
Duduk didekat api dan diam berkultivasi, Shen Yu merapalkan Teknik Tubuh Bintang. Sumber Qi didalam tubuh diperluas dan semakin padat.
Perlahan-lahan membuka matanya, setelah melakukan Kultivasi semalaman. Tubuhnya menjadi sedikit lebih nyaman, beberapa minggu ini Shen Yu telah mengalami beberapa hal yang melelahkan dan belum sempat untuk memulihkan dirinya.
Setelah berkultivasi semua kelelahan yang ada ditubuhnya menghilang dan Sumber Qi miliknya mengalami peningkatan. Dengan ini dia hanya perluh mempersiapkan promosinya ke Tingkat Bumi.
Shen Yu berdiri memutar bahunya, mengeluarkan Pedang dan mengayunkanya kearah pohon.
*Slash*
Pohon itu jatuh dan terbelah menjadi 2 bagian. Shen Yu menggabungkan Qi dan Atribut Petir kedalam Pedang, dan mengayunkanya sekuat tenaga.
*Qi Pedang Bulan*
Qi Pedang yang berbentuk Bulan Sabit bergerak maju dan memotong segala sesuatu yang ada dilintasanya. Dalam jarak 100 meter, semua pohon dan batu terbelah menjadi 2 bagian.
"Kelihatanya ini sudah batasnya." Walaupun Shen Yu tidak dapat memainkan kekuatan penuh dari Artifak Pedang Tingkat Penciptaan, tapi dia sudah cukup puas.
Dengan Kultivasinya saat ini masih berada di Tahap Akhir Tingkat Penempaan Tulang, tetapi dia yakin jika Kultivator Tingkat Langit menerima serangan Pedang miliknya. Orang itu pasti akan memiliki akhir yang tidak baik.
Beberapa orang muncul dari semak-semak, Orang itu adalah Putri Fei Si dan 2 orang Pengawalnya. Melihat sekitar, dia terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya.
Semua pohon dan batu dalam jarak 100 meter terpotong menjadi 2 bagian, Fei Si dan Pengawal menatap kearah Shen Yu yang memegang Artifak Pedang.
"Apa kau yang melakukan ini ?" Fei Si berjalan mendekati Shen Yu dan bertanya padanya.
"Jika aku bilang semua ini ulahku, apakah Nona akan percaya !" Shen Yu menjawab dan tersenyum ringan.
"Sudah lupakan, ayo bersiap-siap dan segera berangkat ?" Fei Si sendiri sebenarnya tidak percaya, tapi disekitar tempat ini hanya ada Shen Yu, mau tidak mau dia harus mempercayainya. Mengubah topik dan segera mengajaknya untuk segera berangkat.
__ADS_1
Waktu perjalanan Fei Si menceritakan banyak hal tentang Kerajaan Wars, kepada Shen Yu, dari segi kekuatan dan perdangan yang ada di Kerajaan Wars.
Kultivator terkuat Kerajaan adalah Kakek Fei Si yang berada di Tahap Akhir Tingkat Virtual dan Ayah dari Fei Si yang merupakan seorang Raja, sekarang berada di Tahap Akhir Tingkat Penciptaan.
Dengan kekuatan tempur seperti itu, Kerajaan Wars menjadi kerajaan Tingkat 1 diseluruh Wilayah Timur.
Perdangan di Kerajaan Wars juga sangat bagus, khususnya pasa yang ada di Ibukota setidaknya memiliki biji-biji langka dan bahan obat kelas 1 sampai 5 yang dijual.
Tetapi dari semua hal itu Shen Yu tertarik dengan Paviliun harta milik Serikat Perdagangan. Biasanya mereka menjual beberapa harta yang dimurnikan Master Penyuling Artifak yang terkenal dan melakukan Pelelangan harta yang ditemukan selama ekspedisi.
Hal ini benar-benar menarik minat Shen Yu untuk berkunjung dan berharap menemukan sesuatu yang berguna.
Ketika Shen Yu membunuh dan mengambil Cincin Ruang milik Yin Cu dan kelompoknya, Shen Yu mendapatkan 3 juta koin emas dan tidak perluh khawatir menghabiskan beberapa uang. Saat ini dia sangat kaya dan berterima kasih kepada takdir karena dipertemukan dengan beberapa orang kaya yang bodoh.
"Nona Fei Si kapan pelelangan itu akan dimulai ?" Shen Yu bertanya dengan bersemangat.
"Pelelangan di Paviliun Harta dilakukan sebulan sekali, biasanya Keluarga Kerajaan dan Bangsawan lain akan mendapatkan undangan dari Serikat Perdangan. Kalau Kakak Shen tertarik dengan Pelelangan, lebih baik Kakak Shen menginap di Mansionku !" Fei Si tersenyum, menyarankan untuk menginap di Mansion dan menunggu waktu pelelangan tiba.
Wajah Fei Si memerah karena malu, "Maksudku kau bisa tinggal bersama denganku dan Ibuku, Hanya kami berdua dan beberapa pelayan yang ada di Mansion."
"Kenapa kau terburu-buru mempertemukanku dengan Ibumu, aku masih muda dan belum siap secara mental !" Shen Yu berkata dengan nada yang lugas.
"Argh..." Fei Si kesal dengan Shen Yu, "Terserah kau mau berkata apa."
"Hehehe... maaf-maaf aku hanya bercanda, tapi kalau kau mau juga tidak apa-apa." Shen Yu tersenyum puas setelah menggoda Fei Si.
"Hmfh... " Fei Si membuang muka kesamping, terlihat wajahnya memerah dan tersenyum kecil.
Sebenarnya Fei Si sangat senang berbicara dengan Shen Yu, selain Ibunya tidak pernah ada yang bisa berbicara dengannya sesantai ini. Bahkan Ayahnya sendiri jarang mengunjunginya dan saudara-saudaranya tidak senang dengan keberadaan Ibu dan dirinya.
__ADS_1
"Putri kita sebentar lagi memasuki Ibukota." Pengawal segera pergi ke Pos Penjaga dan melaporkan kedatangan Fei Si.
"Yah kita langsung kembali ke Mansion!"
"Baik." Setelah melapor, Pengawal langsung mengarahkan Kereta kembali ke Mansion.
Shen Yu melihat sekelilingnya dan menikmati suasana Ibukota, banyak orang berjalan melakukan kegiatan sehari-hari dan terlihat anak-anak yang sedang bermain dengan gembira.
Ini bukan pertama kali Shen Yu melihat pemandangan seperti ini, tetapi Shen Yu merasa senang saat melihatnya. Mengingat kehidupan sebelumnya hanya penuh dengan darah, jadi dia cukup bersyukur melihat orang-orang hidup bahagia.
Wajah Fei Si memerah, memandang Shen Yu yang tersenyum menikmati perjalananya. Shen Yu yang memperhatikan tatapan Fei Si bertanya, "Apa ada sesuatu diwajahku ?"
"Ti... tidak apa-apa." Fei Si menjawab dengan gugup dan menundukan kepalanya karena malu.
"Ayahmu benar-benar hebat dapat menciptakan Kota seperti ini, pasti dia telah bekerja keras sebagai seorang Raja."
Fei Si hanya tersenyum dan tidak merespon Shen Yu, mengingat Ayahnya yang selalu bekerja keras untuk melindungi dan membangun Kerajaan ini. Sejujurnya Fei Si sangat malu dengan dirinya sendiri karena belum cukup kuat untuk meringankan beban Ayahnya.
Dalam hati Fei Si berjanji pada dirinya sendiri, ketika dia memasuki salah satu Sekte. Dia akan bekerja keras dan suatu saat bisa membantu memakmurkan Kerajaan Wars bersama-sama.
Setelah beberapa waktu perjalan Fei Si dan Shen Yu sampai di Mansion. Turun dari kereta mereka disapa beberapa Prajurit dan Pelayan.
Fei Si mengajak Shen Yu untuk masuk dan menyuruh Pelayan untuk mempersiapkan kamar untuknya.
"Pelayan tolong siapkan kamar untuk tamu kita dan apakah kau tau dimana ibuku ?" Tanya Fei Si kepada salah seorang Pelayan.
"Nyonya sedang ada di danau belakang. Jika yang Mulia Putri ingin bertemu, saya bisa menyampaikanya !"
"Tidak perluh biarkan aku yang menemuinya, Kakak Shen ayo ikut, aku akan memperkenalkanmu pada Ibu !" Fei Si menarik tangan Shen Yu.
__ADS_1
Shen Yu tersenyum dan mengikutinya, sampailah mereka dibelakang Mansion. Shen Yu melihat danau yang indah dan terlihat seorang wanita duduk kursi panjang dan menatap danau yang luas.