ENDING LOVE

ENDING LOVE
BAB 24


__ADS_3

Esok pagi aku segera bersiap untuk pergi ke kampus, aku bangun lebih awal. Hari ini adalah hari pertama aku menjadi Nyonya Aditya Saputra. Aku segera mandi dan turun. Disana sudah ada Mama yang sedang sarapan sendiri, karena Papa berangkat lebih awal hari ini.


"Pagi Ma, .." sapa ku


"Pagi sayang, gimana tadi malam?"


"Ya nggak gimana-gimana Ma, nyenyak soalnya Chloe udah ngantuk banget." jawabku polos


"Aduh bukan soal nyenyaknya, udah gitu belum? Mama kan pengen cepet punya cucu " aku bingung harus bagaimana menjelaskan. Padahal cucu Mama sudah ada di perutku. 


"Apa sih Ma, Chloe mau makan . Mau ke kampus."


"Loh suami mu mana? Bangunin dulu gih"


"Iya bentar Ma"


Aku menghampiri Mas Adit di kamar ku, yang ku lihat sedang nyenyak tertidur. Padahal matahari sudah akan menunjukkan cahayanya. 


"Masss, bangun. Anterin aku ke kampus." aku menggoyang-goyangkan tubuhnya


"Hmmm.. 5 menit sayang" jawabnya

__ADS_1


"Mas, nanti aku telat. Aku udah siap."


"Ini udah. Kenapa tadi malem langsung tidur, nggak nunggu suami nya dulu. Mau minta jatah malam pertama nggak jadi" dia mengomel seperti anak kecil 


"Malu sama anak kamu nih."


"Nanti malam ya?"


"Bangun dulu, aku nanti telat." aku pun membereskan tempat tidur dan menyiapkan baju untuk Mas Adit.


Sesampai di kampus, aku berpamitan kepada Mas Adit dan mencium punggung tangannya. Mas Adit mencium keningku dan mencium perutku.


"Anak Papa baik-baik yaa, jangan bikin Mama capek ." ucapnya sembari mengelus perutku


"Biarin ah, yaudah cepet masuk. Aku ke rumah sakit dulu ya. Nanti kalau udah pulang cepet telpon" aku mengangguk dan tersenyum kepadanya.


Di rumah sakit..


Mas Adit masuk ke ruangannya, dia terkejut melihat 1 tangkai bunga mawar di atas meja nya. Dia memakai dahulu jas putihnya lalu duduk dengan raut muka heran. Dan lebih terkejut lagi ketika dia mendapati suster Andin masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Maaf sus, ada yang bisa saya bantu?" 

__ADS_1


"Saya bawakan dokter kopi, minum dulu Dok." suster Andin benar-benar gila dia memakai dress suster dengan sangat pendek dan begitu press body. Suster Andin sengaja ingin menggoda Mas Adit namun Mas Adit tak berkutik sama sekali.


"Maaf sus, saya tidak terlalu suka kopi. Dan untuk pakaian anda, mohon lebih sopan. Banyak pasien yang melihat penampilan anda."


"Dok, saya sangat menyukai Dokter. Tidakkah Dokter mau menerima saya.?" dia bertanya tanpa pikir panjang


"Saya sudah menikah suster. Diluar sana masih banyak laki-laki yang mau dengan suster. Tolong suster keluar dari ruangan saya sekarang. "


Dan dengan tidak sopan Suster Andin memeluk paksa tubuh Mas Adit. Spontan Mas Adit mendorong tubuh suster Andin dan berlari keluar. Suster Andin sangat kesal, dia membanting buku-buku yang ada di meja Mas Adit.


"Aku harus dapetin kamu Dok, apapun caranya" gumam suster Andin


"Obsesi membuatnya gila, Chloe nggak boleh dengar tentang ini. Aku nggak mau kandungannya kenapa-kenapa" Mas Adit berbicara sendiri di lorong sepi dekat parkiran. Cukup lama dia berdiam diri disana. Tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda telepon


"Iya hallo sayang."


"Mas aku ke rumah sakit sekarang ya? Mata kuliah ku cuman sedikit." pinta ku


"Aku jemput ya? Kamu jangan kemana-mana."


"Aku udah dijalan sayang, aku diantar sama Sisil. Kebetulan Sisil mau menjenguk saudara yang sakit." jelasku 

__ADS_1


"Ah yasudah, hati-hati ya" 


Masih tetap di lorong , Mas Adit memikirkan bagaimana agar aku tak tahu kelakuan suster Andin.


__ADS_2