ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 22


__ADS_3

1 bulan kemudian....


Aku sudah kembali kuliah hari ini. Mas Adit juga sangat sibuk dirumah sakit. Sisil dan Nita sengaja menjemputku karena ingin memberi tahu sesuatu.


"Lo udah siap? Kita berangkat sekarang yaa?" Ucap Sisil


"Udah Sil. Yuk keburu siang"


Di kampus dosen yang mengajar kami ternyata sedang berhalangan. Dan alhasil kami pun diberi tugas yang sangat banyak oleh dosen tersebut. Aku , Sisil dan Nita sengaja menyelesaikan di kelas.


Hanya tinggal kami bertiga di kelas, tak ada siapapun. Mahasiswa yang lain juga masih ada kelas. Aku merasakan ada yang aneh di tubuhku, badanku terasa sakit dan kepala ku pusing.


Huweekk... huweekk


Aku segera berlari ke toilet dekat ruanganku dan memuntahkan isi perutku.


"Chloe , lo kenapa?" Tanya Nita


"Nggak apa-apa, kayak nya maag ku lagi kumat Nit"


"Yaudah kita pulang aja ya, lo istirahay aja. Nanti kita yang selesaiin tugas lo"


"Nggak usah Nit, gue nggak apa-apa. Kita lanjutin aja yaa"


Semakin aku tahan , kepalaku semakin pusing . Pandanganku pun sudah mulai kabur. Dan aku pingsan. Sisil dan Nita segera memanggil beberapa mahasiswa yang berada di sebelah kelas untuk mengangkatku ke klinik kampus.


Sisil dan Nita menemaniku , tapi sudah sekitar 30 menit aku belum sadar juga dan membuat mereka khawatir.

__ADS_1


"Nit, kok Chloe lama banget ya sadarnya? Gue takut" ucap Sisil


"Iya Sil, gue juga takut. Apa kita hubungi Pak Adit aja ya? Dia kan dokter."


"Boleh deh. Gue punya nomornya. Bentar yaa"


Tuuutt....tuuuttt


"Hallo selamat siang , maaf ini siapa?" Ucap Mas Adit di seberang sana.


"Pagi Pak Adit. Ini saya Sisil Pak, teman Chloe. Pak maaf saya mengganggu, Chloe pingsan di kampus Pak. Sudah 30 menit tapi belum sadar, saya menghubungi Bapak karena Bapak dokter" jelas Sisil


"Apa? Pingsan? Ok tunggu saya disana." Mas Adit segera melaju ke kampus. Para mahasiswi melihat Mas Adit dengan jas dokternya merasa kagum dan terpesona.


"Siang Pak Adit" sapa salah satu mahasiswi


"Iya siang"


"Sayang, kamu kenapa?" Dia mencium keningku


"Nggak apa-apa Mas, cuma pusing sama mual aja. Aku mau pulang" jawabku


"Chloe, kita duluan yaa. Mama gue nelpon terus nih. Pak Adit kita duluan." Ucap Sisil dan Nita


"Makasi Sil, Nit"


"Kita kerumah sakit aja ya"

__ADS_1


"Pak dokter kan udah disini. Masih pakai jas lagi kesini" celetukku


"Astaga aku lupa lepas tadi. Maksud aku biar tahu penyakitnya apa"


"Iya yuk"


Tak lama kami sampai dirumah sakit, dokter umum yang memeriksaku malah menyuruh ku periksa ke bagian dokter kandungan. Aku segera mengambil nomor antrean.


"Ibu Chloe... silahkan masuk"


"Siang Dokter Intan"


"Wah istrinya Dokter Adit ternyata. Silahkan berbaring bu"


"Oo iya kapan terakhir kali anda menstruasi bu?" Tanya dokter Intan


"Sepertinya saya telat beberapa minggu dok" jawabku dengan polos


"Mmm.. selamat ya bu, Ibu Chloe sedang hamil . Kandungannya sudah memasuki minggu ke 3, tapi harus selalu dijaga karena kandungn Ibu tergolong sangat lemah"


"Apa? Hamil? Mm.. Ma..makasi Dok" aku sangat terkejut. Apa yang aku takutkan selama ini menjadi kenyataan


"Pernikahan kita masih 2 bulan lagi, kalau tunggu 2 bulan, berarti kandunganku juga masuk 2 bulan Mas." Aku mengatakannya tiba-tiba dan meneteskan air mataku


"Minggu depan kita nikah sayang, aku udah omongin sama Papi dan Papa kamu. Tapi sebelumnya maaf, aku pakai alasan kalau kamu lagi di deketin banyak cowok" jelas Mas Adit


"Kamu serius? Syukur kalau gitu. Setidaknya perutku masih belum kelihatan kalau pakai baju pengantin"

__ADS_1


Mas Adit berjongkok di depanku, dan mencium perutku yang masih rata. Dia mengusap perutku lembut.


"Maafin Papa Nak, Papa janji akan terus jaga kamu" Mas Adit mengatakan itu sambil mengusap perutku


__ADS_2