
Cukup lama Reyhan berada dirumah Adit. Namun Adit belum juga datang. Chloe menelepon pun tak ada jawaban dari Adit. Ia menjadi khawatir. Akhirnya ia menelepon Mami Ajeng.
"Hallo Mi. Mi Mas Adit masih disana nggak? Tumben jam segini belum pulang"
"Masih Nak. Sebentar dia pulang kok"
"Oh iya Mi. Ini ada Mas Rey kesini sama Dinda. Yaudah deh Chloe tunggu aja. Nomornya Mas Adit juga susah Chloe hubungin"
Setelah beberapa jam Adit datang dengan membawa sekotak kue brownis. Tak lupa ia membelikan Chloe martabak pesanannya.
"Udah lama Rey?"
"Lumayan lah dari sore Dit. Oh ya gimana kabar Om Derry?"
"Belum ada perubahan Rey. Oh ya kok lo nggak kabar-kabar dulu kalau mau kerumah?"
"Gue sengaja bikin kejutan buar Tasya. Tuh liat dia seneng banget dari tadi lihatin adiknya terus"
__ADS_1
"Yah sepi dong rumah nggak ada Tasya"
"Hahaha. Pasti Tasya cerewet banget ya sama kalian."
"Semakin da cerewet, semakin gemesin Rey. Gue jadi nggak sabar anak gue lahir"
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Karena sudah mengantuk Tasya pun tertidur di sofa. Dan Reyhan juga segera berpamitan untuk pulang.
Dikamar Adit sedang bingung, karena perusahaan Papi Derry tak ada yang mengurus. Sedangkan para klien banyak yang menelepon Papi Derry. Haruskah Adit keluar dari pekerjaan yang sangat ia idamkan sejak dulu. Dan lebih menekuni perusahaan Papi Derry. Entahlah kini Adit hanya bisa melamun bingung.
"Mas. Kamu kenapa? Kok melamun terus?"
"Kalau aku pribadi, mending kamu urus dulu perusahaan Papi . Karena biar gimana pun perusahaan itu kan turun temurun. Kalau sampai bangkrut atau apa kan sayang Mas. Lagian kalau bukan kamu siapa lagi yang ngurus"
"Tapi pekerjaan Dokter itu pekerjaan yang bener-bener aku kejar sayang"
"Mas, aku disini cuman bisa dukung apapun keputusan kamu. Yang penting kamu nyaman"
__ADS_1
"Makasi sayang, aku rasa kamu bener. Aku harus pentingin perusahaan Papi. Gimana pun dulu Kakek ku yang susah payah biar perusahaan Papi tetep kokoh"
"Yaudah kita tidur yuk. Aku capek banget"
Waktu berjalan begitu cepat. Hari ini sudah minggu ke 3 Papi Derry tak sadarkan diri dirumah sakit. Dan sudah minggu ke 2 juga Adit menggantikan posisi Papi Derry di perusahaannya. Jika Adit tak memilih menjadi Dokter, mungkin sejak dulu ia sudah menjadi CEO muda di perusahaan Papi Derry.
Beberapa hari ini juga Adit sering pulang larut karena banyaknya pekerjaan dan meeting dengan klien. Chloe sebagai istri hanya bisa mendukung dan tak sama sekali mengeluh.
"Mas, kamu nggak ke kantor? Aku boleh kan nanti jenguk Papi. Biar dianter Pak Udin"
"Kebetulan aku mau libur sayang, yaudah kita ke rumah sakit bareng aja. Yuda nanti aku yang jemput."
"Akhirnya suamiku ada waktu. Aku kangen banget, akhir-akhir ini kamu lebih sering pulang malem" tanpa sadar Chloe mengatakan keluh kesahnya
"Aku minta maaf. Aku bakal berusaha buat selalu ada waktu buat kamu sama Yuda."
"Papa lupa aku ada disini?" Chloe berkata seakan-akan anak di kandungannya yang bicara.
__ADS_1
"Hahaha, astaga Papa lupa. Tentu dong sama kamu juga. Kamu cepat keluar ya Nak. Opa pasti seneng nanti lihat kamu" jawab Adit dengan mengelus perut Chloe