
Mu Qiong menatap kearah Shen Yu dan meminta dia untuk menjaga kedua Anakanya, walaupun dia tidak terlalu yakin akan kembali hidup-hidup tetapi setidaknuya dia harus memastikan keselamatan Anaknya.
Dengan cepat dia terbang kearah Demon Capitaly dan Gunung Besi sedikit terkejut dengan kebijakan dari Mu Qiong, mereka sudah bertarung untuk waktu yang lama dan Gunung Besi menaruh rasa hormatnya kepada Mu Qiong.
"Saudara Shen... mungkin permintaanku ini sangat lancang, tetapi bisakah Saudara Shen membantu Ayah kami melewati krisis ini." Mu Lun berlutut ditanah dan memohon kepada Shen Yu.
"Benar... tolong bantulah Ayahku, aku akan melakukan apapun yang kau mau. Tapi tolong bantulah Ayahku !" Mu Zu menangis dan menarik lengan Shen Yu.
Shen Yu sendiri tidak berencana membiarkan Mu Qiong mati, kepribadian yang dimiliki Mu Qiong sangat layak mendapatkan penghargaan.
Jadi tanpa diminta sekalipun Shen Yu akan datang menolongnya, lagi pula sejak awal musuhnya adalah Organisasi Pembunuh. Tidak ada salahnya untuk menggila ditempat ini sekarang.
"Yakinlah... aku tidak akan membiarkan Ayah kalian mati begitu saja." Shen Yu berkata dengan santai, "Mulai hari ini peperangan akan dimulai, aku akan menggila tanpa menahan apapun."
Shen Yu tertawa dengan gila dan tawanya menggema diseluruh tempat, semua orang yang mendengar hal ini merasakan semangat didada mereka.
Fu Ning dan Fei Xuan bergegas kearah Shen Yu dan berkata, "Apakah kita perluh menunggu semua Kekuatan untuk berkumpul ?"
"Hahaha... mereka hanya Anjing dan Tikus, aku sendiri sudah cukup untuk membunuh mereka semua !" Shen Yu berkata dengan percaya diri.
__ADS_1
Segera mereka bertiga terbang dengan kecepatan yang sangat cepat menuju Demon Capitaly, Fu Ning dan Fei Xuan melihat perubahan sifat Shen Yu yang sangat mengerikan.
Siapa yang menyangka Pria yang terlihat sangat tenang dan berpikiran luas akan menunjukan ekapresi haus darah yang besar.
Niat membunuh yang keluar dari tubuh Shen Yu membuat mereka merinding, bahkan Gunung Besi tidak berani membandingkan dirinya dengan Shen Yu yang sekarang.
Gunung Besi berdiri dan segera memberitahu semua orang untuk bersiap melakukan pertarungan penentu. Sebagai Kultivator dari Wilayah Barat, dia tidak bisa membiarkan Shen Yu dan yang lainya bertarung sendirian.
....
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya Mu Qiong sampai diperbatasan Demon Capitaly, sebuah Cahaya merah bergerak kearahnya dengan Aura yang mengerikan.
Dibawahnya masih terdapat puluhan Yaksa Neraka yang berada di Tingkat Virtual, Mu Qiong mengeluarkan Artifak Pedang Tingkat Virtual.
Demon Qi meledak dengan gila dan Mu Qiong mengayunkan Pedangnya kearah Yaksa Neraka, Bilah Angin yang kuat melesat kearah Yaksa Neraka dan memotongnya menjadi dua bagian.
Puluhan Yaksa Neraka yang berada dibawah menembak Mu Qiong secara bersamaan, cahaya merah melesat dan sedikit membuat Mu Qiong kesulitan.
Dengan panik Mu Qiong mengeluarkan sebuah Artifak pertahanan yang berwujud sebuah Manik, Pelindung Cahaya muncul didepanya dan Ledakan besar terdengar sangat mengerikan.
__ADS_1
Gelombang Aura menyebar kesegala arah dan Mu Qiong memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Jika menahan serangan satu Yaksa Neraka bukanlah hal yang sulit baginya, tapi jumlah mereka terlalu banyak dan sulit untuk ditangani.
Walaupun Yaksa Neraka hanya berada di Tahap Awal Tingkat Virtual, tetapi kekuatan tempur mereka jelas sangat kuat. Bahkan Mu Qiong yang berada di Tahap Akhir Tingkat Virtual akan kesulitan jika melawan mereka sekaligus.
Sekali lagi Mu Qiong memuntahkan esensi darah ke Pedangnya, dia berniat untuk menyelesaikan semua dengan satu gerakan.
Pedang ditanganya mulai berdengung dan Mu Qiong mengayunkanya dengan kekuatan penuhnya, Pusaran Angin terbentuk dan langsung menabrak Yaksa Neraka seperti Badai.
Dibawah tekanan dari Pusaran Angin, tubuh Yaksa Neraka terpotong menjadi beberapa bagian. Setiap jalur yang dilalui Pusaran Angin berubah menjadi kehancuran yang besar, tidak ada satupun Yaksa Neraka yang berhasil selamat dari serangan Mu Qiong.
Tanpa pikir panjang Mu Qiong langsung melesat kedepan dan menuju Ibu Kota, setelah beberapa waktu dia sampai dibenteng dan dikejutkan dengan pemandangan yang mengerikan.
Saat ini keempat Komandan Iblis yang selalu setia kepadanya dipaku didinding Benteng, tetapi yang paling membuatnya marah adalah Murong juga diperlakukan hal yang sama dan kondisinya tidak jauh berbeda dengan Komandan Iblis.
"Ren Cong... Jika aku tidak membunuhmu dan memandikan diriku dengan darahmu, aku tidak akan layak untuk menghadap para Leluhur !" Mu Qiong berteriak dengan keras dan Aura membunuhnya menyebar dengan gila.
Para Penjaga yang melihat kedatangan Mu Qiong terlihat sangat bingung, sejak awal mereka tidak tahu harus memihak kepada siapa. Tetapi mereka tidak ingin mengkritik keputusan para petinggi, jadi mereka memutuskan untuk berpihak kepada Komandan Iblis Ren Cong.
Mu Qiong membebaskan semua orang dan menatap para Prajurit dengan dingin, "Putuskan... kalian akan berpihak kepada siapa, memilihku atau pengkhianat itu. Aku akan membiarkan kalian pergi kali ini... tetapi setelah kalian memutuskan untuk memilih pengkhianat itu. Maka aku akan membunuh kalian semua tanpa ampun, jangan salahkan aku jika bertindak dengan kejam. Keputusan ada ditangan kalian dan katakan kepada semua orang tentang ucapanku kali ini !"
__ADS_1
Para Prajurit memberi hormat dan mundur, tidak ada dari mereka yang berani menghentikan Mu Qiong. Setelah kembali mereka akan mendiskusikan perkataan Mu Qiong, mereka sama sekali tidak menginginkan peperangan dengan Raja Iblis yang selalu mereka kagumi.