ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 19


__ADS_3

Sudah sekitar 2 jam aku menangis di kamar ku. Aku tak tahu harus bagaimana menyikapi hal ini. Aku sangat kecewa dengan Mas Adit.


"Hmm, udah jam berapa yaa?" Ucap Mas Adit pada diri sendiri.


"Astaga, arrggh apa yang udah aku lakuin sama Chloe. Aku harus minta maaf sama dia" setelah menyadari semua Mas Adit segera mandi dan menuju kamarku. Aku lupa mengunci kamar, sehingga Mas Adit bisa masuk ke kamarku.


"Sayang, maafin aku. Aku khilaf, aku bener-bener kemakan emosi" dia mengucapkan itu disaat aku sedang tidur , karena merasakan hembusan nafasnya di leherku aku pun terbangun.


"Mas, kamu ngapain ke kamarku? Maaf aku mau sendiri" ucapku sambil mendorong tubuhnya.


"Aku minta maaf, aku bakal bilang sama Papa dan Papiku untuk mempercepat pernikahan kita" jelasnya sambil berkaca-kaca melihatku


"Nggak usah, aku mau gugurin kandungan ku kalau seandainya aku hamil sebelum hari pernikahan kita. Aku nggak mau hamil anak haram" jawabku membelakangi nya.


Kini dia turun dari tempat tidur dan berjongkok di depan ku. Dia menggenggam tanganku erat, baru pertama kali aku melihat Mas Adit merasakan kesalahan teramat sangat, dan memohon seperti ini kepadaku.


Aku menangis di hadapan Mas Adit, aku takut jika aku hamil diluar nikah. Bahkan yang lebih aku takutkan bila nanti aku hamil Mas Adit akan membatalkan pernikahan ini.


"Kamu br*ngsek" ucapku tiba-tiba dan memukul dadanya.

__ADS_1


"Aku tahu, aku akan mempercepat pernikahan kita sayang" Mas Adit kembali menggenggam tanganku.


"Terserah. Aku mau turun, takut Tante sama Om datang."


Dan ketika aku turun tangga, Tante Ajeng dan Om Derry datang membawa banyak totebag yang berisikan baju dan cemilan oleh-oleh.


"Hallo sayang, lama ya nunggu. Maaf Nak Tante telat banget pulang" sapa Tante Ajeng dan langsung memelukku


"Nggak apa-apa Tan. Tan maaf Chloe nggak masak. Chloe beliin makan diluar yaa?" Tanyaku


"Astaga Tante juga tadi lupa beli bahan makanan. Ingat beli oleh-oleh Mama mu aja .Gini aja deh kamu sama Adit aja beli makan diluar, jangan sendiri"


"Adiiiitttt...." teriak Om Derry


"Iya Pi, bentar"


"Kamu anter Chloe beli makan yaa. Tadi Papi lupa beli bahan makanan"


"Ok Pi. Yaudah yuk sayang" Mas Adit mencoba menggandeng tanganku namun aku tepis perlahan.

__ADS_1


"Pi, kenapa ya mereka berdua, kok kayak nya lagi berantem" tanya Tante Ajeng


"Iya Mi, nggak kayak kemarin-kemarin. Yaudah ah biarin jangan ikut campur, biar mereka selesaikan urusan mereka sendiri" di angguki oleh Tante Ajeng.


Aku hanya diam saja sedari tadi, Mas Adit terus saja melirik kearahku dan jelas aku tak menghiraukannya. Dia mencoba mengelus rambutku namun aku tepis dengan kasar. Tanpa kusadari air mataku menetes. Segera ku usap dengan cepat agar tak diketahui oleh Mas Adit. Namun isakan ku di dengan oleh nya.


"Sayang kamu kenapa?" Mas Adit menepikan mobil di pinggir jalan ketika sudah sampai di dekat gerobak nasi goreng


"Nggak apa-apa." Jawabku seadanya


"Aku yang turun ya, diluar dingin. " aku tak menjawab


Setelah sekitar 20 menit menunggu akhirnya Mas Adit mendapatkan 4 bungkus nasi goreng dan segera masuk ke dalam mobil. Karena banyak menangis membuat mataku panas dan ingin terus terpejam.


Mas Adit membiarkan ku tidur, dan segera melajukan mobil. Tak sampai 5 menit kami sampai di villa.


"Sayang, bangun udah sampai" dia menggoyangkan bahuku


"Hmmm. Maaf mas aku ketiduran. Aku turun dulu."

__ADS_1


Tante Ajeng dan Om Derry menatap kedatangan kami dengan raut wajah heran melihat gelagat kami berdua. Seperti ada yang disembunyikan.


__ADS_2