ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 12


__ADS_3

Pagi ini aku terbangun pukul 8 pagi, bergegas mandi dan bersiap-siap untuk kerumah Tante Ajeng dan Om Derry. Hari ini aku memakai dress warna navy diatas lutut, dan memakai heels 5cm. Aku merias wajahku sedemikian rupa. Bukan aku tidak sabar bertemu anak Tante Ajeng, tetapi aku hanya tidak mau membuat Mama Papa malu.


Sebelum berangkat kami sarapan terlebih dahulu takut jika tidak diajak makan disana begitulah kata Mama.


Akhirnya jam menunjukkan pukul 10 pagi. Kami segera berangkat karena memang sedari tadi Tante Ajeng sudah menelepon Mama lebih dari 3 kali takut jika kita tidak jadi datang


Perjalanan tak memakan waktu lama, hanya 5 menit sampai kerumah yang sama mewahnya dengan rumahku. Halaman depan ada taman yang cukup luas. Terdapat patung kuda disana.


"Hai mbak, mas. Aduh aku tunggu lama banget lho" kata Tante Ajeng menyambut kami


"Iya Jeng sorry lama, anakku dandan lama banget. " Mama selalu saja menggunakan ku sebagai alasan.


"Yaudah ayo masuk, " ajak Om Derry


Kami pun masuk dan mengobrol cukup lama, tapi aku tak melihat anak Tante Ajeng sama sekali. Mungkin dia sedang sibuk pikirku.


"Ajeng, anakmu mana?? Nih nggak sabar ketemu" Mama mencolekku


"Mama ih, "

__ADS_1


"Dia lagi diruang olahraga mbak, sebentar yaa aku panggil dulu" ucap Tante Ajeng


Papa dan Om Derry sangat asyik mengobrol tentang pekerjaan dan masa muda dulu, aku hanya sesekali tertawa melihat mereka.


Aku sengaja memainkan ponsel untuk mengusir bosan. Tak lama Tante Ajeng turun dengan seorang lelaki yang tidak asing untukku.


"Mas Adit.. " ucapku tiba-tiba yang membuat semuanya heran


"Chloe.. jadi kamu yang di ceritain Mami ku ?" Astaga demi apapun aku diam tak percaya. Ternyata orang yang Mama bicarakan ternyata Mas Adit. Lelaki yang aku kenal di cafe tadi malam.


"Loh kalian saling kenal?" Tanya Tante Ajeng


"Yaampun anak bandel , kenapa kamu nggak ikut masuk kan bisa sekalian kenalin" kini giliran Om Derry berjalan dan menjewer telinga Mas Adit


"Yaudah sini duduk, Papi mau bicara sama kalian. Papi sama Mami mau menjodohkan kalian berdua. Nggak buru" kok, kalian mungkin akan bertunangan dulu tunggu sampai Chloe wisuda, kalian langsung nikah." Ucap Om Derry menjelaskan.


"Adit sih ok ok aja Pi, lagian umur Adit juga udah hampir 30 tahun. Karena emang dari awal ketemu Chloe tadi malam Adit udah suka sama Chloe." Adit menjelaskan dan dibalas senyuman oleh semuanya.


Mas Adit memang tampan, tubuh berotot, kulit putih, dan tinggi. Siapa pun yang dijodohkan dengannya pasti akan langsung setuju, seperti aku saat ini hanya bisa tersenyum malu. Mungkin ini memang takdir dan jodohku adalah Mas Adit. Agar aku juga bisa melupakan Dewa dan tidak di dekati oleh Kak Dedi lagi.

__ADS_1


"Yaudah mungkin minggu depan langsung di adakan acara tunangan ya mbak Riana??" Tanya Tante Ajeng


"Boleh Jeng, biar cepet. Keburu calon mantuku diambil gadis lain . " semua orang pun tertawa.


Karena waktu sudah semakin larut, kami pun bergegas untuk pulang. Hari itu Mama Papa pulang dengan perasaan yang sangat bahagia. Aku? Jangan ditanya lagi, aku lebih-lebih bahagia.


"Ma.."


"Iya kenapa Nak?" Jawab Mama


"Mas Adit itu kerjanya apa sih Ma, ??"


"Bukannya kalian kemarin ketemu? Kamu nggak nanya-nanya? "


"Lupa Ma. Hehe"


"Dia itu dokter bedah di rumah sakit deket kantor Papa, dan kalau nggak salah dia juga jadi guru olahraga di sebuah kampus, tapi Mama nggak tahu kampus mana. " jelas Mama


Pantas saja badannya begitu berotot, dia dokter sekaligus guru olahraga. Wah memang benar-benar paket lengkap.

__ADS_1


__ADS_2