ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 7


__ADS_3

Dewa memesankan makanan dan minuman favoritku. Dan benar saja dia masih sangat ingat apa yang menjadi favoritku. Dia begitu pengertian, Dewa selalu mengingat apa saja yang berhubungan denganku. 


"Aku sengaja ngajak kamu kesini" ucapnya tiba-tiba


"Makasih sayang. Oh ya, kamu mau lanjut kuliah apa mau cari kerja?" tanya ku


"Aku akan nerusin perusahaan Ayah ku di Malaysia, tentu saja sambil kuliah kedokteran. Dan kalau jadi mungkin aku akan kuliah juga di sana, tinggal bersama om dan tante ku." jelasnya panjang lebar dan melihatku mulai ber kaca-kaca


"Kamu yakin mau kuliah di Malaysia? Terus hubungan kita?"


"Kita masih bisa komunikasi sayang. Lagian aku kuliahnya mungkin sekitar 3 bulan lagi. Karena masih banyak yang harus aku urus sebelum aku berangkat kesana."


"Aku anak Ayah satu-satunya, aku nggak mungkin membantahnya. Dari aku masih SMP Ayahku udah pengin aku yang nerusin perusahaannya disana. Biar Ayah bisa handle perusahaan yang di sini. Kasihan Bunda ku sering sendiri dirumah." tambahnya lagi


Aku tidak bisa berkata apa-apa, aku hanya bisa diam sambil mengangguk an kepala saja. Tak terasa air mataku pun jatuh. Aku tidak tahu harus bagaimana jika Dewa pindah. Aku hanya takut kalau dia tidak kembali lagi. Aku juga takut dia akan menemukan wanita lain selain aku.


Kalau bisa aku ingin sekali ikut dengannya. Menemaninya terus. Tapi apa daya pasti Mama sama Papa sangat tidak setuju. Aku juga harus kuliah disini. Dan mungkin bisa juga aku harus meneruskan bisnis properti Papa.


Matahari sudah menunjukkan cahaya teriknya. Sudah sejak jam 10 pagi kami disini mengobrol, bergurau bersama. Enggan rasanya pulang. 


"Sayang..?" panggilku setengah lirih


"Iya kenapa? " sahutnya

__ADS_1


"Kamu pasti kembali kan? Kamu bilang kita bakalan menikah." 


Dewa tak menjawabku, dia hanya tersenyum tulus kepadaku dan mengacak-acak rambutku. Setelah kami menghabiskan makanan, dia mengajakku pulang. Kurang lebih 30 menit kami pun sampai di rumahku. Kami datang di sambut oleh Mama ku.


"Eh dari mana aja? " tanya Mama


"Ngajak Chloe jalan tante. Maaf tante, Dewa pulangin nya telat."


"Oh iya nggak apa-apa Nak. Masuk yuk sekalian makan siang." ajak Mama 


"Boleh deh tante, kebetulan laper. " jawabnya dan hanya dibalas oleh gelak tawa Mama



Waktu berjalan sangat cepat. Kini kurang lebih bulan depan Dewa akan ke Malaysia meneruskan kuliah kedokteran dan mengurus perusahaan Ayahnya. Kami pun sudah jarang pergi bersama. Bahkan terakhir kali Dewa kerumah ku itu sudah 1 bulan yang lalu. Dia sangat sibuk mempersiapkan segalanya.


Hari ini aku sangat bosan. Mama Papa sedang pergi ada acara dengan teman bisnis Papa. Jika tahu begini aku tadi ikut Mama dan Papa saja. Tiba-tiba ponsel yang sedang ku genggam berdering tanda telepon masuk. Aku sangat senang ketika membaca di layar bahwa Dewa yang menelepon ku.


"Iya sayang, tumben telepon?" tanyaku


"Aku kangen, Oh iya kamu sekarang dimana? Bisa kita ketemu sebentar, ada yang ingin aku bicarakan. Aku jemput sekarang ya" pinta Dewa sepertinya serius ada yang penting


"Boleh, aku siap-siap dulu yaa" jawabku dan panggilan pun berakhir.

__ADS_1


"Ah pasti dia sedang menyiapkan kejutan untukku, romantis nya." gumamku


Tak lama kemudian aku menderngar suara klakson mobil Dewa, aku menuruni tangga dengan sangat gembira. Bahkan Bibi yang melihatku saja ikut tersenyum sendiri melihat tingkahku. Dewa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dan seperti biasa dia selalu membawakan ku setangkai bunga mawar.


Kami berhenti di salah satu cafe , tempat yang asri dengan ditemani hamparan sawah di bagian pinggir. Menambah kesan romantis sekaligus menyejukkan hati.


"Chloe..." panggilnya


"Iya sayang ?" jawabku heran, tumben sekali dia memanggilku dengan nama.


"Kemarin aku udah bilang sama Ayah Bunda ku, setelah selesai kuliah aku akan segera melamarmu. Aku juga memberi tahu Ayahku kalau kita berbeda keyakinan." jelasnya


"Terus, Ayah kamu gimana?"


"Ayah sangat nggak setuju, dia menentangku. Meski sekalipun aku beritahu kalau kamu akan ikut agamaku Ayah tetap tidak setuju. Ayah meminta kita mengakhiri hubungan ini secepatnya."


"Maksud kamu? Kamu bercanda ya?" kini mataku sudah berkaca-kaca mendengar penjelasannya.


"Aku serius , aku cinta banget sama kamu. Aku mau kita terus sama-sama. Tapi Ayah terus menentangku, bahkan sudah 5 kali aku membujuknya dia tetap bersikukuh menolak. Aku benar-benar minta maaf. Aku nggak mau nentang Ayah dan jadi anak durhaka." jelasnya membuat tangisku pecah seketika, untung saja tidak ramai disana.


"Ternyata cuma segini aja cinta kamu. Aku bener-bener nggak habis pikir..." aku pun berlari meninggalkan nya. Bahkan aku tidak memikirkan bagaimana cara pulang. 


"Chloe....Oi... tunggu" aku mendengar Dewa berteriak memanggilku.

__ADS_1


Hari itu hari yang aku inginkan akan sebahagia hatiku ternyata adalah hari yang paling menyakitkan. Dewa mengakhiri hubungan kami. Bahkan aku tak pernah 1 kali pun membayangkan hal ini.


__ADS_2