
"Hallo Mi"
"Dit.... Papi... Papi meninggal" Adit sangat terkejut mendengar kabar dari Mami Ajeng.
"Mami nggak bercanda kan?"
"Tadi Papi udah lewat masa kritis. Baru beberapa menit tiba-tiba PapiĀ kejang"
"Mami tenang ,Adit kesana sekarang"
"Kenapa Mas?"
"Papi meninggal" tangis Adit seketika pecah
"Yaampun. Kita kerumah sakit sekarang Mas. Kamu tenang yaa"
Adit mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit, pikirannya kacau. Dia sangat sedih, karena belum sempat berbincang dengan Papi nya untuk terakhir kali.
Chloe yang berada di samping Adit hanya bisa mengelus lengan Adit dan sesekali menyeka air mata Adit. Chloe juga merasakan kehilangan. Bagaimana pun Papi Derry adalah mertua yang sangat menyayanginya.
Ketika Adit datang, Mami Ajeng berlari dan memeluk Adit . Ia menangis terisak.
"Sabar Mi. Mami minum dulu yaa" ucap Chloe
__ADS_1
"Makasi Nak. Maafin Papi yaa kalau Papi ada salah sama kamu"
"Mi, Papi nggak pernah ada salah sama Chloe. Mami jangan nangis. Kasihan Papi"
Kini jenazah Papi Derry sudah dibawa di kediaman orang tua Adit. Sedari tadi Adit terus berada di dekat jenazah Papi Derry. Dan Chloe membantu menyiapkan keperluan keberanhkatan Papi Derry. Karena Mama Riana dan Papa Rudy belum datang.
Hari semakin sore, jenazah Papi Derry sudah siap di bawa ke pemakaman.
"Sayang kamu disini aja yaa. Ibu hamil jangan ikut"
"Kamu jangan nangis. Aku juga ikutan sedih"
"Iya. Aku berangkat yaa"
Sebenarnya Mami Ajeng ingin ikut. Namun Adit melarangnya. Ia tak mau jika Mami Ajeng semakin sedih dan terpuruk. Akhirnya hanya Adit dan Papa Rudy juga saudara-saudara Papi Derry yang ikut mengantar jenazah Papi Derry.
Waktu begitu cepat, baru kemarin rasanya mereka semua bersenda gurai dengan Papi Derry. Belum sempat juga Papi Derry melihat cucu keduanya lahir. Padahal sebelum sakit, Papi Derry sudah memaksa mengajak Mami Ajeng belanja perlengkapan cucu keduanya.
Di rumah orang tua Adit, Mami Ajeng tak henti-hentinya menangis. Bahkan ia memeluk bingkai foto ketika pernikahan mereka.
"Udah Mi. Mami nanti sakit. Mami jangan sedih terus, kasihan Papi"
"Kenapa Papi cepet banget ninggalin Mami, dia juga belum sempat ketemu cucu nya yang belum lahir"
__ADS_1
"Meskipun Papi udah nggak ada, Papi masih bisa lihat anak Chloe di atas sana"
"Udah Jeng, Papa nya Chloe juga sedih denger kabar ini. Apalagi mereka sahabat udah lama banget. Kamu jangan sedih terus. Semangat ya" ucap Mama Riana
"Makasi mbak. Maafin kesalahan Mas Derry ya"
"Aku udah maafin Jeng"
"Akhhh.. aduh kenapa sakit yaa. Kemarin Dokter Intan kan udah kasi aku obat penguat kandungan" batin Chloe
"Ma, Mi. Chloe ke kamar dulu sebentar"
"Perut kamu kenapa Nak?"
"Nggak apa-apa Ma. Cuman keram dikit"
"Kita kerumah sakit yaa"
"Nggak usah Ma. Chloe nggak mau ngerepoting Mas Adit"
Di dalam kamar Chloe terus mengelus perutnya yang keram. Mungkin karena kelelahan mengurus ini itu.
"Kamu kenapa Nak. Capek yaa. Maafin Mama sayang" semakin ditahan perutnya semakin sakit.
__ADS_1
Dibawah Mama Riana mengajak Mami Ajeng untuk makan , karena sedari pagi Mami Ajeng belum makan sama sekali. Akhirnya Mama Riana naik ke atas untuk memanggil Chloe dan mengajaknya makan juga.