ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 72


__ADS_3

Pagi hari Adit sudah siap dengan kemeja dan jas yang menempel sempurna di badan berotot nya. Dengan jas rumah sakit saja sudah membuat para wanita tergoda apalagi sekarang dengan setelan jas.


Rencananya Adit hari ini akan meeting dengan klien dari Surabaya. Chloe yang sudah bangun sejak tadi juga sudah menyiapkan sarapan untuk Adit dan Yuda.


"Wah Papa keren banget pakai jas" celetuk Yuda


"Iya dong, kalau nggak keren mana mungkin Mamamu suka sama Papa"


"Bisa aja sih kesayangannya Mama"


"Oh ya Mas, kamu pulang jam berapa?"


"Mungkin sore. Kenapa sayang?"


"Kita ke rumah sakit yuk, aku kangen Mami sama Papi"


"Iya , aku juga udah 2 hari nggak nengok. Sibuk banget di kantor"


"Oh yaa enakan mana Mas kerja di kantor apa rumah sakit?"


"Rumah sakit lah. Itu cita-cita aku dari dulu. Agak kaku juga di kantor"


"Hmm, yaudah yuk sarapan. Keburu siang"

__ADS_1


Mereka sarapan dengan lahap pagi ini, dan langsung berangkat menuju kantor dan sekolah. Akhir-akhir ini Yuda sering sekali diantar oleh Adit. Karena memang arah sekolah Adit 1 jalur dengan kantor.


Sampainya di kantor, seperti biasa ketika Adit datang para karyawan memberi salam kepada Adit. Adit yang sudah terbiasa hanya tersenyum ramah. Tak terkecuali sekretaris baru yang bernama Desi.


Desi bekerja di perusahaan Papi Derry sejak 1 bulan yang lalu. Karena sekretaris lama Papi Derry mengundurkan diri danĀ  pindah kota. Selama Adit bekerja disini, Desi lah yang mengurus keperluan meeting dan lainnya.


"Selamat pagi Pak Adit" dengan gaya centilnya dan nada suara yang dibuat sangat lembut


"Iya pagi " Adit menjawab seadanya.


"Ah ya saya lupa. Desi, mulai besok saya minta tolong pakailah pakaian yang sopan ya. Rok kamu terlalu pendek" ucap Adit dengan tegas.


"I-iya Pak. Maaf"


Di tempat lain, terlihat Dinda sedang asyik bermain dengan bayi mungilnya. Dia menciumi pipi tembam Denis. Karena tidak ada Tasya katanya. Jika ada Tasya terpaksa Dinda harus mengalah bermain dengan anaknya.


"Hai anak Ayah. Suka banget main sama Bunda" tiba-tiba Reyhan menghampiri mereka berdua.


"Loh Mas, kok balik?"


"Hehe ada yang ketinggalan ni. Laptop nya lupa bawa. Tadi keinget waktu di sekolah Tasya. Yaudah aku berangkat lagi yaa. Kamu hati-hati" Reyhan mencium kening Dinda kemudian mencium pipi tembam Denis.


"Ah, aku kira ada apa. Yaudah kamu juga hati-hati"

__ADS_1


Waktu sudah semakin siang. Chloe pun bersiap untuk menyiapkan makan siang untuk Adit dan sebentar lagi Yuda pulang dari sekolah. Dibantu oleh Bik Rumi, Chloe memang tak bisa jika diam saja. Apalagi menyangkut suami dan anaknya. Apapun ingin ia lakukan sendiri.


Rencananya Chloe hari ini akan ke kantor Adit mengantar makan siang sekaligus menengok Papi Derry.


"Makasi Pak. Nggak usah ditunggu , saya telpon aja nanti Pak" ucap Chloe ketika sudah berada di parkiran .


"Pagi Bu Chloe"


"Pagi juga . Oh ya Pak Adit nya ada?"


"Ada diruangan Bu, kebetulan sedang tidak ada klien. Mari saya antar"


"Ah biar saya aja sendiri. Trima kasih"


Chloe langsung masuk ruangan Adit dengan senyum yang mengembang. Adit yang melihat istrinya tiba-tiba datang pun terkejut.


"Loh kok kesini nggak bilang?"


"Sengaja ngasi surprise sayang. Aku bawain makan siang nih. Kamu pasti laper kan"


"Hehe tau aja istri tercinta. Suapin dong" dengan telaten akhirnya Chloe menyuapi Adit .


"Gimana kerjaan nya Mas? Banyak banget yaa?"

__ADS_1


"Iya, banyak banget tanda tangan"


Tiba-tiba ponsel Adit berdering dan tertera nama Mami disana.


__ADS_2