS_1
"Pengecut...menyerangku dari belakang !" Teriak Serigala Perak dan darah mulai mengalir dari mulutnya.
Qing Hua mengambil wujud setengah Ular dan berkata, "Pergi... aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri !"
"Baik." Yang Xiao tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan Qing Hua dan segera pergi membantu Yao Chi.
Qing Hua melesat kearah Serigala Perak dan Tombak Es muncul ditangannya. Serigala Perak meraung dengan marah dan otot ditubuhnya mulai membengkak, Cakarnya yang tajam menyapa langsung Tombak Es Qing Hua dan Partikel Cahaya mulai meledak dengan gila.
Serigala Perak mundur dan memuntahkan darah dan Qing Hua menatapnya dengan dingin, "Lemah... kau tidak layak disejajarkan dengan Ratu ini, Raja Monster sepertimu hanyalah Aib bagi Ras Monster."
"Berkacalah... Qilin menganggap kalian tidak lebih sebuah bidak, dia berencana memurnikan Alam Semesta dan saat itu terjadi bukan hanya kami yang mati namun kalian juga akan memiliki akhir yang sama dengan kami." Kata Qing Hua dengan tegas.
"Percaya dengan mulutmu adalah orang bodoh." Kata Serigala Perak dengan jijik.
"Kalau begitu matilah." Qing Hua mengeluarkan sebuah Busur dan menuangkan Kekuatan Jiwa dan Qi miliknya kedalam Anak Panahnya.
__ADS_1
Segera dia menembakkannya keatas langit dan Anak Panah itu meledak. Sebuah Pusaran Badai yang mengerikan dengan kedua Atribut Api dan Es.
Shen Yu yang melihat hal ini merasakan nostalgia dan mengingat pertarungannya dengan Qing Hua dimasa lalu. Qing Hua sangat membenci kekalahan dan Busur ini merupakan senjata terkuat miliknya dan salah satu Artifak terkuat yang sejajar dengan Pedang miliknya.
"Busur Sumber Bintang... bahkan untuk menahannya dimasa lalu aku menggunakan Niat Pedang Absolut dalam kondisi maksimal, Raja Monster itu akan mati dibawah serangan ini !" Shen Yu memberikan sedikit penilaiannya.
Badai Api dan Es mulai berhenti dan sebuah Anak Panah Raksasa dengan kedua Atribut yang bercampur mulai terbentuk. Serigala Perak yang melihat hal ini merasakan ancaman bahaya dan segera berlari menjauh.
Anak Panah itu melesat dan mengejar Serigala Perak, setiap jalur lintasannya berubah menjadi kehancuran total dan Serigala Perak terbang sangat cepat.
*Boom.*
Anak Panah itu bergerak sangat cepat dan mengenai punggung Serigala Perak, tubuh Serigala Perak diseret kearah Bintang Mati dan ledakan besar terdengar sangat mengerikan.
Bintang Mati itu hancur dan tidak meninggalkan sedikitpun sisa dari Serigala Perak, kekuatan penghancur dari serangan Qing Hua membuat semua orang merasa ngeri dan Ras Monster mulai berlari ketakutan.
__ADS_1